
"Yuadah gue ngerti kok perasaan loh, daripada sedih yang enggak jelas mending loh ikut gue aja yok?" sahut zein kepada ku.
"Mau kemana!"
"Udah nanti loh tau sendiri gue ngajak loh kemana!"
Aku pun menerima tawaran zein pergi kesuatu tempat, aku tidak tau zein mau bawak kemana. akhirnya kami sampai juga di sebuah danau yang begitu indah.
"Ngapain loh bawak gue kesini zein?"
"Ya mau frefesing lah mau apa lagi?"
"Kebetulan ada sampan ini naik yok"
"Enggak ah gue takut, nanti kalau jatuh gimana gue enggak mau apalagi gue kan enggak bisa berenang!"
"Kan ada gue disini, loh tenang aja enggak akan ada apa apa?"
"Enggak ahh kalau loh mau naik sampan naik aja sana jangan ngajak gue, gue enggak berani seram tau?"sahut ku.
Aku terus dan terus menolak zein, tapi zein tidak mau mengalah dan zein terus memaksaku dan mengendongku menuju sampan itu.
"Zein gue enggak mau gue takut, turunin gue dari sini?"
"Hussss..... berisik, kalau loh enggak mau jatuh mending diam?"
__ADS_1
"Loh itu ya bisa nya maksa orang aja, udah tau gue enggak mau naik masih aja loh paksa gue!"
"Mending loh berdiri deh, udara begitu sangat asik tau!"
"Enggak ahhh jangan kan berdiri duduk aja gue enggak berani, bisa bisa gue jatuh kalau berdiri?"
"Enggak akan jatuh loh tenang aja, kalau loh enggak mau berdiri yaudah gue paksa loh berdiri!"
"Oke..... gue akan berdiri?"
Aku pun menurutin perintah zein untuk berdiri, emang benar kata zein udaranya begitu sejuk jika kita berdiri sambil menghirupnya.
"Gimana enak kan udaranya begitu segar?"
"Ya zein udaranya segar banget, seketika beban yang selama ini aku rasakan seketika hilang tiba tiba!"
"Bukan gue enggak nurut gue takut jatuh apalagi gue enggak bisa berenang!"
"Menurut loh itu kayak gitu, tapi kenyataannya enggak kayak gitu. aku mau kamu menghilangkan semua ketakutan kamu selama ini!"
"Bagaimana caranya apa bisa menghilangkan ketakutan gue seketika, kayaknya enggak mungkin deh!"
"Bisa dong loh mau tau caranya, caranya adalah loh teriak sekeras mungkin biar plong, gue yakin pasti ketakutan loh selama ini akan reda!"
Aku pun menjerit sekeras mungkin untuk mengilangkan rasa takut ku selama ini, benar kata zein setelah aku berjerit kayaknya didalam hatiku terasa plong. tanpa ada beban sekali maupun rasa takut yang ada.
__ADS_1
"Bagaimana loh tau cara kayak gitu zein"
"Ya tau lah, apa yang zein enggak mengetahuinya pasti gue tau lah?"
"Makasih ya zein, loh udah banyak membantu gue selama ini?"sahutku kepada zein.
"Ya sama sama, gue juga makasih ke loh karna loh juga udah banyak membantu gue, sampai dikeluarkan dari kampus!"
"Berarti kita impas dong?"
"Iyaa impas......... "
"Yaudah yok zein balik udah jam 2 siang nih, jam pulang kampus?" sahutku sambil ketawa.
"Iya ayok........?"
Aku dan zein pun keluar dari danau, lalu pergi menuju rumah.
"Akhirnya sampai juga kepinggir danau?"
"Iya..... capek juga ya dayung nya, loh berat juga ternyata ya?"
"Enak aja loh bilang gue berat, kalau loh bilang gue berat berarti gue gendut dong?"
"Iyaa.... jadi apa lagi"sahut zein sambil ketawa.
__ADS_1
"Sembarangan aja loh ngomong?"sahutku sambil merengut.