
"Maaf apa aku mengagetkan kalian?," ucap arfha begitu masuk ruangan haya dan melihat semua orang kaget menatapnya.
"Enggak pak, apa ada yang bisa kami bantu pak?,"tanya erna yang segera mencari perhatian arfha.
"Owhh enggak ini sudah jam pulang, kalian pulanglah, aku kesini hanya untuk menjemput haya,"ucap arfha dengan jelas membuat haya melotot ke arahnya.
"Ayo haya, kamu pulang denganku yah," ucap arfha tapi tanpa menunggu jawaban haya karena arfha langsung menggenggam tangan haya dan menariknya pergi.
"Arfh, lepasin arfh, apa kamu gak ngerti yang tadi aku bilang di kantor kamu, jangan kaya gini arfh," ucap haya sambil berusaha melepaskan genggaman tangan arfha, haya seakan ingin menjerit dengan kelakuan arfha ini, karena semua orang memperhatikan mereka mana ini pas jam pulang jadi banyak sekali orang.
Tapi arfha tidak mendengarkan haya, arfha tetap menggengam tangan haya sambil berjalan tanpa beban berbeda dengan haya yang sudah tidak tau harus berekpresi seperti apa melihat pandangan orang-orang padanya, terlebih haya lupa memakai maskernya tadi.
Begitu sampai didepan seorang satpam segera memberikan kunci mobil pada arfha.
"Makasih pak,"
"Sama-sama pak arfha,"
Arfha lalu membukakan pintu mobilnya untuk haya, tanpa ragu lagi haya segera masuk mobil, haya ingin cepat-cepat pergi dari situ, karena sudah tidak nyaman melihat tatapan orang-orang padanya.
Begitu arfha masuk mobil dan menjalankan mobilnya, haya segera berbalik pada arfha.
"Arfhatan Gunadhya apa mau kamu sebenarnya hah?,...." teriak haya.
"Apa sih hay, aku kan di samping kamu, gak usah teriak begitu, telinga aku sakit,"
"Kamu bener-bener keterlaluan, aku sangat malu tadi, semua orang liatin aku,"
"Emangnya kenapa, apa yang mau aku lakukan, pasti aku lakukan siapa yang mau melarang," jawab arfha santai membuat haya semakin kesal.
"Kamu ini..untung saja besok hari libur kalau bukan, aku sudah sangat malu ke kantor, semoga kalau nanti senin mereka sudah lupa kejadian tadi," ucap haya yang sudah kelewat kesal dan tidak mau lagi bicara apapun pada arfha.
"Kamu pulang kemana hay?,"
"Ke apartement royal,"
"Kamu disana dengan siapa?,"
"Dengan temanku dari inggris, dia yang mengajakku ke indonesia,"
"Owhh yah?,"
"Iyah dia mendapatkan panggilan kerja jadi guru disekolah international kaya daddy ku dulu, jadi dia ngajak aku ke sini bareng,"
"Dia cewek kan?," tanya arfha
"Kamu ini, gak bisa gak bikin kesel orang yah, pasti cewek lah masa aku satu apartement sama cowok,"
Arfha pun hanya tertawa mendengar haya yang sangat kesal padanya.
"Hay besok aku jemput jam sembilan pagi yah, kamu ga ada acara kan besok hari sabtu?,"
"Memangnya kita mau kemana arfh?,"
"Mau ke rumah ku, mamah papah pasti senang lihat kamu, aku mau ngasih mereka surprise,"
"Benarkah, ok aku mau arfh, aku sangat kangen sama mereka berdua," ucap haya bahagia.
"Terus sama aku engga kangen?, dari tadi aku kamu marah-marahin terus soalnya,"
__ADS_1
"Engga, aku gak kangen sama kamu, malahan aku kesel sama kamu arfh, sudah aku turun dulu, makasih udah nganterin aku pulang," ucap haya lalu turun dari mobil arfha.
"Kamu itu masih ajah galak kaya dulu hay, tapi aku suka, karena cuma kamu cewek yang bisa galak sama aku" ucap arfha sambil tersenyum melihat haya dari dalam mobil.
Hari sabtu pagi, tidak seperti biasanya arfha yang selalu bersantai dirumah sekarang sudah bersiap pergi, dengan setelan casual yang dia kenakan arfha bergegas mengambil kunci mobilnya dan mencari mamah papahnya untuk berpamitan.
"Mah, pah arfha pergi dulu sebentar yaa, mamah sama papah gak ada acara kan?,"
"Mau kemana kamu sayang, tumben hari libur ada acara,"
"Arfha sebentar doang ko mah pergi nya nanti balik lagi kesini, makanya mamah sama papah jangan kemana-mana,-
"Memangnya kenapa sayang?,"
"Arfha mau bawa kejutan buat mamah sama papah, jadi mamah sama papah tunggu arfha yah,"
"Baiklah kami ga akan kemana-mana kok,"
Arfha pun segera bergegas untuk menjemput haya, "ya ampun, saking senangnya aku menemukan haya, sampai aku lupa minta no ponselnya, sekarang bagaimana aku menghubungi dia, sudahlah aku tunggu saja didepan apartementnya,"
Begitu sampai di apartement haya, arfha pun menunggu di dalam mobilnya tapi haya belum juga kelihatan oleh arfha, akhirnya arfha memutuskan untuk masuk dan menanyakan haya di lobi.
Begitu arfha masuk, haya pun keluar dari lift, haya yang melihat arfha pun langsung memanggil arfha.
"Arfh, kamu sudah datang?," arfha pun berbalik dan melihat haya yang sedang berjalan menghampirinya.
Haya memakai mini dress berwarna broken white yang sangat cantik, dengan sepatu snekers haya pun juga menggerai rambutnya yang panjang, sepertinya haya sengaja membuat rambut bagian bawahnya sedikit ikal, alhasil haya terlihat sangat cantik dimata semua orang yang melihatnya, apalagi dimata arfha yang sedari tadi tidak berkedip melihat haya datang.
"Arfh, maaf aku lama yaa, sampai kamu turun kesini, maafin yaa arfh, namanya juga cewek kalau dandan suka lama," ucap haya di depan arfha.
"Arfh, kamu kenapa malahan bengong ayo kita jalan, malu orang-orang liatin," tambah haya yang kini menggandeng tangan arfha keluar apartementnya.
"Iyah jadi-jadi,"arfha pun mengeluarkan kunci mobilnya dan mengambil mobilnya.
"Kamu tunggu disini yah,"
Haya pun mengangguk.
"Hay, ayo masuk," ajak arfha begitu mobilnya sampai didekat haya, haya pun masuk mobil arfha.
"Pantesan ajah aku gak lihat mobil kamu, kamu ganti mobil, beda sama yang suka dipakai ke kantor,"
"Iyah ini mobil sport terbaru aku hay, kamu suka gak?," tanya arfha
"Aku gak terlalu ngerti mobil arfh, kalau kamu suka aku juga suka," ucap haya yang sudah tidak heran pada arfha karena arfha memang orang berada, dari kecil pun arfha selalu memberikan haya hadiah-hadiah mahal.
"Ohh, istriku yang baik,"
"Apa kamu bilang arfh?,"
"Ah engga apa-apa,"
"Dasarr anak gak jelas,"
Arfha pun hanya tertawa mendengar ucapan haya.
"Hay, kamu sangat cantik hari ini,"
"Benarkah?, makasih arfh, aku kan memang sengaja berdandan rapi buat ketemu sama aunty sama uncle, rasanya aku gak sabar ketemu mereka,".
__ADS_1
"Oh jadi kamu berdandan agar terlihat cantik di depan mamah sama papah aku hay?, bukan buat aku?,". Tanya arfha
"ikhh ya iyalah, ngapain aku harus cantik didepan kamu arfh, kamu bukan suami aku kan,"
"Kamu ini haya," ucap arfha yang sangat geram karena haya tidak pernah juga menerima semua kode yang sudah dia berikan, haya selalu saja mengganggap arfha sahabatnya.
"Kenapa arfh?,"
"Engga apa-apa," jawab arfha cuek.
"Lihat saja nanti kamu haya, kamu akan aku jadikan istri secepatnya, mau kamu setuju atau engga pokoknya aku akan jadi suami kamu," ucap arfhatan dalam hatinya.
"Gelang dariku itu, apa benar sudah tidak bisa dilepas hay?," tanya arfha kemudian
"Iyah arfh, gelang ini gak pernah aku lepas soalnya jadi sekarang kekecilan di tanganku yang sekarang,"
"Kenapa kamu dulu gak lepasin, apa iyah karena aku suruh kamu gak lepas jadi kamu gak lepasin, kamu kan selalu gak mau nurut sama aku hay waktu kecil,"
Haya pun tersenyum pada arfha karena memang benar yang dikatakan arfha. "Kamu emang paling ngertiin aku arfh, aku gak lepas gelang ini memang bukan gara-gara kamu larang aku lepas gelangnya,"
"Tapi dulu begitu mommy sama daddy ku pergi , aku gak punya siapa-siapa arfh, hanya kakek ku yang nemenin aku dan membesarkan aku, jadi aku menganggap gelang ini itu kamu, kamu selalu ada nemenin aku lewat gelang ini dan nanti kamu akan cari aku, cuma itu yang aku percaya agar aku kuat,"
"Maafkan aku haya, aku tidak tau semua itu, bahkan aku telat mencari kamu, aku janji sama kamu mulai sekarang kamu akan selalu bahagia,"
"Terimakasih arfh,"
"Iyah sayang," arfha pun keceplosan memanggil haya sayang haya hanya menggelengkan kepalanya mendengar arfha.
"Ayo tuan puteri sudah sampai," ucap arfha lalu dia turun membukakan pintu untuk haya.
"Rumah ini gak banyak berubah yah arfh, masih sama seperti dulu,"
"Iyah papah ku sama sekali gak merubah rumah ini hanya sesekali diperbaik dan ganti furnitur-furniturnya,"
"Dimana aunty sama uncle nya, mereka ada dirumah kan?,"
"Mereka ditaman, tadi aku dah bilang sama mereka aku bakalan ngasih mereka kejutan,"
Arfha dan haya pun berjalan menuju taman, ketika mereka berjalan beriringan ke taman renata dan alvin melihat mereka dan mereka pun heran siapa gadis cantik yang dibawa puteranya itu.
"Sayang, arfha bawa siapa itu?,"
"Iyah aku juga baru mau ngomong pah, siapa gadis itu, cantik sekali,"
"Anak kamu itu, baru ajah kemaren sedih belum nemuin haya, sekarang udah bawa gadis lain,"
"Giliran begitu kamu bilang anak aku, sudah liat dulu ajah arfha mau apa,"
Haya dan arfha berjalan semakin mendekat pada renata dan alvin, renata pun terus memperhatikan gadis yang arfha bawa kerumah nya itu.
"Haya..." ucap renata
"Haya.?, apa maksud kamu mah?," tanya alvin yang belum mengerti apa yang dimaksud istrinya itu menyebut nama haya.
Begitu haya dan arfha sudah sampai didepannya.
"Mah pah ini kejutannya," ucap arfha
"Haya...apa ini kamu sayang?," ucap renata sambil membelai wajah dan rambut haya.
__ADS_1
"Iyah aunty, ini haya, aunty apa kabar, haya kangen banget sama aunty," ucap haya pada renata.