Cinta Berkedok Persahabatan

Cinta Berkedok Persahabatan
Episode 8


__ADS_3

Malam hari setelah kepergian haya arfha terus berusaha menghubungi haya lewat telpon dan chat, tapi satu pun tidak mendapatkan respon dari haya.


“Bagaimana sayang, apa haya sudah bisa dihubungi?,” tanya renata pada puteranya begitu arfha turun ke lantai bawah. “Belum mah, haya masih gak mau ngerespon arfha, pasti haya sangat marah sama arfha mah,” jawab arfha.


“Lagian kamu sih, gak bisa banget nahan diri, mesum banget kaya papah kamu itu, gak sabaran terus bawaannya,” gerutu renata.


“Loh kenapa bawa-bawa aku sih mah?,” timpal alvin yang mendengar namanya disebut-sebut. “yah memang iyah kan, kalian berdua emang kumpulan lelaki mesum,” jawab renata lagi.


“yah aku kan mesumnya tau diri gak kaya arfha,” bela alvin.


“Mesum tau diri gimana pah?,” tanya arfha


“yah papah dah sadar kalau papah mesum, makanya cepet-cepet nikahin mamah kamu, walaupun diem-diem dulu, gak kaya kamu cintanya ajah ditolak udah main disosor, gimana gak marah coba,” jawab alvin sambil tersenyum meledek anaknya.


“Alah pembelaan terus kamu pah, mesum yah mesum ajah,” celetuk renata.


Arfha yang mendengar kata-kata papah nya jadi merenungkan sesuatu.


“heh, kenapa bengong, bukan nya mikirin lagi gimana caranya biar dimaafin haya,” ucap renata.


“Mah arfha jadi punya ide bagus,”


“Ide apa?,”


“Gimana kalau arfha ngikutin gaya papah, arfha nikahin haya diem-diem dulu,” ucap arfha yakin.


“Apa...!,” seru alvin dan istrinya bersamaan.


“Arfah kamu ini dari tadi bikin mamah jantungan ajah,” ucap renata.


“Arfha serius mah,”


“Yah kamu tanya dulu sama haya, orang tadi haya nolak kamu kan,” ucap alvin.


“Gini ajah sayang, besok kan hari minggu, haya masih libur gimana kalau kamu anterin mamah ke apartement nya haya, mamah mau minta anter haya shopping, coba sini mamah minta nomor hp haya, pasti kalau mamah haya mau balas chatnya,”.


“Iyah bener mah, mamah memang paling pinter,” ucap arfha sambil memeluk ibunya itu dan arfha dengan segera memberikan nomor handphone haya pada renata.


Renata pun segera meenghubungi haya melalui handphonenya dan benar saja dugaan nya, haya membalas renata dan mengiyakan akan mengantar renata besok hari minggu berbelanja.


“Tuh kan apa mamah bilang, haya balesin dan mau anterin mamah,”ucap renata.


“Alhamdulillah akhirnya,” ujar arfha yang terlihat sangat lega.


“Heh, jangan seneng dulu mamah belum selesai ngomong,” ucap renata lagi.


“Kenapa memangnya mah?,” tanya arfha.


“Haya bilang, dia mau nganterin mamah tapi gak mau ketemu sama kamu arfh,” jawab renata kemudian tertawa, alvin yang mendengar penjelasan istrinya pun ikut tertawa.


“Apa?, ternyata haya memang marah banget sama arfha mah,”


“Yah memang,”


“Pokoknya mamah besok harus mintain maaf ke haya buat arfha yaa mah,” pinta arfha


“Iyah nanti besok mamah jelasin ke haya, tapi jadinya bagaimana itu sih gimana haya yah arfh mamah ga bisa jamin haya langsung maafin kamu,”


“Iyah mah, makasih yah mah,”


“Iyah yasudah sana, kamu coba lagi chat haya, siapa tau lama-lama haya balesin,” suruh renata pada puteranya.


“Iyah mah, arfha ke atas dulu yaa mah mau olahraga dulu sambil hubungin haya,”


Renata hanya mengangguk menjawab arfha.


Hari minggu pagi setelah selesai sarapan renata segera bersiap untuk menemui haya di apartement nya dan mengajak nya untuk berbelanja, renata sangat bersemangat sekali.


“Pah, aku berangkat dulu yaa,” pamit renata pada suaminya alvin, renata memang akan pergi diantar supirnya.


“Iyah sayang, hati-hati yaa,” ucap alvin lalu mencium kening istrinya itu.


“Mah jangan lupa, mintain maaf yahh buat arfha ke haya,” ucap arfha


“Iyah sayang, kamu tenang ajah,” Renata pun segera berangkat.


“kate aku tinggal dulu yaa,” ucap haya pada renata sahabatnya.


“Kamu mau kemana lagi haya?,sibuk sekali kemarin keluar sekarang keluar juga,” tanya kate


“iyah kate kemarin aku pergi sama arfha kerumahnya, sekarang aku mau pergi anter aunty renata mamahnya arfha berbelanja,” jawab haya pada sahabatnya itu.


“seperti nya aku bakalan cepet-cepet ditinggal kos sendiri,”ucap kate

__ADS_1


“Apa maksud kamu kate?,”


“Kayanya sahabat aku ini bakalan cepet-cepet nikah deh, mamah nya ajah udah ngajakin shopping bareng,”


“Itu gak mungkin kate aku kan sudah cerita kemarin,” jawab haya.


“Hay, kamu jangan sekeras itu, aku sudah bilang kan sama kamu arfha pasti memiliki perasaan sama kamu bukan cuma sebagai sahabat, dan terbukti kan kemarin arfha nyatain cintanya ke kamu,”ucap kate yang memang sudah tau kisah haya dan arfha, karena haya selalu bercerit tentang apapun pada kate begitupun sebaliknya.


“Jadi sekarang kamu pahami dulu ajah hati kamu hay, apa kamu juga cinta sama arfha, kalau kamu juga cinta sama arfha, kamu lebih baik terima arfha hay, susah sekali menemukan laki-laki yang benar-benar mencintai kita seperti arfha mencintai kamu hay, kamu jangan terus tenggelam oleh masa lalu kamu,” jelas kate lagi.


“Tapi aku gak bisa kate, aku benar-benar sangat takut untuk memulai suatu hubungan, ditambah lagi aku gak tau apa aku mencintai arfha atau enggak, karena selama ini aku hanya menganggap arfha sahabat aku,” jawab haya.


“maka dari itu aku tadi bilang sama kamu, tanyakan ke hati kamu sendiri hay, apa posisi arfha di hati kamu, aku yakin arfha pasti bisa membahagiakan kamu, belum tentu juga kejadian masa lalu kamu terulang lagi hay,” ucap kate lagi.


“Iyah, mungkin nanti akan aku pikirkan, yasudah aku berangkat dulu yahh kate, aunty renata bilang dia sudah menunggu dibawah,”ucap haya lalu segera bergegas untuk pergi.


“Iyah hati-hati hay, jangan lupa oleh-oleh nya yaa,”


“Kamu ini,” jawab haya.


“Hai aunty,” sapa haya.


“hallo sayang, ayo sini masuk,” jawab renata lalu mengajak haya duduk disebelahnya.


“Ayo pak jalan,” ucap renata pada sopirnya.


“Sayang, apa itu gelang yang diberikan arfha dulu?,” tanya renata begitu melihat gelang yang dipakai haya.


“iyah aunty, ini gelang dari arfha,”


“kamu engga lepas gelangnya sayang?,”


“Gelangnya udah gak bisa dilepas aunty, soalnya tangan haya udah gede kan sekarang, sedangkan haya pake gelang ini dari kecil,” ucap haya.


“ohh yaa,”


“iyah aunty,”


“aunty masih inget banget dulu arfha malam-malam bongkar celengan dia buat beliin kamu hadiah, arfha kekeuh banget gak mau aunty yang beliin, pokoknya harus pakai uang arfha sendiri,”jelas renata pada haya.


“Benarkah aunty?, haya kira arfha hanya asal ngomong ajah dulu, arfha kan selalu ngomong yang engga-engga dari kecil,” ucap haya sambil tertawa kecil menceritakan arfha.


“Iyah sayang, arfha memang suka ngomong gak jelas tapi kalau soal kamu arfha gak pernah bercanda sayang,” ucap renata yang membuat haya langsung terdiam mengingat kejadia kemarin.


“Alesha, semoga kamu bahagia disana, sekarang aku datang ke sini dengan anak kamu sha, kamu tenang saja disana sha, aku yang akan jaga anak kamu haya dengan baik,” ucap renata dengan mata berkaca-kaca.


“Aunty, aunty kenapa?,” tanya haya.


“Ah ga apa-apa sayang, ayo kita masuk ke toko itu sayang,” ajak renata pada haya, haya pun mengikuti renata.


“Sayang ini cocok banget untuk kamu, dress nya cantik sekali, yang ini juga bagus untuk kamu ke kantor, yang ini juga bagus sayang, semuanya bagus buat kamu sayang, kamu cantik soalnya,” ucap renata sambil terus memilih-milih dan mengambil baju-baju untuk haya.


“Aunty, ini...,” ucap hanya yang bingung karena renata dari tadi terus mengambil baju untuk haya, dari mulai dress casual sampai baju kerja haya.


“itu buat kamu sayang, cocok buat kamu nanti kamu pakai yahh sayang,” ucap renata sambil terus memilih-milih.


“tapi aunty haya,”


“udah, aunty gak mau ditolak yahh sayang, sudah lama aunty pengen punya anak cewek dan beliin baju-baju lucu buat cewek tapi sayang nya yang aunty punya hanya arfha,jadi kamu gak boleh nolak yaa aunty belanjain kamu,”


“Tapi aunty ini terlalu banyak,”


“Ga apa-apa sayang, kan baru kali ini aunty beliin kamu,”


“nah sekarang kita beli sepatu kamu yaa,”


Haya hanya bisa mengikuti kemauan renata kemanapun renata pergi dan barang yang dia belikan untuk haya semakin banyak saja, tapi haya tidak bisa menolak, setiap haya tolak pasti renata terus memaksanya.


“Haduh gak kerasa yahh sayang kalau belanja, tiba-tiba perut aunty lapar banget, kita makan dulu yah sayang,”


“Iyah aunty,”


Renata dan haya pun segera pergi ke salah satu resto di mall itu dan renata segera memesankan makanan untuk haya.


“gimana sayang menu pilihan aunty, apa enak?,” tanya renata


“Enak banget aunty, haya baru pertama kali makan ini,” ucap haya sambil tersenyum bahagia pada renata.


Renata yang melihat haya seperti itu, merasa sangat kasihan kepada gadis cantik di depan nya itu. Alesha sahabat nya dulu memang harus mengalami hidup yang sederhana dengan suaminya edward karena edward selalu ditolak untuk mengajar di setiap sekolah akibat ulah ayah alesha.


Makanya pantas saja jika haya bilang dia baru pertama kali makan makanan itu, karena memang tidak mungkin bagi alesha dan edward makan di tempat ini, padahal dulu resto ini adalah tempat makan favorit alesha dan menu yang renata pesankan untuk haya adalah menu favorit alesha.


“Aunty, kenapa melamun lagi?,” tanya haya melihat renata yang hanya melamun memperhatikan nya.

__ADS_1


“ahh iyah, maaf sayang aunty sudah tua jadi banyak pikiran,”jawab renata.


“Apanya yang sudah tua aunty?, aunty masih muda dan sangat cantik,” ucap haya.


“Kamu ini bisa saja,”


“Sayang ada sesuatu yang mau aunty omongin sama kamu,”


“apa aunty?,”


“Aunty mau minta maaf sayang,”.


“Minta maaf kenapa aunty,?,” tanya haya heran


“Aunty mau minta maaf atas sikap arfha sayang, maafkan anak aunty itu, arfha sudah keterlaluan sama kamu kemarin,” ucap renata dengan wajah penuh penyesalan.


Haya lalu memengang tangan renata. “Aunty, itu bukan salah aunty, haya ga apa-apa kok, haya memang sangat marah sama arfha,”


“Maaf yahh sayang, aunty gak tau arfha bisa seperti itu, mungkin arfha sangat ketakutan,” jawab renata.


“Ketakutan kenapa aunty?,” tanya haya.


“Ketakutan kehilangan kamu lagi sayang, seperti yang kemarin arfha ungkapkan sama kamu sayang, arfha memang sangat mencintai kamu,”


“Apa arfha benar-benar mencintai haya aunty?, sejak kapan?, haya sama arfha baru ketemu beberapa hari yang lalu, tapi kemarin arfha tiba-tiba bilang dia cinta sama haya, malah arfha melamar haya aunty,”


“Iyah sayang arfha benar-benar mencintai kamu, sejak kecil sampai sekarang arfha terus memupuk cintanya hanya untuk kamu sayang, dulu aunty kira kata-kata arfha soal kamu itu hanya ucapan anak kecil semata, tapi ternyata arfha sungguh-sungguh dengan ucapannya, kamu masih inget kan sayang sebelum kamu pergi ke london apa yang arfha ucapkan ke kamu setelah memeberikan gelang itu,”


“Iyah aunty haya masih inget,”


“Iyah itulah yang jadi pemicu setiap yang arfha lakukan, dia ingin sukses dengan kakinya sendiri, setelah itu dia akan mencari kamu dan menjadikan kamu istrinya,”


“Arfha setelah selesai kuliah, dia berusaha mencari peluang bisnis apapun dia lakukan, arfha tidak mau sampai mengandalkan keluarga papah nya, karena arfha tau keluarga papahnya itu pasti akan mengatur hidup arfha suatu saat nanti,”


“Haya aunty tau kamu pasti mungkin sulit untuk memulai suatu hubungan karena pengalaman kedua orang tua kamu sayang, tapi jika aunty boleh meminta, tolonglah buka hati kamu sayang berilah arfha kesempatan buat membuktikan cintanya sama kamu,”


“Tapi aunty, haya gak sepadan dengan arfha, haya bukan siapa-siapa aunty, haya anak yatim piatu, haya gak pantes buat arfha aunty, apa kata keluarga besar gunadhya nanti,”


“Sayang, kamu percayalah sama arfha, kamu juga tidak usah memikirkan keluarga gunadhya, yang penting aunty sama uncle setuju dengan hubungan kalian, bukan nya aunty memaksa kamu sayang, semua keputusan tetap ditangan kamu, walaupun aunty sama uncle alvin memang berharap kamulah yang jadi menantu kami, tapi kami juga tidak bisa memaksa kamu sayang,”


“Aunty haya gak mau seperti mommy sama daddy,” ucap haya sambil meneteskan air mata, renata pun segera menggeser duduk nya mendekati haya.


“Tidak akan pernah sayang, tidak akan pernah seperti itu, aunty janji sama kamu, kamu pasti akan bahagia, kamu punya aunty sama uncle alvin yang akan selalu ada buat kamu,”ucap renata sambil memeluk puteri sahabatnya itu.


“Sudahlah sayang, maafin aunty bikin kamu sedih,”


“gak apa-apa aunty, haya memang butuh seseorang buat bicara seperti ini, terlebih soal arfha kemarin, maafin haya aunty, haya belum punya perasaan yang pasti untuk arfha,”.


“Iyah sayang, jangan terburu-buru, biarlah arfha berusaha menunjukan kesungguhannya dulu sama kamu agar kamu yakin tentang perasaan kamu sama arfha itu seperti apa,” ucap renata


“Iyah aunty,”


“sudah sekarang ayo kita pulang sayang, kamu mau ikut kerumah aunty atau langsung pulang aja?,”


“Haya pulang aja aunty,”


“Baiklah sayang, ayo,” ajak renata.


“wahh-wahh apa kamu membeli se isi mall haya?,” ucap kate begitu haya masuk ke apartement mereka.


“Iyah, itu semua pilihan aunty renata kate, dia memaksa membelikan aku semuanya, sampai-sampai aku tidak bisa menolak,”


"kalau dihitung ini jadi berapa ya hay, ini mahal-mahal semuanya lagi,”


“Pasti sangat mahal, keluarga arfha memang sangat kaya,”


“Apa aja ini hay, sebanyak ini?,”


“Semuanya dibelikan, dari baju dirumah, baju pesta, baju casual, sampai baju kerja dan make up,”


“Luar biasa, kalau aku jadi kamu, aku langsung bilang iyah sama arfha, ayo kita nikah besok gitu,”


“kamu ini sembarangan sekali,”


“hahaha habisnya kapan lagi punya mertua kaya aunty renata gini,”


“eh hay, kalau aunty renata sebaik ini ke kamu berarti dia setuju dong kalau arfha nikahin kamu?,”


“tadi sih aunty rena bilangnya gitu kate, katanya dia sama uncle alvin setuju kalau aku sama arfha,”


“ hebat hay terus kamu nunggu apalagi dong?,”


“Aku belum mau mikirin itu kate, liat nanti ajah,”

__ADS_1


“kamu ini kelamaan mau arfha nya di ambil orang?, laki-laki begitu dan calon mertua seperti itu mau cari dimana lagi hay hari gini,” ucap kate yang berhasil membuat haya termenung.


__ADS_2