Cinta Berkedok Persahabatan

Cinta Berkedok Persahabatan
Episode 13


__ADS_3

Sesampainya di ballroom hotel, semua mata tertuju pada kedua pasangan yang berbeda usia itu, mereka tampak serasi dan mesra satu sama lain dengan menggandeng pasangan masing-masing.


Haya sebetulnya sangat tidak nyaman diperhatikan seperti itu, tapi arfha dengan cepat menggenggam tangan haya, “Sayang, jangan gugup, ada aku,” ucap arfha yang berhasil menenangkan haya.


Mereka berempat pun menyapa nenek farida yang sedang berulang tahun, mengucapkan selamat dan mengobrol, “Kamu sekretaris nya arfha kan?,”tanya farida begitu melihat haya.


“Iyah nyonya, saya sekertarisnya arfha, selamat ulang tahun nyonya, semoga selalu diberi kesehatan dan kebahagian,” ucap haya.


“Ah iyah terima kasih,”


“Oma, gadis itu sepertinya selalu menempel pada arfha, dia bilang sahabatnya arfha tapi setiap rania ketemu arfha pasti ada dia,” bisik rania yang sangat kesal melihat haya yang selalu berdekatan dengan arfha, berbeda dengan sikapnya pada rania, arfha selalu terlihat tersenyum bahkan tangan arfha selalu menyentuh haya entah itu menggenggam tangannya atau pun merangkul pinggang haya.


“Sudahlah tidak usah dipikirkan, bukankah oma sudah janji mau menjodohkan kamu dengan arfha, jadi kamu tenang saja,” ucap farida.


“Iyah oma,”


“Hai, brother siapa ini, katanya mau nyari gadis yang di london itu tapi belum ketemu udah bawa gadis lain,” ucap reno adik sepupu arfha.


“Hai jangan sembarangan ngomong kamu bocah, dia ini kakak ipar kamu, gadis yang selama ini aku cari,”ucap arfha.


“Benarkah?, kamu haya wilson ?,” tanya reno pada haya.


“Iyah, aku haya wilson,” jawab haya.


“Kenapa dia bisa kenal aku arfh?,” bisik haya pada arfha.


“Karena reno yang nemenin aku nyari kamu ke london waktu itu,”jawab arfha


“Ohh begitu,”


“Heh, panggil dia kak haya, dia kakak ipar kamu,” ucap arfha pada reno yang langsung mendapatkan cubitan dari haya.

__ADS_1


“Iyah kak haya, salam kenal yaa,”


“Sama-sama reno, salam kenal juga,”


“Eh sepupu kamu emang banyak yaa arfh, beneran ganteng-ganteng lagi,” ucap haya spontan dan melupakan kalau arfha pasti cemburu mendengarnya.


Seketika arfha memeluk pinggang haya, “Harus bagaimana aku menghukum kamu haya?, apa aku harus mencium bibir kamu di sini?,” ucap arfha sambil mengencangkan tangannya di pinggang haya.


“Ahh maaf arfh aku salah, aku gak sengaja kamu tetap yang paling ganteng ko, kamu kan yang paling dewasa diantara semuanya,” ucap haya


“Sayang kenapa disini terus ayo ikut aunty sebentar, aunty mau kenalin kamu ke temen-temen aunty,” ucap renata yang tiba-tiba datang.


“Ayo aunty, haya ikut aunty sekarang,” ucap haya dengan segera menghampiri renata karena merasa terselamatkan dari cengkraman arfha.


Di depan panggung farida sudah siap dengan mic ditangannya, ternyata dia mengucapkan beberapa kata-kata terimakasih untuk para tamunya setelah itu dia menyampaikan akan menyampaikan sebuah berita bahagia.


“Hadirin yang terhormat seperti yang saya katakan tadi akan saya sampaikan berita bahagia yang datang dari keluarga kami, yaitu kami akan menjodohkan cucu tertua kami yaitu arfhatan gunadhya dengan putri dari tuan chandra yaitu rania chandra, untuk itu saya persilahkan ke atas panggung arfhatan dan rania,”ucap farida dengan lantangnya semua tamu pun bersorak dan bertepuk tangan.


Tak jauh beda dengan haya, arfha dan kedua orang tua nya pun sangat kaget mendengar ucapan farida yang tanpa mengatakan apapun sudah menentukan perjodohan putera mereka.


“Tidak...!!! Aku tidak menerima perjodohan ini,” ucap Arfhatan dengan lantang, lalu menarik tangan seorang gadis dari kerumunan tamu.


“Hanya dia yang akan menjadi Nyonya Arfhatan Gunadhya,” ucap arfha yang membuat semua orang di acara itu kaget.


“Dasar kamu wanita ******, kamu bilang kalian bersahabat tapi apa sekarang hah?,”.seru rania yang memang sudah kesal pada haya yang selalu menempel pada arfha, ternyata benar dugaan nya kalau hubungan mereka tidaklah biasa.


“Plakkk..”Arfha menampar rania, arfha tidak bisa menahan emosi nya begitu mendengar rania menghina haya, gadis yang sangat dia cintai.


“Arfhatan berani sekali kamu menampar putriku,!” teriak chandra yang langsung datang menghampiri putrinya yang diperlakukan kasar oleh arfha.


“Cukup arfh, turuti saja apa kata keluarga mu, aku gak mau mengulangi hal yang sama dengan mommy dan daddy ku arfh,” ucap haya dengan mata sudah berkaca-kaca , suasana seperti ini membuat haya kembali ke masa lalu, kejadian buruk nya di waktu kecil yang sering melihat kakek nya menolak ayahnya sebagai menantu.

__ADS_1


“Engga sayang, semuanya akan baik-baik saja, kamu mencintaiku kan?, Cuma itu tugas mu, yang lainnya aku yang akan urus,”


“Arfha kamu tidak bisa menolak keputusan nenek, semuanya sudah tertulis di wasiat kakek kamu, nenek berhak menentukan perjodohan kalian, dan juga berhak memasukan atau menghapus ahli waris keluarga gunadhya,” seru farida.


“Apakah aku masih membutuhkan semua itu?,” tanya arfha dengan sinis


“Aku sama sekali tidak membutuhkan kekayaan kalian itu, aku sudah memilih jalan hidupku sendiri, jadi aku tidak mau diatur oleh siapa pun apalagi soal pernikahan, berikan saja semua warisan kakekku itu pada cucu-cucu kandungmu aku sama sekali tidak membutuhkannya,” tegas arfha.


“Arfha,! Kamu sudah keterlaluan jaga bicaramu itu, nenek berhak menentukan yang terbaik bagi cucu-cucunya, memangnya gadis seperti apa yang kamu pilih itu?, siapa yang akan merestui kalian,” ucap ardi anak tertua farida adik tiri alvin.


“Aku, aku yang menyetujui hubungan arfha, siapapun tidak berhak mengatur pernikahan anakku, dia bebas menentukan siapa yang menjadi istrinya nanti,” tegas alvin.


“Benar, aku ibu dari arfhatan hari ini menegaskan, kalau menantuku hanya akan gadis yang dipilih oleh putraku, kami merestui mereka,” tambah renata.


Haya yang sudah sangat ketakutan dengan suasana memanas di ballroom itu, menjadi sangat tenang dan bahagia mendengar ucapan renata dan alvin. “Apakah ini akan berbeda dengan kisah mommy?,”pikir haya dalam hatinya.


“Arfh, bawa aku pergi dari sini arfh, semua ini mengingatkanku ke masa paling buruk di hidupku,” bisik haya sambil menangis pada arfha.


Dengan segera arfha meninggalkan ruangan itu, dengan merangkul haya.


Tak lama alvin dan renata pun pergi, tak ada yang berani berbicara lagi pada alvin karena memang kekayaan keluarga gunadhya sebagian besar adalah harta keluarga alvin dari pihak ibu kandung alvin.


Di dalam mobil perjalanan pulang haya hanya menangis, kenapa sampai bisa apa yang terjadi pada nya ini sama seperti kejadian kedua orang tua nya dulu. “Haya, sayang kamu jangan menangis, aku mencintai kamu, kamu jangan mendengarkan omongan orang-orang itu,” ucap arfha sambil menggenggam tangan haya.


Haya masih sangat jelas mengingat semua ejekan makian dan cemoohan keluarga arfha pada nya, ada yang mengatakan haya gadis yang tidak jelas asal usulnya, ada yang mengatakan haya hanya sekretaris arfha dan bukan dari keluarga kaya, sangat banyak omongan yang haya dengar dalam keributan tadi.


“Arfh, kamu sebaiknya ikutin kata nenek kamu, aku memang bukan siapa-siapa,”


“Gak ada yang bisa memaksaku haya, tidak siapapun, aku akan menikahi kamu, kamu menerima atau tidak kamulah yang akan menjadi istriku,”


“Enggak arfha, aku gak mau, sekarang antar aku pulang,”

__ADS_1


“Diamlah haya,” seru arfha dan tidak mendengarkan haya yang ingin pulang, arfha malah membawa haya kembali ke rumahnya.


__ADS_2