Cinta Berkedok Persahabatan

Cinta Berkedok Persahabatan
Episode 14


__ADS_3

Sesampainya dirumah arfha dengan segera mengajak haya turun “Kenapa kita kesini arfh, aku mau pulang,”ujar haya.


“Mulai hari ini kamu tinggal disini, kamu dan aku akan menikah haya,”


“Arfha kamu tidak bisa begini, aku gak mau arfh,”


“Kenapa?, apa kamu tidak mencintaiku haya ?, apa kamu benar-benar tidak mencintaiku sedikit pun?, aku selalu mendambakan kamu haya, mencari kamu, aku tidak pernah membuka hatiku untuk gadis manapun, apa ini balasan dari kamu haya, kamu terus-terusan menolakku, setidaknya kamu beri aku kesempatan haya, tapi kamu selalu menjaga jarak denganku,” seru arfha yang sudah sangat kesal dengan penolakan haya.


“Arfha cukup,” seru renata begitu mereka sampai dan mendengar apa yang arfha ucapkan pada haya.


“Kamu jangan seperti itu arfha, bicara dengan seorang gadis yang kamu cintai tapi dengan nada tinggi seperti itu, kamu benar-benar,” ucap alvin


“Sudahlah, haya ayo ikut aunty ke dalam, aunty siapin kamar untuk kamu yaa,” ajak renata.


“Sayang ini aunty siapin baju yang bisa kamu pakai, ini aunty beli waktu belanja sama kamu sayang, belum aunty pake ko, kamu mandi dulu ajah yaa,” ucap renata haya pun segera pergi membersihkan dirinya.


Setelah haya selesai mandi ternyata renata masih menunggu haya di kamar itu.


“Aunty haya sudah selesai, maafkan haya ya aunty, gara-gara haya aunty sama uncle jadi bertengkar dengan keluarga besar uncle,” ucap haya dengan mata yang masih berkaca-kaca.


“Sayang duduklah aunty mau bicara sama kamu,” ujar renata lalu mereka pun duduk di tempat tidur.


“Sayang maafkan arfha tadi yaa, dia berkata sangat keras sama kamu,”


“Gak apa-apa ko aunty, haya ngerti perasaan arfha,”


“Aunty tau kamu pasti mengerti perasaan arfha sayang, tapi aunty sangat heran, seperti yang arfha katakan, kenapa kamu seperti selalu membuat jarak yang besar diantara kalian, apa kamu sama sekali tidak menyukai arfha sayang?,”


Haya hanya terdiam dan menundukkan wajahnya mendengar pertanyaan renata. “Sayang aunty tidak memaksa kamu untuk menerima arfha, aunty hanya ingin tau perasaan kamu pada arfha, dan kenapa kamu selalu menjaga jarak dari arfha?,” tanya renata lagi.


“Haya juga mencintai arfha aunty,”jawab haya tiba-tiba membuat renata kaget sekaligus senang mendengar jawaban putri dari sahabatnya itu.


“Lalu kenapa kamu selalu menjaga jarak, dan seolah-olah kamu tidak mencintai arfha sayang?,”


“Haya sedang berusaha menghilangkan perasaan itu aunty, haya menyadari beberapa hari ini haya sangat senang dan lebih merasa nyaman didekat arfha, tapi ada satu sisi di dalam diri haya yang sangat ingin menolak itu semua,”


“Kenapa sayang?, kenapa kamu harus menolak perasaan yang baru saja muncul dalam hati kamu sendiri?,”


“Karena haya tidak mau seperti mommy dan daddy aunty, haya dan arfha sangat tidak sepadan, haya bukan siapa-siapa,”

__ADS_1


“Aku sudah bilang tugas kamu cuma mencintaiku haya, urusan lainnya bukanlah jadi tanggung jawab kamu,”ucap arfha yang tiba-tiba keluar dari dalam lemari kamar yang haya dan renata tempati.


Haya yang kaget langsung berdiri dan menatap arfha dengan malu, “Dia ada disini, berarti dari tadi dia mendengarkan yang aku katakan,”gumam haya dalam hatinya.


“Kamu ini tidak sabaran sekali, mamah kan belum berhasil melamar haya jadi istri kamu, malah kamu sudah keluar,”


“Arfha sangat senang soalnya mah mendengar yang haya ucapkan tadi, jadi arfha gak sabar lagi mau ngomong,” jawab arfha sambil cengengesan pada ibunya.


“Jadi kalian ?,”


“Maaf yaa sayang, kami kerja sama tadi, soalnya aunty gregetan ama anak aunty yang bodoh ini, susah banget dia dapetin kamu, jadi aunty bantuin deh, kamu gak marah kan sama aunty sayang?,” ucap renata.


“Aunty...” ucap haya


“Sudahlah, aunty keluar dulu kalian silahkan bicara ya sayang,” ucap renata pada haya.


“Arfha ingat kembali ke kamar kamu kalau sudah selesai bicara,”bisik renata pada arfha begitu melewati anaknya itu


“Mamah memang ibu kandungku, tau ajah kalau arfha memang berniat tidur disini,”jawab arfha yang langsung mendapatkan cubitan dari renata lalu renata pun keluar dari kamar itu.


Begitu renata keluar arfha lalu menghampiri haya yang sendang berdiri canggung dan malu juga harus berbuat apa, arfha sudah tau kalau haya mencintainya sekarang.


“Arfh ini udah malam kamu sebaiknya ke kamar kamu, aku mau tidur,” ucap haya lalu berusaha melepaskan tangannya tapi arfha malah menarik haya ke dalam pelukannya.


“Cukup hay, cukup kamu menolakku dan menjaga jarak dariku, kamu pikir hatiku tidak sakit kalau kamu seperti itu terus,” ucap arfha lalu dia pun mengeratkan pelukannya pada haya.


“Maafkan aku arfh,” ucap haya, arfha pun melepaskan pelukannya dan menatap haya.


“Enggak sayang kamu gak salah, kamu gak perlu minta maaf, aku mengerti kamu trauma dengan masa lalu kamu, tapi aku yang akan menebusnya sayang, aku akan membuat kamu sangat bahagia, aku janji,”


Haya pun tersenyum mendengarkan perkataan arfha mereka saling menatap satu sama lain.


“Sayang aku mau dengar kalau kamu juga mencintaiku sekali lagi, aku mohon,”


“I love you,” ucap haya dengan malu-malu. Arfha pun bahagia mendengarnya dan kembali memeluk haya.


“Terimakasih sayang, aku lebih mencintai kamu,” ucap arfha sambil membelai lembut pipi haya dan menatap haya dengan penuh kehangatan.


Arfha lebih mendekatkan wajah itu pada haya, haya yang sedang terbuai oleh tatapan arfha seketika sadar apa yang akan arfha lalukan padanya. Haya segera menempelkan tangannya di bibir arfha begitu arfha satu detik lagi akan mencium bibirnya, “Arfh jangan macem-macem yaa, sudah sana ke kamar kamu aku ngantuk,” ucap haya.

__ADS_1


“Sayang sekali ajah, ciuman selamat malam yaa, masa gak boleh sih sayang,”


“Gak boleh yaa arfh, udah sanah,”


“Kalau aku udah jadi suami kamu boleh gak?, “ tanya arfha


“Tentu saja boleh,”


“Ok kalau begitu,” ucap arfha singkat lalu pergi keluar kamar.


“Kenapa anak itu, membuatku takut sajah,” ucap haya lalu dia pun merebahkan dirinya di tempat tidur.


“Hah hari ini sungguh melelahkan, ada kejadian buruk tapi ada juga kejadian indah,” pikir haya dalam hatinya sambil memikirkan arfha. “Ternyata bahagia sekali mencintai seseorang, aku dulu selalu menutup hati untuk siapapun karena takut dengan hubungan seperti ini,” ucap haya lagi.


“Ah iyah aku belum ngabarin kate aku bakalan nginep disini,” ucao haya lalu dia pun mengirim pesan pada sahabatnya itu.


“Heh kenapa muka kamu masih bt begitu, kan haya sudah nerima cinta kamu sekarang?,” tanya alvin begitu arfha datang menghampiri nya dan istrinya sedang duduk di ruang kekuarga.


Alvin dan renata memang sedang mengobrol membicarakan haya dan arfha di ruang keluarga.


“Arfha mau nikah sama haya besok pah,”


“Hahhhhh!,” seru alvin dan renata bersamaan karena kaget dengan ucapan putranya itu.


“Haya nya emang udah setuju?,”


“Belum, arfha belum bilang sama haya, tapi pokoknya arfha pengen nikah secepatnya,”


“Secepatnya tapi gak besok juga dong sayang, kamu ini gak sabar banget emang kenapa sih?,”


“Habisnya haya arfha cium ajah gak mau mah, haya itu tinggal dari kecil diluar negeri tapi pemikirannya kuno banget, pelit banget arfha sampe gak boleh ngapa-ngapain,”.


Renata dan alvin seketika tertawa mendengar perkataan anaknya itu.


“Kamu ini yah bagus dong haya kaya gitu, kamu ajah yang mesum, udah nanti mamah tanya haya nya kapan mau nikah sama kamu, mamah juga sudah gak sabar pengen punya cucu,” ucap renata lagi.


“Mamah memang terbaik, nanti arfha bikinkan cucu yang banyak buat mamah,”


“Heh sembarangan kamu, kasian istri kamu dong, terserah haya mau anaknya berapa,” ucap renata lagi.

__ADS_1


Mereka pun tertawa bersama di ruang keluarga.


__ADS_2