Cinta Berkedok Persahabatan

Cinta Berkedok Persahabatan
Episode 17


__ADS_3

“Brengsek siapa yang berani melakukan ini?, sayang kamu tenang saja ya, kamu jangan sedih aku bisa mengatasi ini,” ucap arfha pada haya.


“Wanita gila itu berani sekali berbicara macam-macam tentang mu dan mengatakan aku tunangannya, lihat saja yang bisa aku lakukan,”


Haya hanya diam melihat arfha yang sedang sibuk menelepon kesana kemari. Entah apa yang dirasakan haya yang pasti haya akan malu menghadapi cemoohan orang dan pandangan orang-orang padanya.


“Sayang aku sudah mentake down beritanya, kamu jangan sedih yaa sayang, besok aku akan mengadakan konferensi pers untuk meluruskan semuanya,” ucap arfha


Haya benar-benar bingung harus mengatakan apa, sudah pasti berita itu sekarang sudah menyebar ke seluruh kantor, bagaimana haya harus menghadapi semua nya.


“Sayang katakanlah sesuatu, kamu jangan diam begini sayang,” ucap arfha yang kini sedang berjongkok dan menggenggam tangan haya yang sedang terduduk di sofa.


“Aku sangat bingung arfh, aku harus bagaimana menghadapi ini,”


Tak lama haya mengatakan itu, terdengar suara pintu ruangan arfha diketuk dengan terburu-buru.


“Masuklah,” jawab arfha


“Pak, maaf saya menganggu, diluar banyak sekali wartawan yang ingin menemui pak arfha, tadi saya sudah mencegah mereka masuk dibawah,”


“Terimakasih ardi, kebetulan sekali aku akan menghadapi mereka, kamu tolong antar haya pulang kerumah ku melalui jalan lain, agar mereka tidak melihat haya,”


“Baik pak, mari nyonya,” ajak ardi pada haya.


“Sayang kamu pulanglah dulu dengan ardi, nanti aku menyusul,” ucap arfha sambil membelai lembut wajah haya kemudian arfha mencium pipi haya dengan lembut.


Haya hanya bisa menganggukkan kepalanya, terlebih karena dia malu sedang diperhatikan oleh ardi.


“Nyonya anda jangan sedih atau bingung, tuan boss pasti bisa menangani semuanya,” ujar ardi yang berusaha menghibur haya yang terlihat sangat kacau.


“Iyah ardi semoga saja,” jawab haya


Sesampainya di rumah arfha renata yang kebetulan sudah mengetahui semua berita itu langsung membawa haya ke kamarnya, untuk berbicara, dia sangat takut haya kembali mengingat soal orang tuanya.


“Sayang kamu baik-baik ajah kan?,” tanya renata


“Iyah aunty haya baik ko,”


“Sayang kamu jangan terlalu memikirkan masalah ini yaa,, kamu sudah makan siang sayang?,”


“Belum aunty, maafin haya aunty semua ini gara-gara haya, jadi keluarga aunty kena dampaknya,”

__ADS_1


“Sayang kamu jangan ngomong kaya gitu yaa, kamu adalah kebahagian buat kami, jangan dengarkan orang lain diluar sana, sudahlah aunty gak mau kamu berpikir yang tidak penting begitu, lebih baik sekarang kita makan yaa,”


Haya pun hanya bisa mengangguk menerima ajakan renata, tapi tak lama haya teringat kalau dia punya janji dengan kedua temannya untuk makan siang bersama.


Haya pun mengirimkan pesan kepada ara dan aline meminta maaf kalau dia tidak bisa menepati janji untuk makan siang bersama dikantin siang ini.


Aline dan ara pun memaklumi keadaan haya dan mereka berdua memberikan dukungan kepada haya. Mereka berdua percaya kalau haya tidak seperti yang diberitakan.


“Mah, haya kamu sudah pulang sayang?,” seru alvin yang baru saja sampai rumah dan mendapati istrinya dan haya sedang menuju ruang makan untuk makan siang.


“Iyah uncle haya baru saja pulang,”


“Syukurlah, uncle sengaja pulang cepat, uncle sangat khawatir sama kamu sayang,” ucap alvin sambil mengelus kepala haya.


Seketika haya menitikan air mata atas perhatian alvin dan juga renata, haya merasa benar-benar bahagia mendapat perhatian yang luar biasa dari kedua sahabat orang tua nya itu.


“Loh sayang kenapa kamu nangis?,” tanya renata sambil menangkup wajah haya dengan kedua tangannya.


“Haya gak apa-apa aunty, haya Cuma bahagia, haya bisa kenal sama aunty sama uncle yang baik banget sama haya,”


“Sayang kami kan bukan orang lain, kami sudah menganggap kamu puteri kami sendiri, kami ikut menggendong kamu dari kamu baru lahir, jadi sampai kapan pun, kamu bisa mengandalkan kami dalam setiap masalah kamu apapun itu,” ucap renata


“Terimakasih aunty uncle,”


Haya pun mengangguk dan segera menuju ruang makan untuk makan siang bersama kedua orang tua arfha itu. Setelah selesai mereka pun bergegas menuju ruang keluarga untuk menonton acara live konfrensi fers arfha yang di lakukan di aula kantornya.


Begitu renata menyalakan tv kebetulan acara yang hendak mereka tonton sudah dimulai.


Di sana tampak arfha sedang berdiri di podium panggung kecil di aula itu, dengan didampingi ardi yang selalu setia di sampingnya.


Arfha hanya memberikan tiga kesempatan kepada wartawan untuk bertanya, yang itu berarti mereka hanya boleh bertanya tiga pertanyaan kepada arfha siang itu.


Pertanyaan pertama pun di mulai salah satu wartawan sudah memegang mikrofon nya lalu dia bertanya pada arfha.


“Selamat siang pak arfhatan, pertanyaan saya adalah apakah benar saat ini anda memiliki hubungan dengan nona muda dari keluarga chandra dan juga gadis yang sekarang sedang ramai di beritakan dekat dengan anda?,”


“Baiklah pertanyaan pertama akan langsung aku jawab, aku harap kalian mendengarkan dengan baik, karena aku tidak akan mengulanginya,” ucap arfha tegas


“Aku Arfhatan Gunadhya tidak pernah mengenal dekat apalagi menjadi tunangan dari nona muda keluarga chandra itu, dan gadis yang sedang ramai diberitakan dekat denganku, dia memang adalah kekasihku satu-satu nya gadis yang aku cintai,” tegas arfha


Haya yang mendengarkan pernyataan arfha sangat bahagia juga malu karena dia menonton bersama kedua orang tua arfha.

__ADS_1


“Sayang, kekasih kamu itu sangat hebat,” seru renata pada haya


“Tentu saja dia seperti ku, laki-laki memang harus berani,” tambah alvin


Para wartawan pun bergemuruh dan ada yang bertepuk tangan mendengar jawaban arfha. Sekarang lanjut ke pertanyaan kedua salah satu wartawan pun sudah siap berbicara.


“Siang tuan Arfha saya mau bertanya, apakah benar gara-gara pemberitaan ini anda telah dihapuskan dari daftar calon pemimpin keluarga gunadhya, apa pendapat anda soal itu?,”


“Baiklah pertama kalian harus tahu, kalau pemimpin dan pewaris keluarga gunadhya adalah ayahku alvin gunadhya dia masih menduduki jabatannya dan keluarga gunadhya baik-baik saja jadi itu sama sekali tidak ada hubungannya denganku dan aku tidak terpengaruh sama sekali karena aku sudah memiliki perusahaanku sendiri,”


“Sombong sekali anak itu,” gerutu alvin mendengarkan jawaban arfha


“Hei jangan sembarangan ngomong kamu pah, dia anakku lihatlah dia memang hebat dia tidak butuh keluarga mu itu,” jawab renata yang tidak terima dengan ucapan suaminya.


Haya hanya tersenyum melihat alvin dan renata yang selalu beradu pendapat tapi mereka selalu tampak romantis dan harmonis.


Pertanyaan ketiga dan terakhir pun dibuka untuk satu orang wartawan terakhir yang terpilih untuk bertanya.


“Pak Arfha apakah kami boleh mengetahui tentang gadis yang anda cintai itu, dan apakah anda akan menikahinya seperti yang di gosipkan?,”


“Aku tidak bisa menjawab banyak tentangnya karena aku tahu dia tidak suka pemberitaan seperti ini, yang bisa aku katakan adalah dia adalah puteri dari sahabat ibuku sejak kecil jadi aku sudah mengenal nya dari kecil dan bisa dibilang aku mencintainnya dari kecil dia cinta pertamaku dan selamanya akan menjadi cinta dalam hidupku,”


Para wartawan kembali dibuat melting dan ikut berbunga-bunga dengan pernyataan cinta arfha.


“Dan untuk pernikahan, aku sebenarnya hanya tinggal menunggu dia mengatakan ya, aku pasti akan langsung menikahinya,”


Haya benar-benar di buat malu lagi dengan pernyataan arfha.


“Sayang ayolah terima arfha jadi suami kamu, kamu tahu aunty sudah gak sabar mau punya menantu, dan ada yang menemani aunty disini,”


Haya hanya tersenyum malu mendengar perkataan renata.


“Lamar...Lamar...lamar ajah sekarang pak arfha,” teriak beberapa wartawan dan kebetulan arfha mendengarnya.


“Sepertinya ide kalian sangat bagus, bagaimana kalau aku melamar kekasihku di acara ini, kalau dia menerimaku aku akan memberi kalian semua hadiah yang pantas,”


“Horeeeeeeeee....lamar...lamar....,” seketika ruangan pun menjadi heboh dengan para wartawan yang bersemangat akan mendapat hadiah dari arfha.


“Apa..apa yang akan dia lakukan?,” gumam haya dalam hati.


“Sayang pacarmu itu mau apa?,” tanya renata

__ADS_1


“Entahlah aunty,”


__ADS_2