
...**...
Selvy Angel saat itu berada di kantor milik Ravenska. Ia bertanya pada salah satu karyawan yang bekerja di sana.
"Apakah pak ravenska ada di kantor pada jam segini?."
"Maaf ibuk?. Apakah sudah ada janji?."
"Ada."
"Tapi pak ravenska untuk saat ini tidak bisa diganggu, karena beliau ada urusan di luar selama dua hari. Mungkin ibuk bisa konfirmasi lagi masalah janji dengan beliau."
"Dua hari?."
"Benar ibuk."
Selvy Angel sangat kesal mendengarkan itu, ia tidak menduga sama sekali. "Sia-sia dong aku datang ke sini." Dalam hatinya sangat kesal. "Apakah ada nomor kantor atau nomor pribadi yang dapat aku hubungi?. Soalnya nomor kerjanya sedang sibuk."
Salah satu karyawan itu mengambil kartu nama, ia berikan pada Selvy Angel. "Jika ada yang ingin ibuk tanyakan, bisa hubungi kontak person milik bapak ravenska di sini."
"Ok. Kalau gitu aku pergi dulu. Terima kasih." Setelah berkata seperti itu, ia segera pergi dari sana. Ia ingin segera menghubungi Ravenska, karena perasaannya saat itu sedang menggebu-gebu.
...***...
Raya masih bingung harus menjelaskan bagaimana pada mereka semua yang masih tdiak terima dengan pernikahannya dengan Ravenska.
"Lo itu cewek dekil. Gak pantes sama ravenska yang super ganteng. Lah?. Elu?. Lebih mulus ketek gue dari pada muka elu!."
"Dalam waktu dua hari!. Kalo lo gak cerai sama mas ravenska?. Gue pastiin hidup lu bakalan menderita!."
"Harusnya lu itu nyadar diri, lo itu siapa?. Ravenska itu siapa?."
Keempat wanita itu tak henti-hentinya menyerang Raya dengan menendang, memukul, dan menjambak rambut Raya.
__ADS_1
"Astagfirullah hal'azim ya Allah." Dalam hatinya sangat takut dengan apa yang telah mereka lakukan padanya.
Akan tetapi pada saat itu, entah kekuatan dari mana ia dapatkan?. Tiba-tiba saja ia melawan, mendorong satu persatu mereka yang telah berbuat jahat padanya.
"Heh!. Diam!." Bentaknya dengan suara yang sangat keras. Membuat keempat wanita itu ketakutan?. "Kalian siapa sih?. Berani banget masuk ke rumah orang sembarangan!. Kalian gila ya?."
"Lu itu yang gila!. Berani banget lu nikah sama ayang beb kami!."
"Heh!. Lu, lu, lu, dan lu!." Tunjuk Raya dengan penuh emosi. "Segera pergi dari rumah gue!. Abang gue itu polisi!. Kalo lu pada gak mau masuk ke kantor polisi karena kasus penganiyaan?. Cepat cabut!." Bentaknya.
Namun sepertinya mereka belum merasa takut dengan ancaman yang disebutkan Raya.
"Lu itu cuma ngancem doang."
"Lo pikir kami takut?."
Hampir saja ia melayangkan sebuah tamparan yang sangat keras, akan tetapi Raya dapat mengatasinya dengan baik. Setelah itu ia pergi ke dapur mengambil air yang hendak ia masak tadi.
"Kya!."
Secara spontan mereka semua berlari meninggalkan tempat itu. Tentunya mereka tidak ingin itu terjadi, karena mereka masih sayang dengan kulit mereka yang masih cantik?.
"Kurang ajar banget mereka ya?." Raya sangat kesal, ia merapikan kembali penampilannya yang hampir berantakan. "Sakit lagi ni tangan." Ia memperhatikan tangannya ada bekas cakaran, begitu juga dengan kaki, pipinya, bahkan lengannya juga kena cakaran mereka yang sangat ganas. Hari itu adalah hari yang sangat sial baginya, apa salahnya saat itu hingga ia diserang mereka?.
...***...
Sedangkan Ravenska yang saat itu sedang bersama Salsa yang minta disuapi makan?. Ia mendengarkan nada dering hp-nya. Ia berusaha untuk mengabaikan suara itu, akan tetapi suara itu tidak mau berhenti meskipun telah lima kali bersuara?.
"Apa enggak diangkat aja?. Mungkin ada kabar penting yang mau disampaikan sama kamu."
"Tapi yang lebih penting saat ini bagi ku adalah kamu."
"Hehehe. Jangan gombal ah. Jawab saja panggilannya. Mungkin ada hal yang sangat penting." Salsa terlihat sangat malu-malu.
__ADS_1
"Baiklah. Kalau gitu aku angkat bentar ya?." Ia mengambil hp-nya yang tak jauh dari tempat ia duduk. Hp-nya yang masih berbunyi dengan sangat kerasnya. "Nomor baru?." Dalam hatinya sangat heran dengan apa yang ia lihat saat itu. "Aku angkat dulu ya?." Setelah berkata seperti itu ia pergi meninggalkan kamarnya.
"Ya." Salsa hanya memakluminya. Ia tidak mau membuat batasan pada Ravenska. Mungkin saja itu adalah rekan bisnisnya yang ingin melakukan hubungan bisnis yang baik. Jadi ia tidak perlu cemas memikirkan hal yang aneh, seperti Ravenska memiliki simpanan lain selain dirinya saat ini?. Tapi itu tidak mungkin baginya.
Sedangkan Ravenska yang menjawab panggilan itu. "Ya?. Selamat siang?. Saya ravenska hadijaya, pemilik kantor impor batik terbaik di kota x. Saya sedang berbicara dengan siapa ya?."
"Saya tahu anda siapa. Tapi apakah anda kenal dengan selvy angel?. Pemilik nicecare yang terkenal di kota ini?."
"Selvy angel?." Dalam hati Ravenska masih bingung dengan nama itu. "Apakah aku sebelumnya pernah bekerja sama dengan perusahaan ini?."
"Loh?. Kamu kok diam aja sih venskateng."
Deg!.
Ravenska sangat terkejut dengan nama itu, rasanya ia pernah mendengarkan nama itu di sebuah tempat?. Apakah ia masih ingat?.
"Untuk apa kamu menghubungi saya?."
"He?. Kok kamu banget sih?. Padahal aku kangen sama kamu loh?."
"Katakan dengan cepat. Ada urusan apa kamu menghubungi saya?. Saat ini saya sedang sibuk."
"Aku tahu kok, kalau kamu itu ravenska. Cuma kamu aja yang enggak ingat sama aku. Aku kangen banget loh?. Sama kamu."
Akan pada saat itu ia sangat terkejut dengan apa yang telah diucapkan oleh seseorang yang tidak ia kenali sama sekali. Tanpa berpikir lebih lama lagi yang segera menutup panggilan itu.
"Sial!. Kenapa malah dimatikan panggilanku?." Selvy Angel terlihat sangat kesal dengan apa yang telah dilakukan oleh Ravenska padanya?.
"Siapa sih?." Ravenska sangat bingung dengan seseorang yang sangat sok akrab dengannya. Saat itu ia menerima kembali panggilan dari nomor yang tak dikenal itu. Karena ia sangat kesal ia segera menghapus nomor itu dari blacklist nomor panggilan baru.
"Kurang ajar. Nomorku malah diblokir olehnya dan aku tidak bisa melakukan panggilan padanya." Hatinya semakin panas dengan apa yang ia alami. "Liat aja lo ravenska. Bakalan gue cari lu sampe dapet." Dalam hatinya saat itu sangat kesal dan merasa sangat marah. "Lo bakalan nyesel karena telah berhasil membuat gue semakin mencintai lo." Dengan senyuman yang sangat aneh ia berkata seperti itu. "Gue nggak akan setengah-setengah mengejar lo. Bakalan gue bikin lu bersujud di hadapan gue." Sepertinya suasana hatinya pada saat itu sedang panas karena apa yang telah dilakukan oleh Ravenska padanya. Bagaimana kelanjutannya?. Temukan jawabannya. Next.
...***...
__ADS_1