Cinta&Benci

Cinta&Benci
BAB 17


__ADS_3

" Ehh.... tunggu zein, makan dulu yok sama tante"


"Enggak usah tante, terima kasih saya enggak enak takut ngerepotin"


"Yaa enggak Ngerepotin dong, tembala tante senang kalau kamu mau makan bareng sama kami"


"Yaudah,tante Om kalau enggak ngerepotin?"


Sementara itu zein sedang menikmatin makanan dimeja makan bersama orang tua dita. sementara, itu bik ina sudah menyiapkan makanan khusus untuk dita.


"Bik ina tolong bawakan ini kekamar dita ya?"


"Baik buk..... "


"Permisi nak dita, boleh bibik masuk?"


"Yaaa bik, silahkan"


"Ini Nak dita makanannya"


"Bubur lembek lagi, dita enggak suka makan bubur bik?"


"Maaf, nak dita tapi ini disuruh mamahnya nak dita. harus makan bubur ini?"


"Yaudah bik.taruh disitu aja?"


"Yaudah kalau begitu bibik pamit keluar dulu.


"Yaaa bik"


"Ihhh apaan sih mamah, masak anaknya disuruh makan kayak begini, sementara itu zein dimeja makan. makannya yang enak enak, kan gue udah sehat"


"Apa gue pesan aja pizza ya, apalagi gue sangat lapar lagi?"


"Tapi kalau ketahuan mamah bagaimana ya, pasti mamah enggak mengizinkan juga aku makan yang berat berat dulu"


"Ahhhh... aku punya ide, aku suruh aja bik ina"


"Bik ina mau bantu saya?"


"Bantu soal apa ya Non!!


"Gini bik tapi bibik janji dulu jangan bilang sama siapa pun"


"Yaaa bibik janji, emangnya nak dita minta bantuan apa!!


"Saya pesan pizza, jadinya nanti kalau pizzanya datang, entah ketahuan mamah ataupun siapa aja yang nanyak pizza siapa itu, bibik bilang aja punya bibik.


"Tapi saya takut ketahuan sama ibu dan bapak"


"Bibik enggak usah khawatir soal itu saya akan tanggung jawab.?


"Yaudah nak dita, bibik akan membantu nak dita?"


"Makasih bik"


"Yaa nak dita sama sama"


"Nak dita mau ngapain sama bubur itu, udah bibik tenang aja. nanti bibik tau"


"Loh Nak dita, kok buburnya dibuat. kan mubajir?"


"Yaa Mubajir ya mubajir, kalau saya enggak doyan bagaimana bik?"

__ADS_1


"Iyaaa juga ya Nak dita!!


"Nah bik buburnya,kan udah habis. jadi bibik kalau ditanyak sama mamah udah dimakan apa belum buburnya. bibik bilang aja udah ya"


"Yaa Nak dita.kalau begitu bibik permisi dulu ya"


"Oke..... bik?"


Akhirnya apa yang ditunggu dita pun datang juga


"Permisi..... atas nama buk ina?"


"Yaa saya, silahkan buk tanda tangan disini?"


"Ooo ya pak, makasih ya?"


"Bik siapa yang datang. dan itu apa"


"Ooo ini pizza pesanan saya buk?"


"Yaudah buk kalau begitu saya permisi kedapur dulu?"


"Yaa, ooo ya bik dita udah makan bubur nya?"


"Udah buk, barusan aja dita sudah menghabiskan buburnya"


"Kayak gue enggak percaya kalau pizza itu pesanan bik ina.ada yang enggak beres nih"


"Maaf tante, kalau boleh zein permisi ketoiletnya. toilet disebelah mana ya?"


"Oooo toiletnya disebelah sana, kamu lurus aja nanti belok ke kiri disitu toiletnya?"


"Yaa tante makasih"


"Dugaan gue benar pizza itu punya dita bukan bik ina, masih aja anak itu bandel ya,tenggok aja apa yang aku lakukan"


"Permisi..... nak dita, ini bibik udah bawak pizzanya"


"Bik ina..... ya bik silahkan masuk, enggak dikunci kok?"


"Mana pizzanya bik"


"Ini Nak dita pizzanya, aman kan bik enggak ada yang curiga"


"Aman Nak dita. kayaknya enggak ada yang curiga"


"Syukurlah, makasih ya bik udah mau membantu saya. pokoknya bibik in the best lah?"


"Ya nak dita.bibik senang kalau bisa menbantu nak dita"


Ketika dita ingin memakan pizzanya, pintu kamarnya tiba tiba terbuka. dan ternyata itu adalah zein.


"Bagus.....loh dibilangin bandel banget,loh ngapain pesan pizza. pikirnya gue enggak tau kalau loh yang pesan pizzanya itu bukan bik ina. gue akan bilang semuanya sama ortu loh"


"Zeinnn.... please, jangan bilang sama mamah dan papa gue ya. gue enggak mau bik ina kena salah juga gara gara gue?"


"Tapi orang tua loh harus tau, gue enggak mau berbohong?"


"Zein please... gue janji akan menurutin kata kata loh deh, asalkan loh enggak bilang ke ortu gue?"


"Oke. gue enggak akan bilang ke mamah sama papa loh, tapi dengan satu syarat."


"Syarat apa gue akan menurutinnya"

__ADS_1


"Syaratnya adalah loh harus makan bubur ini, yang gue biat khusus untuk loh?"


"Bubur enggak ah. apa enggak ada yang lain selain makan bubur.


"Yaudah itu terserah loh aja, kalau enggak gue bilang nih sama semuanya"


"Oke... gue akan makan bubur ini tapi loh janji enggak akan bilang?"


"Yaaa gue janji?"


"Sebenarnya malas banget gue makan tuh bubur, tapi mau bagaimana lagi. kalau gue enggak menurutinnya dia akan bilang ke mamah papa, nanti bik ina juga yang disalahain(berbicara dalam hati)


"Udahh gue udah menghabiskan buburnya, puas lohhh"


"Oke. bagus dehh?"


Tiba tiba mamahnya dita datang kekamarnya.


"Ehhh sayang, kamu makan bubur lagi ya. seperti kamu sangat menyukai buburnya sampai sampai nambah lagi?"


"Yaa tante kayaknya dita begitu sangat menyukainya"


"Yaaa zein, kalau begitu mamah besok akan membuatkan lebih banyak lagi bubur untuk kamu, bagaimana?"


"Apa mah, enggak usah mah?"


"Yaaa tante saya setuju.supaya dita cepat pulihnya"


"Betul kamu zein"


"OMG. jangan kan makan yang lebih banyak lagi, makan yang sedikit aja gue udah rasa mau muntah. ihhh apaan sih zein ikut ikutan aja(berbicara dalam hati)


"Yaudah sayang, kalau begitu mamah mau pergi dulu ya."


"Emangnya mamah mau kemana?


"Mamah ada urusan di kantor yang harus mamah kerjakan?"


"Yaaa Mahh"


"yaudah tante kalau begitu juga, zein permisi pamit pulang dulu ya?"


"Yaa zein. makasih ya, kapan kapan kamu main kemari lagi ya kalau ada waktu?"


"Pasti tante dengan senang hati.


"Dit, gue pamit pulang ya. semoga loh cepat sembuh dengan makan bubur yang banyak?"


"Yaudah sana pulang, pulang aja enggak usah ceramah?"


"Asalamualaikum tante Om"


"Walaikumsallam salam zein?"


zein pun udah pulang, dan mamah sama papanya dita pun sudah berangkat kekantor. tinggal dita sendirian bersama bik ina dirumah sebesar ini.


"Akhirnya, gue bisa tenang sebentar. zein idah pulang?"


"Tapi kalau dipikir pikir ngeri juga ya, kalau benar mamah mau membuat kan gue bubur lebih banyak lagi. bisa bisa gue mati berdiri bukan karna penyakit, tapi karna kelebihan makan bubur. apa yang harus gue lakukan ya."


"Lama lama didalam kabar bosen juga, enggak ada hiburan. mending gue keluar nongkrong di kafe bersama yang lain, kan gue udah lama enggak nongkrong bareng. tapi bagaimana caranya agar enggak ketahuan sama mamah dan papa nanti pulang."


"Dita sekrang loh harus mikir bagaimana caranya agar tidak ketahuan.kenapa sih otak gue enggak bekerja pada saat dibutuhkan."

__ADS_1


__ADS_2