
Dita yang sebel dengan amarah langsung pergi dari lapangan dan langsung pergi kekantin.
"Dita mau kemana ya, kok marah gitu tuh muka. wahh enggak beres nih, apa gue susul aja ya?"zein berbicara dalam hati.
"Zein yang benar dong main basketnya kita udah kalah brapa angka sama kelas lain, emangnya loh kenapa sih?" kata rico.
"Ya maaf, gue enggak fokus karna gue lagi sakit perut, kalau gitu gue permisi ketoilet dulu ya?"
"Yaa sana tapi ingat jangan lama lama ya!
"Iya enggak akan lama kok, cuman sebentar aja!"
Zein pun berlari menuju ketoilet, tapi dia bukan ketoilet zein berbohong karna ia ingin menemuin dita kekantin yang sedang sendirian dengan wajah cemberut.
"Ehh ngapain loh disini sendirian, awas loh nanti kesambet hantu kantin baru tau!"
"Ehh dengar ya hantu tuh pada takut sama gue jadinya enggak akan kesambet kayak begituan?"
"Idih PD banget loh, kalau kesambet baru tau rasa loh!"
__ADS_1
"Udah deh, ngapain loh kesini jangan ganggu gue mending loh main basket aja sana?" sambil mengusir zein.
"Suka hati gue lah, mau main atau pun enggak kan gue kapten nya!"
"Ooo jadinya kalau loh kapten basket loh mau seenaknya aja gitu, enak banget hidup loh?"
"Yaa iya lah?"
"Mending loh urusan aja tuh calon istri loh, nanti kalau dia tau loh disini sama gue nanti dia marah marah enggak jelas pula?"
"Ehh dia itu bukan calon istri gue ya, dengar ya dia orang yang dijodohkan sama nyokap dan bokap gue, tapi guenya enggak mau!"
"BTW, loh mau ngapain sih disini, kalau loh kesini cuman mau mengganggu gue, gue hari ini enggak mood untuk berdebat sama loh?"kata dita.
"Gue kesini cuman mau bilang, loh ingat kan sama perjanjian kita pas hari itu kalau loh mau membantu gue pura pura jadi pacar gue. jadinya gue mau menagih janji loh itu?"
"Gue enggak mau, perjanjian itu dibatalkan aja. gue enggak mau nyarik masalah sama amarah?"
"Ooo jadinya loh mau melanggar perjanjian itu, yaudah loh Gkpp tapi loh masik ingat kan tentang denda jika salah satu diantara kita melanggarnya!"
__ADS_1
"Oo iya kalau salah satu diantara kami yang melanggarnya kami akan membayar denda sebesar 10 juta, kalau gue ngelangar itu uang dari mana gue. apalagi mamah dan papa enggak akan mengasih uang kalau gue meminta sebanyak itu, bukannya dikasih tembala dimarahin gue. (berbicara dalam hati).
"Gimana loh setuju atau loh mau membayar dendanya, itu terserah loh aja gue enggak akan memaksa?"
"Oke....gue mau jadi pacar pura pura loh, tapi ingat setelah orang tua loh membatalkan perjodohan itu gue enggak akan berusan sama loh lagi?"
"Oke..... deal"
Aku dengan terpaksa menyetujui perjanjian itu karna aku enggak ada jalan keluarnya lagi.
"Tapi ingat hari ini pulang kampus loh sama gue?"
"Enggak gue pulang sendiri aja, kalau gue pulang sama loh nanti amarah makin salah paham kegue lagi!"
"Ya justru itu bagus dong, loh gimana sih tujuan kita pura pura pacaran itu kan mau membatalkan perjodohan itu?"
"Tapi gue takut, gue enggak mau aja jadi perusak hubungan orang?"
"Udah tenang aja loh, gue janji kok loh enggak akan kena masalah gue akan bertanggung jawab semuanya. jadinya loh tenang aja"
__ADS_1
"Oke... gue mau ikut loh?"