Cinta Berkedok Persahabatan

Cinta Berkedok Persahabatan
Episode 2


__ADS_3

Di perjalan pulang ke rumah nya, renata terus memperhatikan putera nya arfhatan, renata bingung arfha sama sekali tidak menampakan kesedihan, padahal haya adalah sahabatnya satu-satunya dari kecil, karena arfha sangat sulit bergaul bahkan dengan teman sekolahnya pun arfha tidak pernah terlalu dekat.


"Sayang, apa kamu gak sedih haya pindah ke london?," tanya renata


"Engga mah, ini kan cuma sementara haya harus ikut mommy sama daddynya, nanti kalau arfha sudah besar dan sudah sukses kaya papah, arfha pasti akan cari haya buat arfha jadiin istrinya arfha mah," jawab arfha pasti


"Haha kamu ini ada-ada saja sayang, umur mu ajah baru delapan tahun sudah memikirkan istri," tambah renata


"Ga apa-apa dong mah, arfha gak mau yang lain harus haya, mamah sama papah setuju kan?, uncle edward ajah setuju," celoteh arfha yang entah kenapa perkataannya itu semakin seperti orang dewasa saja membuat renata menggelengkan kepalanya.


"Iyah-iyah sayang mamah setuju, haya kan anak sahabatnya mamah,"


"Kalau papah sudah pasti setuju dong, karena papah yakin kamu gak akan dapet yang lebih cantik dari haya arfh, hahaha," jawab alvin kemudian tertawa


"Bener kata papah haya memang yang paling cantik," ucap arfha lagi


Renata semakin dibuat puyeung kepalanya mendengarkan arfhatan anaknya ditambah lagi suaminya yang ikut-ikutan.


"Haya wilson," panggil seorang pria paruh baya bernama anton yang merupakan hrd di sebuah perusahaan swasta di kota jakarta.


"Iyah saya pak," sahut haya gadis cantik blasteran inggris indonesia yang kini sudah berusia 24 tahun itu, haya pun berdiri dan menghampiri anton.


"selamat bergabung di perusahaan kami, anita asisten saya akan mengantar kamu ke ruangan kamu dan menjelaskan tugas-tugas kamu disini,"


"Baik pak, terimakasih banyak pak,"


"Sama-sama bekerjalah dengan baik,"


Haya pun mengikuti anita pergi keruangan nya dan mendengarkan dengan baik apapun yang di ucapkan anita soal tugas-tugasnya dan lain-lain yang berkaitan dengan pekerjaannya itu.


Disisi lain seorang pemuda tampan dan gagah sedang frustasi dan bingung mendengar kabar kalau gadis yang sudah sepekan ini dia cari-cari ternyata sudah meninggalkan tempat tinggalnya dan tidak ada yang tahu keberadaannya.


"Haya, dimana kamu sebenarnya, pergi kemana kamu hay, aku disini sekarang hay, aku ingin menepati janjiku, tapi aku tidak menemukanmu," ucap pemuda itu sambil memegang kepalanya karena bingung harus mencari kemana lagi, gadis yang sedari kecil selalu dia rindukan itu.


"Bagaimana sayang apa kamu sudah menemukan petunjuk tentang keberadaan haya?,"


"Belum mah arfha belum menemukan apapun mah, tidak ada yang tau haya pindah kemana, terlebih lagi arfha sama sekali tidak tahu keluarga ataupun teman haya mah," Jawab Arfhatan Gunadhya yang sedang menerima telpon dari ibunya, demi untuk mencari haya dan memenuhi janji masa kecilnya, arfha pergi ke london mencari haya, sayangnya gadis yang dia cari sudah tidak ada disana.

__ADS_1


"Sabar yaa sayang, mamah percaya pasti kamu akan menemukan haya, sekarang lebih baik kamu pulang dulu, kamu sudah lama disana nak, tidak baik kamu meninggalkan tanggung jawabmu disini lama-lama, kamu baru saja merintis perusahaanmu sendiri sayang," bujuk renata pada puteranya satu-satunya itu.


"Iyah mah, lusa arfha pulang mah," ucap arfha dengan nada sedih


"Iyah sayang bersabarlah, kita pasti akan bertemu lagi dengan haya,"


"Iyah mah,"


Disebuah ruangan kantor yang berisi beberapa orang itu haya sekarang sedang fokus bekerja dimeja nya, walaupun terkadang haya terganggu dengan ucapan-ucapan teman sekantornya yang menganggapnya masuk lewat jalur belakang, tapi haya tidak mau menanggapinya, cukuplah dia bekerja dengan benar dan menghasilkan uang, hal-hal lain diluar itu haya tidak mau ambil pusing karena yang pasti, yang mereka desas-desuskan itu tidak benar sama sekali, jangankan mengenal orang belakang, di jakarta saja dia belum sebulan dan tidak mengenal siapapun.


Setelah hampir dua pekan arfha pergi ke london akhirnya hari ini dia pulang ke indonesia, "fa, lo mau pulang ke rumah atau ke kantor ?," tanya reno sepupu arfha yang menemani arfha pergi ke london selama hampir dua pekan itu.


"Aku mau ke kantor dulu ren, sudah lama aku gak ke kantor, pekerjaanku pasti sangat menumpuk," jawab arfha.


"Baiklah, aku pulang naik taxi aja kalau gitu, rumahku dan kantormu kan beda arah,"


"Yasudah, makasih ya ren,"


"It's ok bro," jawab reno kemudian reno pergi naik taxi untuk pulang ke rumahnya.


"Hei...hei sudah tau belum?," tanya seorang wanita pada teman-temannya disebuah ruangan.


"Hari ini, presdir kita pulang,"


"Ahh yang benar kamu rin?,"


"Iyah, sudah hampir dua minggu dia liburan kan, sekarang dia bakalan ke kantor lagi,"


"Wahh, kalau gitu setelah makan siang nanti kita harus baik-baik touch up nihh," jawab yang lainnya.


"Haya, kamu sudah tau belum kalau presdir kita itu ganteng banget, masih muda dan yang kerennya lagi masih single, hehe," tanya rina pada haya.


"Ohhh, aku belum tau," jawab haya


"Kalau gitu ayo cepet dandan yang cantik, jangan pakai masker terus begitu hay, siapa tau ditaksir sama presdir iya kannn," lanjut rina.


"Apa'an kamu rin, dia mah gak usah dandan juga cantik, orang cewek blasteran gak akan bisa dibandingin ama kita-kita, jadi udah deh biarin haya pake masker biar saingan kita berkurang satu," ucap erna yang memang selama ini yang selalu terlihat seperti tidak suka pada haya.

__ADS_1


"Hahah bener-bener haya memang cantik banget tapi kalau pun dia pakai masker dia tetep keliatan cantik ko, bahkan tetep lebih cantik dari kamu er," timpal ara yang merasa kasihan pada haya dan sudah sangat kesal pada erna yang suka bergosip soal haya.


"Apa maksud lo?, lo mau bilang gue jelek ra?," solot erna. "Gue sih gak nyimpulin seperti itu yaa, tapi kalau mau disimpulkan begitu juga silahkan," jawab ara lagi membuat erna semakin emosi dan menghampiri meja ara yang kebetulan berdekatan dengan meja haya.


"Hei er udah-udah apa an sih gak lucu kan berantem di sini nanti ketauan hrd bisa di sangsi kita semuanya," sela rina.


"Ra udah yaa," lerai haya pada ara teman sekantornya yang dekat dengan haya selama ini, hanya ara dan aline yang dekat dengan haya, ara dan aline tidak pernah mau ikut bergosip dengan erna dan yang lainnya, karena mereka itu sama saja, selalu menggosipkan satu sama lain dibelakang, jadi lebih baik buat ara dan aline untuk tidak terlalu dekat dengan mereka terlebih erna.


"Hei ada apa ini ngumpul-ngumpul begini, ayo pada balik ke meja masing-masing, pak presdir sudah dateng, apa kalian mau dipecat berjamaah, kalau tiba-tiba dia lihat kita lagi berkumpul dan bergosip begini," seru aline yang baru saja datang keruangannya setelah pulang dari kamar kecil.


"Hei ada apa sih barusan kenapa kalian kumpul-kumpul gitu, aku tinggal bentar udah rame ajah," tanya aline pada haya tapi malah ara dengan emosi yang menjawabnya.


"Itu tuh sih nenek sihir berulah lagi, gue heran tiap ada anak baru masuk dia selalu merasa tersaingi, gue masih inget tuh pas lo masuk sini lin, dia julitin lu juga kan, untung lo galak jadi ga berani lagi dia macem-macem, lah kalau haya,"


"Udahlah ra, aku bukan gak mau bales, tapi untuk apa, diemin ajah, nanti juga bosen sendiri," jawab haya


"ishh kamu mah hay, terlalu sabaran, dia gak bisa disabarin tau hay, " lanjut ara


"Bener ara hay, dia tuh suka sirik sama cewek cantik iyah kan ra?, secara aku ama ara tuh paling cantik disini, yaah sebelum kamu dateng, sekarang sih kamu yang paling cantik hehe," ucap aline sambil tertawa.


"Kamu ini ada-ada ajah lin, masa bisa begitu," ucap haya sambil tertawa kecil mendengar penjelasan aline soal erna.


"Beneran tau hay, dulu waktu kita-kita pertama masuk dia juga begitu,"


"Owhh yah,,yasudah kalau gitu memang itu udah sikap dia biarin ajahlah, gak usah dipikirin apalagi dilawan, buang-buang waktu," jawab haya


"ikhh si haya mah ga seru, terlalu sabar ah," ucap aline lagi


"Iyah ikhh," tambah ara.


"Haha kalian ini sudah-sudah ayo yang fokus kerjanya bukannya presdir kita udah dateng katanya, nanti takut dikira kerja kita gak bener,". Ucap haya.


"Owhh iyah-yah bener juga, yaudah kerja-kerja semangat," seru ara


"Semangat," timpal aline


"Pak, apa hari bapak mau mengecek ke setiap divisi?," tanya ardi asisten arfha. "Untuk hari ini sepertinya engga dulu di, waktuku sempit, mungkin aku akan mengerjakan pekerjaan yang sudah menumpuk dulu di kantorku," jawab arfha.

__ADS_1


"Baik pak,"


Arfa pun mulai mengerjakan semua pekerjaannya yang memang sudah menumpuk karena hampir dua minggu dia tinggalkan.


__ADS_2