CINTA DALAM BAYANGAN

CINTA DALAM BAYANGAN
CHAPTER 9


__ADS_3

...***...


Malam harinya.


Maisya sangat mencemaskan keadaan Raya. Karena itulah ia memutuskan untuk menginap malam itu di rumah anak dan menantunya.


"Anak mama memang hebat dalam memasak. Sangat enak banget masakan kamu."


"Mama bisa saja dalam memuji."


"Tapi apa yang mama ngomongin itu beneran kok."


"Hehehe. Ya deh mama."


"Tapi kok ravenska belum pulang jam segini?. Ke mana dia?."


"Mas ravenska makin menyelesaikan masalah kantor ma. Mungkin akan menginap di kantor gitu pesannya dikirim sama mas ravenska."


"Oh?. Gitu ya?."


"Kenapa emangnya ma?."


"Nggak apa-apa kok."


Sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan oleh Maisya saat itu yang tidak ingin diketahui oleh Raya menentunya. "Anak itu, ya?. Awas aja kalau dia berani nyakitin raya. Bakalan gue ulti dia sampai ke matahari." Dalam hatinya sangat gerangan dengan kelakuan Ravenska yang belum juga mau menerima keberadaan Raya sebagai istrinya. "Mau sampai kapan dia akan seperti itu?." Dalam hatinya sangat heran dengan sikap anaknya yang seperti itu.


...***...


Sementara itu Ravenska yang saat itu masih bersama Salsa. Meskipun sudah hampir jam 08.00 malam?. Namun sepertinya mereka masih menikmati jalan-jalan malam mereka yang sangat indah menurut keduanya saat itu. Dan kebetulan di dalam mall itu terdapat sebuah tempat makanan yang sangat terkenal.


"Gimana?. Apakah masih ingin jalan-jalan lagi?."


"Masih. Kalau mas ya temani aku jalan-jalan."


"Tentu saja mas akan menemani kamu jalan-jalan kemanapun yang kamu inginkan." Ucapnya sambil mencubit pipi Salsa dengan sangat gemasnya.

__ADS_1


"Mas pesanan kita sudah nyampe nih."


"Kalau begitu kita nikmati makanan kita terlebih dahulu."


Pada saat itu mereka mencicipi makanan yang telah mereka pesan. Dan entah dorongan apa yang ada di dalam pikirannya?. Ravenska berani untuk menyuapi Salsa di tempat umum seperti itu. "Makanan ini sangat enak coba saja."


"Beneran aku boleh mencoba makanan ini?."


"Buat kamu apa yang enggak boleh coba?."


"Terima kasih banyak mas."


Salsa dengan senang hati menerima suapan itu, rasanya saat itu mereka sedang menikmati makan malam yang sangat romantis.


"Gimana rasanya?. Apakah enak?."


"Enak banget loh mas. Apalagi masakan ini disuapi oleh mas, rasanya berkelilipat lebih enak."


"Olalala, kamu malah manis sekali menggombal loh sayang."


Setelah itu mereka benar-benar makan malam mereka dengan suasana yang sangat romantis walaupun berada di tengah-tengah keramaian. Namun saat itu ia melihat sebuah notifikasi pesan yang berasal dari mamanya. Ravenska yang merasa sangat penasaran mencoba membuka pesan itu.


"Ravenska anak mama?. Kamu sedang berada di mana nak?. Kenapa jam segini kamu belum pulang?. Kenapa kamu membiarkan istri kamu berada di rumah sendirian?. Apakah urusan kantor kamu lebih penting daripada istri kamu?. Apakah kamu tidak mengetahui jika terjadi sesuatu dengan istri kamu akibat ulah fans kamu?. Jika kamu tidak bisa mengurus istri kamu dengan baik?. Jangan salahkan mama jika mama mengeluarkan kamu dari semua harta warisan yang dimiliki oleh papa kamu."


Deg!.


Ravenska sangat terkejut dengan apa yang ia baca pada saat itu. "Apakah Raya telah mengadu kepada Mama jika aku tidak pulang malam ini?." Dalam hatinya sangat gelisah, dan gundah memikirkannya.


"Apa-apanya itu si raya?. Jika dia berani mengadu sama mama?. Akan Aku pastikan aku tidak akan pernah mau berbicara dengannya." Dalam hatinya pada saat itu sedang dipenuhi oleh rasa sakit hati yang sangat dalam terhadap Raya.


...***...


Sementara itu di sisi lainnya Selvy Angel yang baru saja pulang dari kantor. Hatinya pada saat itu sangat tidak senang, tidak tenang dan sangat gelisah setelah apa yang ia terima dari Ravenska yang menolak dirinya.


"Apa yang harus aku lakukan dengan keadaan yang seperti ini. Tentunya aku tidak ingin dibenci oleh orang yang sangat aku cintai. Meskipun dia telah menikah?. Aku masih sangat mencintainya sama seperti saat itu." Dalam pikirannya saat itu berkecamuk tentang hubungannya dengan  Ravenska. Saat itu ia mencoba untuk duduk di tempat tidurnya sambil menenangkan dirinya. Namun perasaan gelisah yang ada di dalam dirinya tidak bisa ia lakukan begitu saja.

__ADS_1


"Oh, ravenska. Kamu memang telah mencuri hatiku. Sehingga aku tidak bisa memikirkan siapapun saja hanya selain dirimu." Rasanya wanita cantik itu sedang merangkai kata-kata untuk menggambarkan suasana hatinya pada saat itu. Rasa kekagumannya pada seseorang yang sangat ia cintai sedari dulu. Akan tetapi sepertinya orang yang ia incar sama sekali tidak bisa melihat ke arahnya. "Apapun yang akan terjadi?. Aku telah memutuskan untuk menghadapi badai supaya aku bisa mendapatkan cintamu."  Dalam pikirannya pada saat itu bergejolak tentang apa saja yang akan ia lakukan untuk mendapatkan orang yang ia cintai. Apakah ia akan berhasil melakukan itu?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadinya intinya.


...***...


Di rumah Raya.


Pukul 22.30.


"Kamu belum tidur ray?."


"Bentar lagi ma. raya lagi ngerjain beberapa rancangan desain yang akan saya gunakan untuk produk baru nantinya."


"Apakah mama boleh melihatnya?."


"Boleh banget ma."


Maisya sangat mengetahui jita menantunya itu memiliki sebuah butik yang sangat terkenal. Tentunya ia merasa sangat penasaran dengan rancangan yang telah dibuat oleh menantunya itu.


"Cantik banget rancangan kamu. Pantes aja produk yang kamu luncurkan semuanya terjual laku di pasaran."


"Alhamdulillah ma. Semua produk ini dirancang dengan baik oleh beberapa desain yang raya rekrut, untuk membantu raya mengembangkan bisnis yang raya bangun saat ini."


"Itu sangat bagus. Mama sangat setuju dengan apa yang kamu lakukan."


"Nanti kalau produk baru ini telah selesai dengan aman. Mama boleh kok menjadi model terbarunya."


"Beneran nih?. Apakah mama masih cocok untuk menjadi model kamu?."


"Cocok banget loh ma. Saya sangat yakin jika produk terbaru ini bisa mencapai kalangan wanita cantik seperti mama."


"Kamu jangan coba-coba merayu mama atau menggombal mama ya?. Mama tidak akan tergoda dengan bujuk rayuan kamu yang sangat manis itu."


Maisya dan Raya tertawa cekikikan, merasa ada yang lucu dengan ucapan itu. Hubungan keduanya tampak sangat dekat dari dulu, bahkan ketika kelas 2 SMA, Maisya memang lebih dekat dengan Raya dibandingkan anak kandungnya. Itulah salah satu alasan kenapa Maisya ingin menikahkan anaknya dengan Raya. Baginya Raya adalah anak kandungnya sendiri sehingga ia ingin menikahkan anaknya dengan Raya. Hubungan yang sangat dekat itulah yang membuat mereka merasa seperti hubungan anak dan ibu yang sebenarnya. Lalu bagaimana dengan Ravenska?. Apakah akan sama?. Temukan jawabannya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2