
...***...
Dua hari telah berlalu, kan tetapi pada saat itu belum juga ada kabar dari Ravenska?. Apakah yang terjadi sebenarnya pada Ravenska?. Pagi itu Raya masih berusaha bersikap biasa saja di depan mertuanya meskipun dua hari itu Ravenska belum juga memberi kabar apapun.
"Kamu masih sempat memasak sebelum kerja ya?."
"Iya ma. Soalnya mas ravenska pagi-pagi sudah berangkat ke kantor. Katanya mau menghindari kemacetan. Jadi raya harus menyiapkan sarapan pagi untuk mas ravenska."
"Gitu ya?. Anak mama memang sangat rajin, mama sangat bangga memiliki menantu seperti kamu."
"Semoga saja ke depannya raya tidak mengecewakan mama."
"Dari dulu kamu adalah anak perempuan mama yang sangat mamah banggakan. Jadi tidak mungkin kamu mengecewakan mama."
"Aamiin."
"Kalau begitu mama akan membantu kamu memasak."
"Ajarin raya memasak gulai yang enak dong ma. Supaya mas ravenska semakin betah berada di rumah."
"Sekarang begitu kamu simak dengan baik apa yang akan mama ajarkan sama kamu."
Maisya tidak keberatan sama sekali untuk mengajari menyentuhnya itu memasak. Malahan ia sangat senang ketika mendengarkan ucapan menantunya itu.
...***...
Di rumah Salsa.
"Pagi yang sangat indah sambil menikmati sarapan dari istri aku yang sangat cantik ini."
"Pagi-pagi jangan menggombal mas. Rasanya jantung saya tidak sanggup untuk mendengarkan apa yang mas katakan."
Ravenska malah tertawa kecil mendengarkan ucapan Salsa. Pagi itu ia sarapan bersama Salsa dengan penuh kenikmatan.
"Masakan kamu itu yang paling enak loh. Aku sampai ketagihan memakan masakan kamu daripada masakan mama aku sendiri."
"Jangan gitu lah ngomongnya mas. Nanti bisa kualat sama orang tua."
Deg!.
Entah kenapa pada saat itu ia sangat terkejut dengan apa yang telah dikatakan oleh Salsa. Apalagi iya ingat dengan ancaman yang telah dilontarkan oleh mamanya itu. Tentunya ia sangat mengetahui jika mamanya telah mengancam dirinya itu adalah hal yang harus ia patuhi. Akan tetapi pada saat itu ia mencoba untuk bertahan demi Salsa.
__ADS_1
"Loh?. Ada apa mas?. Kok tiba-tiba mukanya terlihat pucat seperti itu?. Apakah aku telah berkata sesuatu yang sangat salah?."
"Ah, enggak kok."
"Kalau begitu mari kita lanjutkan sarapannya."
"Ya, mari kita sarapan."
Entah kenapa pada saat itu perasaannya bercampur aduk menjadi satu padu yang mengacak-acak suasana hatinya pada pagi itu. "Semoga mama tidak mencari tahu apa yang telah terjadi kepadaku sebenarnya." Itulah harapannya untuk kedepannya. Apakah ia sanggup menyembunyikan semua rahasia itu dari orang yang sangat penting di dalam hidupnya?. Simak terus bagaimana kisah itu terjadi nantinya.
...***...
Pukul 8.30 pagi.
Saya membawa Mama mertuanya itu menuju butik yang ia dirikan selama 2 tahun terakhir ini.
"Selamat pagi bu bos."
"Pagi semuanya."
Karyawan yang berada di toko itu menyambutnya dengan sangat baik. Namun pada saat itu mereka sangat penasaran, siapa ibu-ibu cantik yang datang bersama dengannya?.
"Perkenalkan, ini mama mertua saya. Sekaligus model yang akan bekerja sama dengan kita dalam project baru yang telah kita rancang."
"Salam kenal ibu cantik."
Suasana mendadak pecah ketika mereka mengatakan kalimat itu. Maisya merasa kembali muda ketika mereka menyebutnya ibu cantik.
"Aku rasa kalian harus menggunakan kacamata yang lebih bagus, untuk melihat siapa saya."
...
...
Kembali mereka tertawa cekikikan mendengarkan ucapan Maisya yang tampak bersahabat dengan mereka semua.
"Jika berkenan saya akan menjadi model untuk pakaian ibu-ibu cantik. Saya harap kalian tidak minder ketika saya menjadi model kalian."
"Sangat setuju sekali bu. Bu bos telah menceritakan kepada kami melalui rapat WhatsApp yang sangat heboh bu."
"Ahaha!. Kalian ini ada-ada aja."
__ADS_1
"Kalau begitu mohon kerjasamanya ya?."
Sepertinya pada saat itu mereka terlihat sangat akrab. Tidak membutuhkan waktu yang cukup lama bagi Maisya untuk bergaul dengan anak-anak muda itu yang memiliki pikiran yang masih sangat polos.
"Kalau modelnya cantik seperti ibu?. Saya akan segera menyelesaikan rancangan busana itu dengan sangat baik." Ucapnya sambil mengacungkan kedua jempolnya.
"Sip. Saya tunggu rancangan yang luar biasa dari tangan kamu yang mulus itu." Balasnya dengan mengajukan jempolnya.
Lagi-lagi suasana di sana terdengar hidup, kedekatan antara mereka telah terjalin dengan sangat baik.
"Oke. Kalau begitu selamat bekerja."
Setelah itu mereka kembali ke pekerjaan masing-masing. Ada yang merancang busana terbaru?. Ada yang menjahit hasil dari rancangan yang telah mereka buat sebelumnya. Dan beberapa orang karyawan lainnya segera menuju ke depan untuk menjaga toko itu. Mereka benar-benar menikmati pekerjaan mereka masing-masing dengan sepenuh hati.
...***...
Di sebuah tempat yang cukup ramai.
Keempat wanita yang mengaku fans berat dari Ravenska saat itu sedang merencanakan sesuatu untuk menyerang kembali Raya. Tempatnya mereka masih belum puas dengan apa yang telah terjadi, mereka masih belum bisa menerima apa yang telah terjadi di depan mata mereka.
"Si raya memang benar-benar sangat gila. Dia berani sekali mau menyiram kita pake air panas."
"Jika saja gue tidak ketakutan?. Mungkin saja pada saat itu gue jambak rambutnya dengan kuat, biar botak dia sekalian."
"Bener tu. Gue rasa dia memang telah gila. Dan gue sangat gak rela jika dia itu mendapatkan ayang beb kita dengan cara yang sangat tidak baik."
Perasaan di hati mereka yang sangat sakit tidak bisa menerima kenyataan itu?. Telah membuat mereka berpikiran seperti itu?.
"Terus apa yang akan kita lakukan ke depannya?. Gue nggak terima begitu saja. Yang berhak menikah dengan ravenska itu adalah salah satu dari kita. Bukan makhluk halus dalam jelmaan si raya budug itu."
"Kita harus memikirkan cara yang lebih efisien untuk menjatuhkan dirinya."
"Ya, cara yang paling ampuh untuk segera menyingkirkan dia dari sisi ayang beb tercinta kita."
"Cara yang lebih licik. Cara yang akan membuat dia mengetahui fakta yang sebenarnya bahwa dia itu tidak cocok dengan ayang beb kita."
Saat itu mereka sedang memikirkan cara yang sangat tepat untuk mengatasi Raya?. Sebab cara pertama yang mereka gunakan untuk mengancam Raya agar menjauhi Ravenska sepertinya tidak berhasil.
"Pokoknya yang berhak berada di sisi ayang beb adalah aku."
Setidaknya seperti itulah yang ada di dalam pikiran mereka masing-masing. Mereka yang merasa paling berhak untuk berada di samping Ravenska. Cowok sempurna yang memiliki wajah ketampanannya sangat luar biasa, itulah kenapa mereka merasa paling berhak?. Lah?. Apakah hanya karena alasan itu?. Apakah yang akan mereka lakukan terhadap Raya?. Apakah mereka akan melakukan hal-hal yang aneh terhadap Raya?. Temukan jawabannya.
__ADS_1
...***...