Cinta&Benci

Cinta&Benci
BAB 19


__ADS_3

"Aduuh. kepala gue pusing banget, gue ada dimana nih. kok tempatnya asing banget?"


"Loh ada dirumah gue, semalam loh pingsan enggak sadarkan diri"


"Jadi loh yang membawa gue kesini"


"Ya iyalah jadi siapa lagi yang membawa loh kemari, kalau enggak gue?"


"OMG. pasti mamah dan papa gue nyarik in gue?"


"Loh tenang aja gue udah bilang sama mamah dan papa loh kalau loh dirumah gue dengan keadaan baik baik aja?"


"Terus apa kata bokap dan nyokap gue, setelah loh bilang kayak gitu. apa dia ada mengatakan sesuatu gitu!"


"Tidak nyokap dan bokap loh tidak ada bilang apa apa, cuman bilang terima kasih karna udah mau menjaga anaknya!"


"Syukurlah kalau gitu, berarti gue aman dan satu lagi loh enggak ada bilang soal gue minum minum kan zein?"


"Loh tenang aja gue enggak ada bilang kok soal itu."


"Thanks udah mau nyelamatin gue, gue merasa sangat lega jadinya?"


"Ehhh nak dita udah bangun bagaimana kabarmu sekarang?"


"Dit. ini orang tua gue?"


"Kabar saya baik tante,sekali lagi makasih ya tante udah mau mengizinkan dita numpang disini.maaf tante dita Ngerepotin tante dan semuanya?"


"Enggak kok sayang, kamu jangan panggil tante. panggil aja bunda kayak zein manggil bunda?"


"Yaa bunda?"


"Kamu enggak ngerepotin kok, justru bunda senang bisa bertemu dengan gadis secantik kamu"


"Makasih bunda!!


"Yaudah yok. makan dulu bunda udah siap kan makanan untuk kamu?"


"Yaaa bunda"


"Silahkan duduk dita?"


"Ya bunda,kayaknya makanannya enak sekali bunda!!


"Dasar tukang makan biasa!!


"Apaan sih loh gue kan cuman mencurahkan isi hati gue, emangnya enggak boleh?"


"Zein kamu enggak boleh seperti itu sama teman cwek kamu ya!!


"Yaa bun, maaf?"


"Ehhh.... ayah udah siap aja nih mau kekantor?"


"Ya dong namanya sebagai seorang pemimpin harus bijaksana dan disiplin."


"Betul tuh ayah,zein bangga deh sama ayah"


"Makannya setelah lulus kuliah nanti yang akan mengurus perusahaan ayah nanti kan kamu"


"Oooo yaaa Bun, ini siapa cantik banget!!

__ADS_1


"Ooo ini ayah, temannya zein yang bunda tadi malam ceritakan itu loh"


"Oooo ini orang nya, pantesan aja zein bawak kesini orang orangnya beautiful to"


"Ihhh ayah apa apaan sih, jangan kayak gitu nanti cwek ini kepedean"


"Selamat pagi Om, perkenalkan nama saya dita. sekali lagi maaf ya Om udah ngerepotin semuanya disini"


"Enggak kok dita, kami senang bisa bertemu dengan kamu. lain kali enggak usah panggil om ya"


"Jadi kalau saya enggak panggil om, panggil siapa lagi dong?"


"Panggil aja saya ayah sama kayak zein memanggiil saya ayah"


"Taoi Om"


"Enggak ada tapi tapi,kamu mau kan?"


"Yaa, ayahh"


"Ooo ya.ayah boleh nanyak enggak"


"Nanyak apa Yah,"


"Orang tua kamu siapa namanya, bukannya ayah lancang sok tau. mau tau orang tua mu entah ayah juga mengenalnya dari rekan bisniskan?"


"Nama orang tua saya Irfa dan Linda"


"Orang tua kamu kerja dimana kalau ayah boleh tau!!


"Mamah dan papa mengelolah bisnis sendiri"


"Wahhh hebat ya"


"Rasain loh bisa mengambil hati nyokap dan bokap gue, tapi gue juga bisa mengambil hati bunda dan ayah loh zein.


"Oke kali ini loh bisa menang, tapi tenggok aja Dit. lain kali gue yang akan menang?"


"Kita buktikan aja siapa yang akan menang, loh atau gue?"


"Oke. siapa takut?"


"Maaf Om dan tante. sekali lagi makasih ya udah mau memberi tumpangan kepada dita.kalau gitu dita pamit pulang dulu ya, takut mamah dan papa dita nyarik in dita"


"Jangan lupa ya.kapan kapan kamu main kesini lagi"


"Yaa bunda, dita janji kalau ada waktu dita akan kemari lagi, menemui ayah dan bunda disini!


"Zein tolong kamu antarkan dita pulang sampai rumahnya ya"


"Yaaa bunda, pasti zein akan mengantarkan dita sampai rumahnya"


"Assalamualaikum, Bunda ayah"


"Waalaikum salam dita!!


"Cepat loh naik jangan lama lama"


"Sabar dong, gue payah pakek rock nih. loh sendiri yang salah ada mobil pakek motor"


"Suka hati gue lah, kalau loh enggak mau yaudah gampang aja loh turun disini?

__ADS_1


"Yaaa maaf, bisanya loh ngancam gue aja. dasar cwok pengancam"


Akhirnya dita pun tiba kerumahnya.


"asalamualaikum Mah pa"


"Waalaikum salam Dita kamu darimana aja sih mamah khawatir banget sama kamu, dan kenapa kamu kok turun dari balkon. dan kamu itu baru mass pemulihan nanti kalau terjadi sesuatu kepada kamu bagaimana?"


"Maaf dita mah pa, udah enggak bilang tanpa sepengetahuan mamah dan papa. habisnya dita sangat bosan dikamar mulu"


"Tapi kan bukan kayak gitu juga caranya sayang.kalau dita bilang sama mamah dan papa past mamah tidak akan mengizinkan dita.


"Yaudah sayang, lain kali kamu jangan melakukan yang membahayakan diri kamu ya"


"Yaa mah pah. dita janji enggak akan mengulangin kesalahan dita yang kedua kali nya"


"Sekali lagi terima kasih ya zein. kamu mau menolong dita"


"Yaa tante sama sama, tante dan Om enggak udah berterima kasih ya. zein senang kok bisa membantu dita"


"Sungguh baim hati mu zein. pasti orang tua kamu sangat bangga mempunyai anak seperti kamu "


"Biasa aja tante, zein jadi malu. selalu dipuji seperti itu"


"Yaudah tante kalau begitu zein pamit pulang dulu ya, "


"Yaaa hati hati dijalan


"Yaa tante, "


"Dita bilang sama zein makasih. "


"Yaa mah, sekali lagi makasih ya zein loh udah mau membantu gue"


"Yaaa sama sama dit(ucapannya iklas apa terpaksa tuh berbisik dikuping dita?).


Akhirnya zein pun pergi dari rumah dita dan mengendarai motornya untuk pulang. ketika diseparuh perjalanan zein melihat kalung yang begitu sangat lucu dan dia pun berfikir pasti kalung ini akan cocok dileher dita.


"Wahh kalungnya indah banget ditoko itu, cocok kalau yang memakainya itu dita"


"Permisi mbak. saya mau nanyak harga kalung ini berapa ya mbak?"


"Kalung ini mas, harganya cumab 1;500.000 rupiah saja mas?"


"Tapi apakah dita mau menerima kalung pemberian gue ini, apalagi dia kan sama gue sensi banget?"


"Bagaimana mas jadi belik kalungnya?"


"Yaudah mbak saya jadi belik kalung ini, tolong dipercantik pakai kotak ya mbak?"


"Baik pak, sesuai permintaan mas"


"Ini mas kalungnya udah siap"


"Yaudah Mbak, ini kartu kredit saya


"Makasih Mbak"


"Yaa sama sama Mas, semoga pacarnya senang ya dengan kadonya"


"Yaa mbak, saya berharap pun seperti itu"

__ADS_1


"Gimana ya gue ngasih nih kalung sampai ke dita, kalah gue yang ngasih sendiri enggak mungkin. dita tidak akan menerima pemberian sama gue, nanti dia pikir gue ngasih kalung ada maksud tertentu pula lagi. yaudah deh nanti aja gue pikirkan cara yang tepat untuk ngasih nih kalung sama nya,


__ADS_2