
“Aku akan mengirimkan text pada kekasihku, kalian berdoalah agar dia menjawab.. ya.. maka aku akan memberi kalian hadiah,” .
Ucap arfha yang dengan senang hati menerima ide dari para wartawan untuk melamar gia di acara konfrensi fers itu.
“Sayang hari ini di depan semua orang aku kembali bertanya padamu apakah kamu mau menjadi istriku ?,”
“Lihatlah aku sudah mengirimkan nya pada kekasihku, kalian bujuklah dia agar menerima lamaranku,”
Mendengar ucapan arfha itu para wartawan itu pun bergiliran berbicara.
“Nona tolonglah terima pak arfha dia sangat mengagumkan,”
“Benar nona bantulah kami mendapatkan hadiah, kasihanilah kami anda tahu kan gaji kami tidaklah besar hahahh,”
Semuanya silih berganti membujuk haya, haya yang menonton dirumah pun menjadi sangat bingung.
“Pintar sekali puteraku ini, sekarang kamu jadi terdesak kan sayang,” ucap alvin lalu tertawa
“Sudah sayang ayo balas dia, kamu terima saja, kalau engga nanti para wartawan itu akan bilang kamu pelit, hehe,” sambung renata
Alvin dan renata tak henti-hentinya ikut membujuk agar haya segera menjawab pesan arfha dengan kata ya, karena mereka juga tentu saja ingin membantu puteranya.
“Ya,.”
Haya pun membalas chat arfha.
“Aunty uncle semoga haya bisa pantas untuk arfha dan semoga aunty dan uncle tidak kecewa mempunyai menantu haya yang hanya seorang yatim piatu,” ucap haya sesaat pada alvin dan renata segera setelah membalas pesan dari arfha.
“Sayang kemarilah menantuku yang cantik, kami sangat bahagia, memiliki menantu gadis yang cantik dan baik seperti kamu sayang, benar kan pah?,” ucap renata lalu memeluk haya.
“Iyah mah, sayang kemarilah mulai sekarang kami adalah orang tua mu, panggil aku papah dan anutimu mamah yaa,” ujar alvin lalu mereka bertiga pun berpelukan.
“Yeahhh...dia menerimaku, dia sudah menjawabnya, kalian sangat beruntung, terimakasih bantuan kalian, catatkan nomor rekening kalian masing-masing dan berikan pada asistenku, aku akan mengirimkan kalian hadianya, juga aku akan memberi kalian sebuah laptop terbaru dengan fitur terbaik untuk membantu pekerjaan kalian,” ujar arfha dengan semangat lalu meninggalkan ruangan itu.
Seluruh wartawan pun berteriak bahagia dan mengucapkan selamat serta terimakasih pada arfha.
Arfha yang sangat bahagia bergegas ingin pulang dan menemui haya.
Sedangkan di rumah mereka masing-masing farida dan keluarga chandra terlihat sangat emosi dengan semua yang dilakukan arfha.
“Dasar pria bodoh, bagaimana bisa dia menolakku demi gadis gak jelas seperti itu,” teriak rania yang sangat kesal dengan keputusan arfha.
“Sudahlah sayang, dia laki-laki bodoh yang Cuma mengandalkan cinta, kamu bisa mendapatkan yang lebih,” ujar rany ibu dari rania puteri bungsu keluarga chandra.
“Tapi mah, aku sudah suka dengan arfha, dari pertama aku lihat arfha aku merasa dia berbeda dari yang lain,” jawab rania
__ADS_1
“Tapi dia sudah melamar gadisnya, dan mamah rasa dia tidak bisa ditekan oleh keluarga gunadhya,”
“Aku akan memikirkan cara lain mah, mamah cukup mendukungku,”
“Tentu saja sayang,” ujar rany yang memang selalu mendukung apapun yang dilakukan puterinya terlepas itu salah ataupun benar.
Di kantor arfhatan yang sedang berbahagia dan segera ingin menemui haya pun harus menunda niat nya itu karena ternyata pekerjaan nya tidak bisa menunggu, belum lagi beberapa rekan bisnis nya yang ingin menanyakan kebenaran berita soal afha dan juga mereka ingin memastikan kalau segala sesuatu nya tidak akan berdampak pada pekerjaan mereka.
Sudah hampir pukul sembilan malam pekerjaan arfha baru selesai, dengan wajah lesu arfha meninggalkan ruangan nya.
“Ardi terimakasih sudah menemaniku lembur hari ini, aku sudah mentransfer bonusmu, aku pulang dulu,” ucap arfha
“Wahh terimakasih banyak boss, owhh iyah saya hampir lupa, selamat yaa boss, salam untuk nyonya, nanti kalau menikah jangan lupa saya diundang yaa boss,” ucap ardi
Seketika senyuman muncul di wajah lelah arfha, “Terimakasih ardi, tentu saja kamu akan aku undang, bahkan mungkin kamu yang akan mengurus pernikahanku,” ucap arfha lalu segera pergi karena sudah tidak sabar ingin menemui haya.
Sesampainya dirumah arfha melihat ayah dan ibu nya sedang menonton televisi di ruang keluarga tapi arfha tidak melihat haya disana.
“Sayang kamu sudah pulang, selamat yaa sayangku akhirnya kamu dan haya akan menikah, mamah sudah gak sabar pengen cucu, jangan lama-lama yaa sayang bilang mamah kalau sudah punya waktu yang cocok mamah pasti menyiapkan semuanya dengan baik,” cerocos renata sambil memeluk putera semata wayangnya itu.
“Makasih mah, arfha sih mau nya cepet mah, besok kalau bisa, tapi arfha tanya haya dulu mah,, owh iyah haya kemana mah?,”
“Dia baru ajah pamit ke kamar, sepertinya haya tidak terbiasa tidur larut malam, “
“Iyah sayang, pergilah,”
“Heiiii,,,inget arfha kalian belum nikah, gak usah pake mau tidur di kamar haya segala kamu ,” seru alvin pada puteranya itu.
“Ko papah bisa tahu kalau arfha punya niat tidur dikamar haya?,”
“Karena kalian ayah dan anak isi otaknya sama, sudahlah cepet temui haya takutnya haya keburu tidur tapi awas kamu jangan macem-macem,” ujar renata
“ Iyah mah arfha gak akan macem-macem ko, arfha juga tahu batasannya,”
“ Tahu sih tahu tapi kalau udah berdua siapa yang tahu,”
“ Pah kamu ini gak percaya banget sama anak sendiri,”
“ Tentu saja, tapi untunglah aku percaya pada menantuku,” ujar alvin
Arfha pun hanya tersenyum lalu berlari menuju kamar haya.
“ Lihatlah, bagaimana bisa percaya, dia sampai berlari begitu,”
“ Sudahlah pah, namanya anak muda,”
__ADS_1
Sesampainya di kamar haya, arfha mengetuk-ngetuk kamar haya dengan rusuh sampai-sampai haya yang hendak tidur pun terganggu dan segera membuka pintu kamar nya.
“Arfh...bisa kan pelan sedikit ketuk pintunya,” ucap haya tapi arfha tidak mendengarkan arfha segera memeluk haya dan masuk ke kamar haya dengan satu tangannya menutup pintu kamar itu.
“Terimakasih hay,. Akhirnya kamu menerimaku,” ucap arfha sambil mempererat pelukannya pada haya.
Haya pun tersenyum mendengar ucapan arfha dan membalas pelukan arfha dengan hangat.
“Arfh maaf yaa, pasti gara-gara aku kamu jadi lembur, kamu pasti sangat lelah, kamu udah makan belum arfh ?, ” ucap haya, arfha yang mendengarnya pun segera melepaskan pelukannya tapi tetap masih merangkul pinggang ramping haya dengan kedua tangannya.
Dengan sengaja arfha memasang wajah lelahnya karena ingin sekali di manja dan diperhatikan oleh haya.
“ Iyah sayang aku sangat lelah hari ini, tapi bukan gara-gara kamu ko, memang pekerjaanku tadi sangat banyak,” ujar arfha dengan tampang lemas nya.
“Oh yaa, maaf tadi aku gak di sana buat bantuin kamu, terus kamu udah makan belum ? Aku ambilin makan yaa kalau belum,”
“Udah ko sayang tadi ardi beliin aku makan,”
“Oh syukurlah, yasudah sekarang kamu mandi terus istirahat yaa arfh, biar besok badan kamu seger lagi, aku siapin minuman rempah buat kamu yaa, biar badan kamu seger,” ucap haya sambil melepaskan kedua tangan arfha dari pinggangnya.
“Iyah sayang, aku tunggu kamu bikin minuman rempahnya sayang,”
“Baiklah, aku buatkan sekarang,” ucap haya lalu bergegas ke dapur.
Begitu haya pergi ke dapur dengan cepat arfha berlari ke kamarnya dan segera kembali ke kamar haya dan kebetulan renata dan alvin juga akan menuju ke kamar tidur mereka.
“Heii kenapa kamu lari-lari begitu?,” seru alvin
“Ehh papah, gak kenapa-kenapa ko pah,” jawab arfha sambil menyembunyikan sesuatu di belakang punggungnya
“Apa itu arfh?,” tanya renata
“Ahh..ini bukan apa-apa mah,”
“Itu sepertinya piyama dan handuk mah,” ucap alvin
“Aduh udah yahh mah pah, nanti haya keburu masuk ke kamar nya lagi, arfha mau numpang mandi disana,”
Arfha lalu berlari lagi menuju kamar haya, alvin dan renata hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan anaknya itu.
“Mah sebaiknya pernikahan arfha segera kita percepat,”
“ Iyah pah, keadaan nya sungguh sangat mengkhawatirkan,”
Alvin mengangguk mengiyakan ucapan istrinya itu.
__ADS_1