
Aku tidak bisa mengendalikan zein, zein berlari menuju ruang dekan untuk menanyakan tentang kejadian ini. namun apa yang dilakukan zein sia sia saja tidak ada jawaban yang kuat untuk mempertahankan dita dikampus ini. kemarahan zein tidak terkendali lagi sampai aku saja tidak bisa menahannya.
"Zein kamu mau kemana?"tanya ku.
"Aku mau kerumahnya amarah dia enggak bisa seenaknya aja menskor orang kayak gitu, mentang mentang dia pemilik kampus itu?"
"Udah lah zein enggak usah diperpanjang lagi aku Gkpp kok?"
"Enggak bisa dit, gue harus ngomong sama amarah dan keluarganya. maaf kalau gue harus pergi sekarang!"
Zein pun pergi meninggalkan ku dan langsung mengendarai mobil dengan sangat kencang, aku yang begitu sangat khawatir dengan keadaan zein langsung mengikutinnya menggunakan ojek online.
"Ya allah apa yang akan dilakukan zein?"sahutku.
Tiba lah zein dirumah amarah, aku mencoba menghentikan zein namun usaha ku sia sia zein tidak mau mendengarkan ku sama sekali. aku terus dan terus mengikutin zein kami betapa sangat terkejut ketika tiba dirumah amarah ternyata disitu ada mamahnya zein dan papa nya zein juga.
"Mamah sama papa ngapain ada disini!"sahutnya zein.
"Kami kesini itu karna kamu, apa yang kamu lakukan sama amarah kamu telah menyakitinnya!"
__ADS_1
"Zein sayang kamu disini, kamu mau minum apa biar aku yang buatkan untuk mu. ehh loh ngapain disini cwek enggak tau malu!"sahut amarah.
"Cukup amarah, gue enggak suka kalau loh menghina dita seperti itu. kedatangan gue kesini cuman mau nanyakan kenapa loh menskor dita dari kampus secara sepihak doang!"
"Karna aku enggak suka kalau dita mendekatin kamu apalagi menjadi penghalang diantara hubungan kita!"
"Dita enggak salah yang salah itu gue, kalau gitu gue akan mundur juga dari kampus itu?"
"Zein sayang kamu ngapain sih membela cwek itu secara berlebihan sih!"
"Karna aku tau dita enggak salah yang salah itu aku jadinya untuk menebus kesalahan aku maka aku juga keluar dari kampus itu!"
"Tapi aku enggak mau menikah sama orang kayak dia mah?"sambil menunjuk amarah.
"Zein cukup, jangan sekali kali kamu menghina anak saya. saya enggak terima kalau anak saya kamu sakitin dan menangis begitu!"kata papa amarah kepada ku.
"Yaudah kalau Om dan Tante enggk terima amarah saya sakitin mending jalan yang terbaik perjodohannya dibatalkan saja!"
"Zein udah lah enggak usah diperpanjang lagi aku gkpp kok, aku enggak mau kamu berdebat lagi sama keluarga loh gara gara gue!"
__ADS_1
"Enggak bisa dita, gue lakukan demi keadilan. loh kayak gini itu karna gue, gue enggak terima loh diperlakukan kayak gini?"
"Zein apa yang kamu bicarakan, kalau kamu mau membatalkan perjodohan ini gkpp tapi dengan satu syarat.?"sahut papa nya zein kepada zein.
"Syarat apa pah, zein akan melakukan apa pun syaratnya itu asalkan zein tidak dijodohkan dengan amarah!"
"Syaratnya adalah kamu harus keluar dari rumah tanpa membawa fasilitas yang papa kasih selama ini?"
"Papa kok kayak gitu sama zein, kalau zein keluar dari rumah tanpa fasilitas yang selama ini kita kasih nanti dia mau tinggal dimana!"sahut mamahnya zein kepada papanya zein.
"Zein sayang kamu nurutnya dijodohkan sama amarah enggak usah membantah apa kata papa kamu ya!"kata mamah zein.
"Ya zein benar kata mamah kamu kamu harus menurutin apa kata papa kamu ya jangan membantah!"sahutku.
"Bagaimana keputusan kamu sekarang zein, apa kamu bisa keluar dari rumah tanpa fasilitas selama ini papa kasih kekamu, papa yakin kamu enggak akan sanggup menjalaninnya?"sahut papa zein kepada ku.
"Oke.... zein akan mensetujui permintaan papa, zein akan keluar dari rumah tanpa membawa apa pun yang selama ini papa kasih ke zein!"
"Zein akan membuktikan kepada papa kalau zein bisa hidup mandiri tanpa fasilitas dari papa?"
__ADS_1