
Haya pun sampai didepan kamar arfha, haya mengetuk pintu beberapa kali tapi arfha tidak menjawab, "Arfh ini aku haya," begitu mendengar haya, arfha pun membukakan pintu kamarnya dan menarik haya masuk, lalu menutup langsung pintunya.
"Kamu kenapa arfh, ada tamu langsung pergi gitu, gak sopan tau," ucap haya pada arfha
"Habisnya aku kesel sama kamu, masa memperkenalkan diri sahabat aku,"
"Terus aku harus bilang apa?, aku ini apanya kamu dong?, kan memang aku sahabat kecil kamu arfh,"
"Calon istri," ucap arfha sambil menatap haya dengan intens
"Arfh, kamu ini ngomong apa?, kenapa tiba-tiba ngomong aneh gini," ucap haya yang jadi kikuk mendengar ucapan arfha yang terlihat serius sekarang.
"Sudah cukup hay, sudah cukup aku berpura-pura jadi sahabat kamu, dan menyembunyikan perasaan aku sama kamu," ucap arfha yang kembali menarik haya kedekatnya dan memegang kedua pundak haya agar haya mendengar dengan jelas apa yang akan dia katakan.
"Haya wilson, aku mencintai mu, aku arfhatan gunadhya hari ini meminta kamu untuk jadi istriku, apa kamu bersedia?," ucap arfha dengan tegas
Haya pun memelototkan matanya kaget mendengar ucapan arfha, kenapa tiba-tiba persahabatannya berubah jadi begini.
"Arfh aku..aku..," haya dibuat bingung harus menjawab arfha apa.
"Jawab sekarang haya,"
"Aku tidak bisa arfh, aku sahabatmu tidak lebih,"jawab haya kini setelah sekillas dia teringat kepada kedua orang tuanya.
Arfha pun shock mendengar jawaban haya, arfha semakin mengencangkan cengkramannya pada tangan haya,
"Apa kamu bilang hay?, apa kamu tidak mencintaiku haya?, apa kamu tidak ada sedikit pun rasa padaku haya?, aku bisa menunggumu haya, sampai kamu benar-benar mencintaiku,".
"Lepaskan dulu aku arfh, tanganku sakit," ucap haya arfha pun segera melepaskan haya.
"Arfh jatuh cinta sama kamu itu sesuatu yang mudah, dengan semua yang kamu miliki ini wanita manapun akan mudah mencintaimu arfh,"
__ADS_1
"Aku gak peduli dengan wanita manaupun haya, aku hanya mau kamu yang mencintaiku," jawab tegas arfha
"Aku sayang sama kamu arfh, aku sahabat kamu dari kecil, tapi aku tidak bisa jadi istri kamu,"
"Kenapa?,"
"Kita gak sepadan arfh, aku bukan siapa-siapa, bahkan aku ini anak yatim piatu, sedangkan kamu, sudahlah arfh, mungkin kamu belum tau jelas isi hati kamu, makanya kamu berpikir kamu mencintaiku," ucap haya lalu hendak berlalu dari arfha.
Arfha pun menarik tangah haya yang hendak keluar dari kamarnya lalu memeluk tubuh haya dengan erat, "kamu tidak akan aku biarkan pergi dariku haya, kamu hanya milikku," lalu arfha pun menciun bibir haya ciuman yang sangat dalam arfha mencurahkan semua kerinduan dan rasa cintanya pada haya.
Haya terkejut dengan apa yang arfha lakukan tapi haya tidak punya tenaga untuk melawan tenaga arfha yang jauh darinya, haya hanya bisa meronta-ronta memukul punggung arfha agar melepaskannya, tapi bukan melepaskan arfha malah semakin erat mendekap tubuhnya dan ciuman arfha pun semakin menjadi.
Setelah melepaskan ciumannya arfha berarlih menciumi leher dan pundak haya, yang sedari tadi haya memasak itulah yang arfha pikir dia ingin lakukan pada haya, Arfha benar-benar hilang kendali akibat penolakan haya.
"Arfh, hentikan arfh, apa yang kamu lakukan, kalau seperti ini kamu bukan mencintaiku, kamu hanya ingin memenuhi obsesi dan hawa nafsu mu saja," ucap haya dengan bercucuran air mata.
Ucapan haya berhasil mengembalikan kesadaran arfha. Arfha pun segera menghentikan nya dan melepaskan haya dari dekapannya.
Haya yang sungguh marah dengan apa yang sudah arfha lakukan, langsung berlari pergi keluar, haya mengambil tas nya lalu pergi dari rumah arfha, arfha pun mengerjar haya.
Dari jauh renata dan alvin melihat haya berlari sambil menangis. "Arfha...kamu apain haya?," teriak alvin pada anaknya Arfha pun berhenti.
"Arfha tadi ngungkapin perasaan arfha pah mah,"jawab arfha.
"Kalau cuma ngungkapin kenapa haya sampai nangis?,". Tanya renata sekarang.
"Nanti arfha jelasin mah, arfha kejar haya dulu," jawab arfha lalu berlari keluar mengejar haya.
Tak lama arfha masuk lagi kerumahnya. "Loh mana haya?," tanya renata.
"Udah gak ke kejar mah, haya udah gak ada, nanti arfha ke apartemennya ajah mah," ucap arfha lesu.
__ADS_1
"Sini jelasin sama mamah sebenernya kenapa?,"
"Iyah kenapa kamu bikin haya sampai nangis gitu, inget yaa arfha sekarang haya gak punya siapa-siapa walaupun kamu anak papah, tapi papah akan lebih menjaga haya," ucap alvin pada anaknya.
"Iyah sayang katanya kamu ngungkapin perasaan kamu tapi kenapa haya jadi nangis?," tanya renata sekarang.
"Arfha cium haya mah,"
"Hahhhh...!!!," seru renata dan alvin bersamaan.
"Iyah, tadi haya nolak arfha mah, haya bilang dia gak sepadan dengan arfha, jadi arfha kalut dan paksa cium haya,"
"Sayang, kamu harus minta maaf dan mengejar haya lagi, jangan mengejutkan haya begitu, pastilah haya marah, dan lagi haya memang memiliki trauma masa kecil tentang hubungan seperti ini, pasti dia bakal berpikir panjang untuk menjalin suatu hubungan," ucap renata.
"Trauma apa mah?, haya baik-baik ajah waktu kecil, mommy daddy nya sayang banget sama haya," tanya arfha
"Bukan soal itu sayang, tapi mommy sama daddy haya itu menikah tanpa restu keluarga alesha mommy nya haya,"
"Benarkah mah?,"
"Iyah sayang, jadi kedua orang tua haya selalu hidup dalam bayang-bayang keluarga pratama, keluarga mommy nya haya, makanya mereka pergi ke london," terang renata sambil menangis, mengingat betapa sulitnya kehidupan sahabatnya alesha karena mencintai laki-laki yang hanya seorang guru itu,".
"Haya benar-benar gadis yang kuat, dengan semua cobaan hidup yang sudah dia lalui dari kecil, dia masih menjadi gadis yang tegar dan baik hati, dia benar-benar mandiri," tambah renata lagi.
"Arfha ngerti sekarang mah, mungkin haya tidak mau seperti kedua orang tua nya, tapi arfha tidak akan membuat dia merasakan hal seperti mommy nya, arfha sanggup melawan siapapun untuk haya,"tegas arfha pada kedua orang tuanya.
"Iyah nak, mamah percaya, makanya kamu harus mengejar haya pelan-pelan, mungkin tidak mudah buat haya menjalin suatu hubungan karena rasa takutnya akan ditolak dengan keras seperti edward oleh keluarga alesha,"tambah renata.
"Iyah mah, arfha akan membuat hidup haya sangat bahagia, sampai haya melupakan semua kenangan pahitnya," ucap arfha
"Iyah sayang, berusahalah, papah sama mamah percaya sama kamu," ujar alvin sambil menepuk bahu puteranya itu.
__ADS_1