
"Akhirnya, berhasil juga gue nyampurin cabai ke jus jeruknya"
"Emangnya enak gue kerjain loh zein. loh sih nyarik gara-gara sama seorang dita"
"Oke.... jeruk sudah jadi. jadinya kita antar kepemiliknya deh... ha... ha...?"
Dan akhirnya pun tida menyampirin zein. membawa pesanan yang dia suruh. tapi kali ini pesanan yang ia bawah berubah menjadi sangat pedas.
"Lama banget sih. cuman beli jus jeruk doang?"
"Ya. loh enggak tau ini kan kampus pasti rame lah banyak yang beli"
"Kalau enggak mau rame tuh disana kuburan"
"Sembarangan aja kamu kalau ngomong bawel"
"Terserah loh deh gue capek. bye"
Aku pun berhendak untuk pergi. tapi seketika tangan aku di pegang olehnya. aku begitu terkejut sampai aku tidak bisa berkata-kata lagi.
"Mau kemana kamu!"
"Ya, mau pergi lah. masik banyak urusan yang lebih penting daripada ngurusin kamu"
"Siapa yang bilang kamu disini enggak di perlu kan lagi"
"ehh... dengar ya. zein wijaya gue udah menurutin kata-kata kamu suruh belik jus. sepertinya enggak ada lagi urusan gue, sama kamu"
"Masik ada. apa kamu tidak ingat perjanjian yang kita setujui di lapangan tadi.apa mau gue ulangin lagi?"
"Enggak perlu ulangin lagi perjanjian itu. Oke.... gue akan nurutin semua perkataan kamu. sekarang mau kamu apa zein"
"Mau gue,loh harus nemenin gue minum jus disini!!"
"Yaelah. manja amat sih loh. eit.... jangan membantah kata bosnya"
"Terserah loh deh. gue capek"
"Gitu dong. harus nurut sama bosnya"
Akhirnya pun zein meminum jus pedas itu. aku merasa puas karena aku bisa membalas dendam gue ke dia.
"Cuihh..... cuih..... "
"Loh mau ngerjain gue ya. masak jus jeruk rasanya pedas banget lagi!!"
"Masak sih pedas. kayaknya aku masukan cabainya 5 sendok lah"
"Apa loh bilang 5 sendok. loh sengaja ya mau ngerjain gue"
"Kalau ia kenapa. mau apa loh.bye...."
"Dita....... Dita......awas kamu ya gue balas tenggok aja pembalasan gue nanti dita"
zein pun merasa kepedasan dan tiba-tiba amarah mantan zein semasa SMA pun menghampirinnya. amarah masih sangat menyukai zein tapi zeinya tidak menyukai amarah lagi. karena zein merasa sakit hati. karena pernah di dua kan olehnya.
"Zein.... kamu kenapa kok kepedasan gitu"
__ADS_1
"Gue, Gkpp.tolong ambilkan gue minum"
"Oke... sebentar ya?"
Beberapa menit kemudian amarah datang membawah kan zein minuman. untuk menghilangkan rasa kepedasannya,yang diakibatkan ulah dita.
"Ini aku sudah membawah kan minuman."
"Makasih ya!"
"Ya.....sama-sama"
"Akhirnya, pedas gue bisa teratasin juga?"
"Emangnya kamu kenapa zein.kok bisa kepedasan begitu?"
"Itu bukan urusan kamu. "
"Justru itu urusan ku zein. aku masih sayang,sama kamu"
"Udah deh. amarah kita enggak ada hubungan apa-apa lagi jadinya jangan ganggu gue lagi. dan sekali lagi makasih karena kamu udah menolong aku yang kepedasan!!"
"Ya. sama-sama. tapi aku akan terus berharap kalau kamu akan mau kembali lagi kepada ku zein"
"Terserah kamu. sekeras apa pun kamu berusaha gue enggak akan pernah jatuh lagi kelubang yang sama?"
Akhirnya zein pun pergi meninggalkan amarah sendirian. amarah begitu sangat sedih mendengar ucapan yang keluar didalam mulut nya zein sendiri.
"Meskipun zein menolak gue mentah-mentah. gue amarah akan terus berusaha untuk mendapatkan cintanya kembali"
Dita begitu sangat bahagia melihat ekspresi zein,yang kepedasan tadi. tapi dilain tempat zein mencari -cari keberadaan dita. akhirnya zein menemukannya. tapi pada saat ia mau melangkah untuk mendekatin dita. Langkahnya seketika berhenti.mendengar ada yang memanggil namanya. lalu zein pun menenggok kebelakang dan ternyata yang memanggilnya adalah sahabat baiknya Rico &Jaka.
"Bro..... Bro..... "
"Kalian ada apa manggil gue, gue mau".
"Kemana dia menghilang cepat banget?"
"Zein. loh nyarik siapa"
"Bukan siapa-siapa.BTW kalian berdua ngapain lari-lari kayak gitu kayak orang dikejar-kejar setan aja?"
"kami berdua cuman mau tau kabar loh. setelah dihukum sama pak iwan!!"
"Gue baik-baik aja"
"syukurlah zein kalau kamu baik-baik aja. dan zein kabarnya yayang dita bagaimana kabarnya?"
"Rico..... Rico.... giliran cwek cantik aja cepat banget sih loh"
"Ya. namanya usaha .syirik amat sih loh Jak"
"Cwek resek itu. dia baik-baik aja kok"
"Syukur deh kalau yayang gue enggak kenapa-kenapa"
"Alay loh... Ric.jijik gue nenggoknya!!
__ADS_1
"Biarin"
Tanpa mereka sadarin bel pun berbunyi artinya menanda kan masuk ke ruangan masing-masing. Zein dan sahabatnya pun bergegas untuk masuk keruangan mereka. dan guru-guru pun mulai masuk untuk memberikan pelajarannya.
"Ini dia cwek resek yang tadi ngasih gue jus cabai"
"Kenapa loh.nenggok gue kayak gitu, suka loh?"
"Apa loh bilang,suka sama loh amit... amit gue!!"
"Gue cuman mau bilang urusan kita belum selesai. perperangan ini dimulai dari sekarang".
"Ingat ya juga. zein wijaya gue enggak pernah takut, dengan ancaman orang kyak kamu itu"
"Oke..... kita tenggok aja nanti siapa yang akan menang dan Siapa yang akan kalah Dita. "
"Oke."
"Dan satu lagi cwek resek. kamu masih ada perjanjian sama gue dilapangan tadi!!!
"Oke.zein wijaya gue terima dengan senang hati pertarungan kita!!.
"Bagus kalau kamu menerimanya"
"Selamat siang semuanya".
"Siang pak. (semua para siswa-siswa)
"Oke. kita mulai pelajaran kita hari ini.dan bapak ingat kan kepada kalian semua terutama zein dan dita. jangan ribut di pelajaran bapak oke.... "
"Baik pak. "(Kedua serempak menjawab)"
"Zein. loh sama dita ada perjanjian apa kok serius amat kayak nya"
"Gue. enggak ada apa -apa sama cwek resek kayak dia. udah kita lanjutkan belajar aja"
"Oke. kalau loh enggak ada hubungan apa-apa sama dia. soalnya kalau emang loh ada hubungan sama dita. bisa patah hati tuh Rico karna yayangnya kamu ambil"
"Tenang aja gue enggak suka kok cwek kayak dia. tipe gue tuh tinggi bukan kayak dia"
"Oke..gue tau itu kok. loh kalau suka sama cwek pasti yang harus sempurna dimata loh kan".
"Ahhh.... itu loh tau."
Akhirnya. bel pulang pun tiba
"Semuanya sepertinya bel sudah berbunyi. kita sudahin belajar kita hari ini ya"
"Oke pak(siswa-siswa)
"Akhirnya pulang juga"
"Di. gue duluan ya?"
"Ya. Lala hati-hati"
"sip.... ".
__ADS_1
Lala adalah teman dita sekarang. mereka baru saling mengenal beberapa jam yang lalu. menurut dita meskipun baru mengenal lala, dita merasa sangat nyaman dengannya. karena lala orangnya suka becanda. tanpa sadar dengan candaan lala dita merasa bisa ketawa dengan lepas.