Cinta&Benci

Cinta&Benci
BAB 22


__ADS_3

Pada saat zein mulai terlelap dari tidurnya, gue mencari kesempatan untuk kabur dan menghindar dari nya. gue malas banget ditemanin diruangan bersamanya. Namun sebelum aku pergi, dengan sedikit keusilan gue, gue mengerjainnya dengan mencoret mukanya pakai tinta hitam. "Lucu banget sih loh kalau mukanya kayak gini kayak badut?"(kata gue yang merasa sangat puas banget).


"Maaf ya zein, gue enggak bermaksud mengerjain loh. habisnya sih loh nyarik gara gara sama gue?"(kata gue sambil ketawa kecil meledek zein yang sedang terlelap tidur).


"Maaf ya zein, gue pergi dulu silahkan menikmatin tidur loh yang indah?"


Aku meninggalkan zein dengan penuh kepuasan karna mengerjainya kayak tadi. ketika gue berjalan meninggalkan ruangan Uks gue ketemu Alya.


"Dit, loh Udah sehatan dan loh kenapa kayaknya senang banget kayak gitu!"


"Gue hari ini senang banget, karna gue udah membalaskan dendam gue keseseorang?"


"Maksudnya apa balas dendam gue enggak ngerti!!"


"Loh enggak usah bingung Al, bentar loh akan tau siapa orangnya. mendingan kita kekantin aja, gue udah sangat lapar nih?"


"Yaudah ayok, gue juga belum makan"


Gue dan alya pun menuju kekantin untuk makan karna merasa begitu sangat lapar. ketika itu juga zein, terbangun dari tidurnya zein merasa sangat terkejut setelah melihat dita tidak ada ditempat tidur. ketika itu juga zein mencari dita kesana kemari, tapi zein tidak menyadarin bahwa mukanya penuh dengan tinta hitam yang diakibatkan ulah dita kepadanya. semua orang menertawakan muka zein, namun zein merasa bingung kepada teman temannya yang memperhatikannya.


"Orang orang ini kenak apa ya kok pada menenggokin gue kayak gini, dan menertawakan gue lagi?"(sahut zein yang merasa sangat bingung).


"Dimana lagi dita, kayaknya gue udah nyarik kemana mana tapi kok enggak ketemu, itu anak kok menghilang aja susah banget diatur!"


Para siswa yang ada disana masih menertawakan zein, ketika itu juga Rico datang menghampirin zein. Rico merasa sangat heran sekaligus menertawakan zein karna mukanya.

__ADS_1


"Astaga zein, muka loh kenapa, loh habis perang sama siapa kok kayak gitu!"


"Maksud loh apa gue enggak ngerti, gue heran kenapa semua orang kok menertawakan gue kayak gitu, padahal apa yang salah sama muka gue?"(sahut zein yang penuh dengan keheranan).


"Orang orang disini enggak salah, loh yang salah tuh muka loh?"


"Maksud loh muka gue jelek gitu,wah berani loh ngatain gue!"


"Mendingan loh ngaca di toilet sana, entar loh tau apa yang terjadi"


Zein yang mulai penasaran ucapan Rico, dengan cepat zein mulai berjalan menuju kekamar mandi. dengan seketika zein merasa sangat kaget melihat mukanya yang begitu ganteng, berubah menjadi badut yang menjelekkan.


"Astaga muka gue kok kayak gini, gue tau ini kerjaan siapa. Dita......... awas loh ya?"


sementara itu dita begitu sangat menikmati makanannya dan membayangkan kejadian yang tadi yang begitu sangat lucu.


"Dita...... loh tuh ya kenak apa loh buat muka gue kayak badut,sampai gue dipermalukan didepan banyak orang lagi!"


Dita yang mendengar ocehan zein,kepadanya dita tidak meresponnya dan hanya tersenyum sambil ketawa senang.


"Yaa sorry, habisnya sih loh mencari gara gara mulu sama gue. ya gue terpaksa melakukan itu!"


"Dit...benaran loh ngerjain zein kayak gitu,mimpi apa gue tadi?"


"Tapi zein loh tuh kayak gitu cocok tau enggak, tembala makin ganteng."(sambil menertawakan zein dengan puas)

__ADS_1


"Ganteng dari mana, bukan nya ganteng tapi kayak badut kesasaran tau enggak"


"Tenggok aja gue akan balas dendam ke loh?"(sahut zein kepada gue)


"Silahkan saja gue enggak takut?"


Zein pergi meninggalkan dita dan alya, yang sedang berada dikantin. zein begitu sangat marah kepada dita karna udah membuat mukaya kayak begitu. ketika itu


dita dan alya masuk kekelas karna sudah bel masuk. Jam pelajaran pun akhirnya selesai, para siswa mulai berpulangan satu dengan yang lain. sementara, itu dikampus cuman ada dita dan alya yang sedang menunggu taxsi online.


"Dit, taxsinya lama banget sih datangnya, udah panas banget lagi cuacanya?"


"Yaa sabar dong, kalau penumpang itu harus sabar!"


"Sabar ya sabar, tapi ini udah lama banget kita menunggunya?"


Yang ditunggu tunggu pun datang juga.


"Akhirnya datang juga tuh taxsi?"(sahut Alya).


"Yaa, yaudah ayok kita berangkat?"


"Lets go!"(sahut keduanya)


Dita dan Alya yang berada di taxsi online itu, menuju untuk pulang kerumah mereka masing masing. sementara itu rumah alya yang tidak begitu jauh dari rumah dita sampai duluan, tinggal dita di taxsi online itu.

__ADS_1


__ADS_2