Cinta Berkedok Persahabatan

Cinta Berkedok Persahabatan
Episode 24


__ADS_3

"Aku akan hati-hati,,,sayang aku akan memulainya,aku sangat mencintaimu, haya wilson my beautiful wife,” bisik arfha, seketika rasa takut haya melemah mendengar arfha berkat seperti itu.


Arfha pun benar-benar kembali mulai mencumbui tubuh istrinya dan juga mulai menyatukan tubuhnya dengan haya.


“Aghhhh..mas..mas..arfh you hurt me,” ucap haya dengan suara parau karena menahan sakit yang amat sangat dia rasakan di bawah sana.


“Maafkan aku sayang, aku akan lebih pelan,”


“ahh..sakit..mas,,” haya tidak tahan untuk tidak merancau karena rasa sakitnya.


Begitu berhasil memasuki haya sepenuhnya, arfha terdiam sejenak untuk memeluk istrinya dan agar haya menyesuaikan diri dengan miliknya.


“Sayang maafkan aku,” arfha menempelkan dahinya di dahi haya.


“Aku menyakitimu,”


Haya menggelengkan kepalanya,”Ini hak mu mas, kata mamah hanya akan sakit awalnya saja karena pertama kali, tapi nanti gak akan sakit lagi,” ucap haya.


“Ibuku itu memang sangat ngebet untuk punya cucu sepertinya,”gumam arfha dalam hatinya.


“Iyah sayang mamah benar, apa kamu sudah baikkan sekarang?, apa aku sudah bisa melanjutkannya?,” ucap arfha di tengah kenikmatan yang dia rasakan arfha.


Haya pun mengangguk sambil tersenyum pada arfha. Tanpa basa-basi lagi arfha melanjutkan aksinya, haya yang masih merasa sakit hanya bisa mencengkeram bantal untuk sedikit membantunya.


Arfha yang melihat haya lalu menautkan tangannya pada tangan haya, “Cengkeram tanganku sayang, apa masih sakit?, gimana sekarang sayang?,”


Haya tidak bisa lagi menjawab arfha, rasa sakitnya tadi sekarang sedikit demi sedikit berubah menjadi rasa aneh yang tidak pernah haya rasakan sebelumnya, kenikmatan yang luar biasa hingga tak sadar haya pun mengeluarkan suara ******* yang sangat sexy di dengar arfha, membuat arfha semakin menggila menggerakan tubuhnya.


Akhirnya setelah sekian lama arfha mencapai pelepasannya. “Sayang...i’am coming..akghhhh,” ******* kenikmatan yang pertama kali untuk arfha tapi sudah sangat luar biasa dia rasakan, karena gadis yang dia miliki malam ini adalah gadis yang selalu dia impikan.


Keduanya kini masih terengah-engah akibat aktivitas panas yang telah mereka lalui.


“Mas,,apa kamu mau seperti ini terus,” ucap haya yang merasa terganggu dengan arfha yang masih berada di atasnya haya sangat takut arfha akan menyerangnya lagi.


Arfha pun perlahan bergulir ke samping haya, lalu menarik tubuh haya agar terbaring di dadanya.


Haya pun membenamkan wajahnya di dada arfha.


“Sayang kamu jangan terlalu banyak bergerak disitu, nanti aku..,”


“Nanti aku apa mas, apa kamu gak lihat aku masih ngos-ngosan,” celetuk haya.


“Hehehe, apa kamu haus sayang? ,”


“Iyah aku haus mas, laper juga,” jawab haya.


“Baiklah akan aku ambilkan,kamu tunggu sebentar,” ucap arfha lalu tanpa beban arfha pun dengan cekatan turun dari tempat tidur nya dan segera menuju ke kulkas.


Haya benar-benar dibuat melongo oleh arfha selain dari dia berjalan tanpa sehelai benang pun, haya lebih heran lagi dengan gerakan arfha yang sepertinya sudah tidak lelah lagi, sedangkan haya, sepertinya dia tidak akan bisa berjalan secepat arfha sekarang.


“Sayang kenapa kamu melihatku begitu?, kamu ini, sudah mencoba ajah baru suka, tadi kamu gak mau lihat tubuhku “


“ How do you do that?,”


“Apa nya?,”


“Your move,”


“Ah itu, memangnya kenapa aku kan laki-laki fit dan kuat, kalau aku lemah mana bisa nanti aku..memuaskanmu,” ucap arfha dengan membisikan kata memuaskanmu di telinga haya, kontan haya bergidik mendengarnya.

__ADS_1



“Ayo diminum dulu sayang,”


“Mas bantu aku, rasanya badanku sakit, terutama,”


“Terutama yang mana sayang?,” tanya arfha yang sebenarnya sudah tahu, tapi melihat haya yang sudah melotot arfha pun hanya bisa tersenyum dan membantu istrinya untuk minum.


“Sayang sepertinya kamu terlalu menggoda kalau hanya untuk tidur,”


“Maksud kamu apa mas?,”


“Bagaimana kalau kita lanjut bergadang sampai pagi?,” ucap arfha lalu masuk lagi kedalam selimut langsung mengukung haya.


Arfha tidak main-main dengan ajakannya, dia memang tidak membiarkan haya tidur nyenyak di malam pengantin mereka.


Haya yang memang terbiasa bangun pagi, seperti biasa subuh dia sudah bangun.


“Awhhh...mamah tidak bercanda, ternyata ini memang sangat sakit,”rintih haya ketika dia bangun tidur.


Lalu haya memegang tangan arfha yang sedang melingkar di perutnya, dan melihat wajah arfha yang sedang tertidur pulas.


Sambil duduk haya membelai wajah arfha, “Sekarang aku sudah jadi milikmu arfhatan, aku harap kamu akan selalu mencintaiku dan menjagaku selamanya seperti janjimu semalam,” ucap haya dalam hatinya.


Setelah puas melihat dan membelai wajah suaminya haya pun hendak beranjak dari tempat tidur, “Aduhhh...” haya tak kuasa untuk bangun karena sakit yang dia rasakan. Arfha yang mendengar suara haya pun terbangun, “Kenapa sayang?,” tanya arfha.


“Gak apa-apa mas, aku cuma mau ke kamar mandi,” jawab haya.


Arfha bisa melihat haya sedang kesusahan untuk bangun, arfha menyadari haya sedang kesakitan akibat malam indah yang sudah mereka lalui, arfha pun dengan celat turun dari tempat tidurnya dan menghampiri haya.


“Mas pakai baju mu dulu,” ucap haya yang langsung memalingkan wajahnya begitu melihat arfha yang tanpa sehelai benang pun di hadapannya.


Mereka pun segera membersihkan diri, dan melaksanakan shalat bersama untuk pertama kalinya, haya sangat bahagia sekarang dia sudah mempunyai imam dalam hidupnya, dan tidak lagi seorang diri.


Matahari semakin menampakkan dirinya, haya yang sudah berpakaian rapi segera menuju dapur, dia hendak memasak untuk dirinya dan arfha sarapan. Sedang suaminya sedang melakukan olahraga dengan alat-alat fitnnes yang tersedia disana.


Dari tempat fitnnes arfha dan dapur hanya ada dinding kaca yang menghalangi, arfha dapat melihat wajah istri cantiknya yang sedang memasak dari sana.


Tampak oleh arfha haya sesekali meringis saat berjalan, “Sayang maafkan aku, kamu masih kesakitan sepertinya,” gumam arfha dalam hati. Tak lama terdengar suara bell, haya yang baru selesai menata makanan di meja pun dengan perlahan hendak membukakan pintu.


“Sayang biar aku saja,” ucap arfha yang segera berlari begitu dia melihat haya akan membukakan pintu.


“Iyah mas,” jawab haya.


“Mamah,,papah,” seru arfha begitu membuka pintu dan melihat kedua orang tuanya disana.


“Kenapa kamu terkejut begitu, anak tidak tahu malu, semalam kamu malah kabur, sekarang gak ada sopan-sopannya awas kamu,” ucap renata lalu mendorong tubuh arfha dan masuk kedalam rumah.


“Mamah, papah,” ucap haya lalu dengan senang hati dan sekuat tenaga menahan rasa sakitnya haya menghampiri renata dan alvin.


Haya lalu mencium tangan alvin dan renata.


“Mah pah, udah sarapan belum? Kebetulan haya baru selesai masak, ayo kita makan bareng,”


“Sayang kenapa kamu cape-cape masak, memang kamu sudah baik-baik ajah?,” bisik renata.


“Gak apa-apa mah, habisnya di kulkas banyak bahan makanan, kan sayang kalau gak di masak,”


“Menantuku ini memang sangat baik, tuh lihat arfha kalau ada orang tua itu harus seneng kaya haya, bukan nya kaya kamu malah kaget seperti liat setan ajah,”

__ADS_1


“Hei arfh, bagaimana semalam apa sudah kamu lakukan tugas kamu?,” bisik renata yang kini sedang merangkul anaknya itu, seketika amarahnya hilang dan berganti dengan rasa ingin tahu yang tinggi.


“Mah, apa kamu pikir anak kita bisa melewatkannya,” ejek alvin


“Siapa tahu pah, dia kurang berfungsi,”


“Mamah sembarangan sekali, tentu saja udah, mamah gak lihat keadaan haya sekarang,” ucap arfha.


“Bocah gemblung, kamu gak usah seperti itu melakukannya, kasihan kan putriku,”ucap renata sambil menjitak arfha.


“Aduhhh sakit mah,” teriak arfha.


Haya yang melihat suami serta kedua mertuanya berbisik-bisik bertiga hanya tersenyum dari jauh.


“Sayang memangnya kamu berapa ronde semalam, mamah juga bisa lihat sepertinya haya kelelahan sekali,”


“Gak kehitung mah,” jawab arfha sambil nyengir kuda.


“Apa?!,” seru renata dan alvin bersamaan.


Arfha pun pergi meninggalkan kedua orang tuanya untuk ke meja makan memeluk haya dari belakang, “Sayang kamu masak apa?,”bisik arfha di telinga haya.


“Pah sepertinya kita bakalan cepet punya cucu, untunglah anak kita sangat hebat, setelah semalaman lembur bahkan dia bisa langsung ngegym paginya,”


“Iyah siapa dulu papahnya,”


“Kamu ini, sudah ayo kita sarapan dulu,” ucap renata lalu menuju meja makan.


Setelah makan bersama, alvin dan renata pun berpamitan pada haya dan arfha, mereka akan menuju jakarta pagi ini juga.


“Sayang, mamah pulang dulu yaa , semoga kalian selalu bahagia, jangan lama-lama bulan madu nya nanti mamah kangen,” ucap renata


“Iyah mah, haya juga gak mau lama-lama, disini sepi,”


“Sepi kan lebih leluasa sayang,”


“Dasar kamu suami mesum, awas yaa arfh jangan keterlaluan sama haya,” ucap renata


“Kalau gak keterlaluan kapan mamah punya cucunya dong,”


“Anak ini,,” seru renata kesal


“Sudahlah mah, namanya anak muda, ayo kita jalan pulang,” ajak alvin, mereka berdua pun pergi meninggalkan haya dan arfha berdua.


“Aaaaa...” teriak haya yang kaget tiba-tiba arfha menggendongnya.


“Kenapa mas?, aku mau membersihkan meja makan,”


“Sudah nanti saja sayang aku mau mandi, kamu temani aku yaa,” bisik arfha ditelinga haya.


“Kamu mandi ajah sendiri aku sudah mandi,”


“Iyah kamu mandiin aku,” arfha pun bergegas ke kamarnya dan langsung masuk kamar mandi.


“Mas aku tunggu kamu mandi di luar ajah yaa, aku sekalian siapin baju kamu,”


“Terlambat sayang,” ucap arfha lalu mengarahkan shower kepada haya, haya pun jadi basah kuyup di buatnya.


Haya berbalik dan melotot pada arfha.

__ADS_1


“Kemarilah gadis cantik, temani suamimu ini mandi,” ucap haya lalu menarik lengan haya dan langsung melahap bibir cantik istrinya itu. Lagi dan lagi haya sebagai istri hanya bisa mengikuti arfha, di tambah lagi haya memang ingin segera memiliki anak, agar bisa membahagiakan kedua mertua nya yang sudah sangat baik padanya.


__ADS_2