Cinta Berkedok Persahabatan

Cinta Berkedok Persahabatan
Episode 22


__ADS_3

Malam hari di luar villa nenek arfha, persiapan acara resepsi sudah rampung dilakukan. Arfha yang baru selesai mandi sedang memakai setelan jas nya, begitu pun haya yang sedang dipakaikan make up oleh make up artis pilihan renata.


Renata sedang mempersiapkan gaun yang akan di pakai oleh menantu nya itu di villa nya yang terletak tak jauh dari villa nenek arfha. Haya yang sudah sempat tidur tadi merasa tubuhnya lebih segar dari tadi siang, walaupun hanya tidur sekitar tiga puluh menit tapi sudah cukup untuk memulihkan staminanya.


Setelah selesai make up haya pun pergi untuk mengganti pakaiannya, haya dan evelyn pergi ke villa alvin dengan diantar roy suami evelyn.


Sesampainya di villa itu haya langsung menuju kamarnya, kamar pengantin yang nantinya akan haya dan arfha tempati, untuk memakai gaunnya dan nanti haya akan berangkat ke tempat resepsi bersama ibu mertuanya dengan mobil mereka.


Di villa itu tidak ada siapapun selain renata, renata memang menyiapkan villa itu sebagai tempat bulan madu putera dan menantunya itu, agar mereka bisa tenang dan nyaman disana.


“MashaAllah menantuku ini sungguh sangat luar biasa, gaun itu cocok sekali denganmu sayang,” ucap renata yang takjub begitu melihat haya selesai memakai gaunnya.


“Siapa dulu dong nenek nya, dia seperti aku waktu muda,” tambah anne.


“Mah bagaimana mamah bisa seperti haya, mamah kan keturunan tioghoa kalau haya keturunan bule,” ucap evelyn.


“Hei kamu jangan durhaka sama orang tua, kalau mamah bilang mirip yaa mirip,” sergah anne.


Haya pun tertawa melihat kelucuan tante dan neneknya itu, “Sudah-sudah ayo kita siap-siap turun, cucu mamah yang tidak sabaran itu pasti sudah gelisah menunggu istrinya di tempat resepsi,” ujar renata.


Benar saja yang renata ucapkan arfha yang sudah selesai dari tadi memang sudah sangat kesal menunggu kedatangan haya. Arfha benar-benar gelisah.


Haya renata dan yang lainnya pun segera menuju tempat resepsi. Tak lama mereka pun sampai. Arfha segera menuju mobil yang membawa istrinya itu, karena mc pun sudah mengatakan kepada pengantin pria untuk menjemput pengantin wanita yang sudah tiba.



Arfha benar-benar dibuat terkejut dan tidak tahu lagi harus mengatakan apa saat melihat haya yang masih di dalam mobil.


Haya benar-benar cantik, bebeda dari tadi saat acara akad yang anggun dengan balutan kebaya di tubuhnya, malam ini haya dibuat lebih sedikit dewasa dan sexy.


Haya menunggu arfha datang menjemputnya tapi sepertinya arfha masih saja berdiri mematung di tempatnya karena terpesona dengan penampilan istrinya itu.


Renata dan yang lainnya sudah turun dari mobil, tinggal haya lah yang masih duduk menunggu suaminya arfha.


Arfha pun akhirnya bergerak dari tempatnya berdiri tapi bukannya menghampiri haya arfha malah menghampiri evelyn tantenya yang tadi mengatar haya ke tempat resepsi itu.


Semua orang pun bertanya-tanya tentang sikap arfha. Tak lama evelyn terkejut karena arfha mengambil kunci mobil ditangannya.

__ADS_1


Arfha lalu berlari dan masuk ke mobil yang di dalamnya masih ada haya.


“Mas kamu mau apa?,”


“Kita mau bulan madu sayang, tenanglah,” ucap arfha lalu dia menjalankan mobilnya membawa haya pergi dari tempat resepsi itu.


Semua orang di tempat resepsi seketika membelalakkan matanya bahkan ada yang menganga karena sangat heran dengan kejadian di depannya itu.


Renata kini sungguh tidak bisa berkata-kata dengan sikap puterannya itu. Tapi harus bagaimana lagi, dia pun segera menuju tempat mc dan meminjam micropone dari mc yang juga sedang kaget, acara resepsi sangat hening karena semua yang ada disana masih dalam mode bengong melihat arfha yang membawa kabur istrinya sendiri.


“Hadirin sekalian, saya Renata Gunadhya ibu dari Arfhatan Gunadhya pengantin pria yang tidak tahu malu itu, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya soal kejadian tadi, dan mohon anda sekalian memaklumi putera saya, hadirin sekalian tidak udah khawatir, acara pesta resepsi dan hiburan malam ini tetap kami lanjutkan, nikmatilah pestanya, semoga kalian semua menikmati pesta yang kami persiapkan, walaupun pengantin kita sudah kabur,” ucap renata diakhiri dengan tawanya.


Semua yang datang pun kini bersorak dan ikut tertawa dengan renata.


“Apa kataku tadi, pak arfha sudah tidak sabar,” ucap ara lalu tertawa dengan aline dan kate.


“Mas kita mau kemana?, acara resepsinya baru akan dimulai,”


“Sayang tidak ada acara resepsi, aku tidak rela kamu sudah berdandan secantik dan sesexy ini dilihat orang banyak,”


“Mas kamu jangan konyol, ini hari pernikahan kita, ayo kita balik lagi,”


“Mas...” teriak haya tapi arfha tidak mau mendengarkan haya dan terus mengendarai mobilnya.


Tak lama mereka pun sampai di villa alvin, “Ayo sayang turunlah,”


“Aku gak mau, aku mau ke acara resepsi,” jawab haya dengan cemberut.


Arfha yang melihat istrinya seperti itu langsung menunduk dan mengangkat tubuh haya membawa haya masuk ke villa nya.


“Kamu sungguh gak masuk akal mas, bagaimana kita bisa begini?,” teriak haya pada arfha saat arfha menurunkan nya dan langsung mengunci pintu villa nya itu. Arfha takut ibunya akan menyuruh orang untuk memanggil mereka kembali ke resepsi.


“Sayang lihatlah dirimu itu,”


“Aku kenapa?,”


“Kamu sangat cantik dan lagi sangat sexy, bagaimana aku bisa membiarkan kamu di tatap oleh orang lain,”

__ADS_1


“Di sana kan hanya kerabat dan saudara kamu, siapa yang orang lain ?,”


“Ada ardi di sana ada sepupuku yang laki-laki, pokoknya tidak boleh,”


Haya menghembuskan nafas kasar mendengar jawaban arfha, haya benar-benar kesal pada arfha, bagaimana bisa pasangan pengantin kabur dari acara resepsi mereka.


“Sayang ayo kita ke kamar pengantin kita,”ajak arfha sambil merangkul pinggang haya.


Haya baru tersadar akan malam penganti yang pastinya akan dia lalui dengan arfha malam ini. “Pantas saja dia melewatkan resepsi dan kabur kesini, bagaimana aku bisa tidak memikirkan malam pengantinku untuk beberapa saat tadi,”


“Arfh sepertinya aku masih ingin disini,”tolak haya yang masih ingin mengumpulkan keberanian untuk melalui malam pertamanya dengan arfha.


“Arfh ?,” seru arfha yang sekarang tidak suka kalau haya memanggilnya hanya arfha, bukan mas arfha.


“Maksudku, mas..mas arfha aku sepertinya masih mau disini belum mau ke kamar,”


“Ohh yaa, kenapa ?,”


“Aku..aku mau menonton tv dulu,”


“Menonton tv ?,”


“Iyah aku mau menonton tv,”


“Sayang di kamar kita kan ada tv, kita nonton di kamar ajah yaa,” ujar arfha lalu menggegam tangan haya dan manarik haya berjalan menuju kamar pengantin mereka, tapi lagi-lagi haya enggan bergerak dan menarik tangan arfha.


“Kenapa lagi sayang?,”


“Aku mau ngambil minuman dingin dulu di dapur, aku sangat haus,”


“Sayang apa kamu mencoba menghindariku?,” tanya arfha


“Mmhh enggak mas, kenapa kamu ngomong gituh?,”


“Habisnya permintaan kamu gak masuk akal semuanya, tadi minta nonton tv padahal dikamar ada tv, sekarang mau ke dapur cuma untuk ambil minuman, di kamar kita juga ada kulkas ko sayang, aku jamin mamah gak akan lupa menuhin kulkas aku,” ucap arfha membuat haya membeku karena malu dan mati gaya.


“Aku cuma lupa ajah, yaudah ayo kita ke kamar,” ujar haya sambil sekilas memejamkan matanya karena masih malu lalu haya berjalan mendahului suaminya menuju kamar.

__ADS_1


“Hayaku sayang, dari kecil kamu memang paling tidak bisa berbohong, aku tahu kamu sedang gugup, baiklah sayang aku akan membuat kamu nyaman dulu baru kita mulai malam pertama kita,” gumam arfha dalam hati sambil tersenyum melihat haya yang sedang berjalan di depannya.


__ADS_2