
...***...
Dua hari telah berlalu, dan saat itu Raya masih bersabar dengan sikap Ravenska yang masih menganggap ia adalah orang asing. Namun bukan hanya itu saja yang membuat suasa hatinya tidak nyaman. Saat itu ada nomor baru yang masuk ke whatsapp nya.
Deg! Detak Jantungnya seakan-akan hendak lepas dari tempatnya Ketika ia melihat suami yang sangat ia antal sedang bersama Seorang wanita yang sedang hamil?." Astagfirullah hal'azim." Dalam hatinya sangat tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ya Allah." itu. Hatinya sama sekali tidak terima dengan apa yang ia libat.
"Ya Allah. Apa yang harus hamba lakukan." Dadanya terasa sangat Sakit hatinya bergetar tak kuasa melihat itu." Tidak mungkin ravenska selama ini menikah diam-diam. Rasanya la sangat frustasi dengan apa yang ia lihat dari kiriman seseorang.
Saat itu juga ia mencoba untuk menghubungi nomor suaminya. Tentunya ingin memastikan, apakah yang dikirim oleh orang itu benar atau tidak. tapi rasanya sangat sia-sia. Karena orang yang ia hubungi tidak menjawabnya. "Mas ravenska!." Teriaknya dengan emosi yang membara sambil membanting hp-nya ke lantai dengan sangat kuat. Rasanya ia sudah tidak sanggup lagi untuk menghadapi kenyataan yang menyakitkan seperti itu. Apakah hanya rasa sakit saja yang ia rasakan selama menikah dengan Ravenska?. Apakah selama ini ia telah salah menikah dengan Ravenska?. Baru kali ini ia merasakan bagaimana tekanan hidup yang sangat luar biasa.
Apakah dengan itu ia masih akan mencintai orang yang sama sekali tidak peduli dengan perasaannya?.
Namun saat itu ibunya datang, dan ia sangat terkejut.
"Loh?. Anak ibu kenapa?. Kok nangis?." Dewi tentunya sangat khawatir dengan kondisi anaknya.
"Enggak apa-apak bu. Tadi itu aku nonton film yang bikin aku emosi, sampe aku banting hp-nya."
"Ya Allah nak?. Emangnya kamu tu nonton film apa sih?. Jangan sampai banting hp kamu lah." Dewi memungut hp anaknya yang telah retak parah, dan bahkan sampai terbagi dua?. Apakah segitu sakitnya hati yang ia rasakan saat itu sehingga ia membanting hp-nya dengan sekuat tenaga?.
...****...
Sementara itu Ravenska dan Salsa yang sedang menikmati jalan-jalan?. Apa yang telah mereka lakukan saat itu telah difoto secara diam-diam oleh seseorang, dan ia mengambil gambar itu supaya istri sah Ravenska merasa sangat hati dengan apa yang ia kirim.
"Mungkin apa yang aku lakukan dapat membuat rasa sakit hati yang sangat luar biasa pada raya. Tapi dia harus tahu bagaimana perangai suaminya yang sebenarnya." Dalam hatinya bisa membayangkan bagaimana reaksi dari Raya ketika melihat foto yang ia kirim. Setelah itu ia pergi dari tempat itu. Hatinya sangat puas dengan apa yang telah ia dapatkan saat itu.
"Apakah kamu enggak khawatir kalau jalan jauh seperti ini?. Ravenska sangat cemas dengan kondisi Salsa yang terlihat sedikit pucat.
"Aku enggak apa-apa kok. Aku masih kuat untuk berjalan." Dengan senyuman yang ramah ia membalas ucapan Ravenska.
"Ya sudah. Setelah kia membeli cincin nikah, kita langsung pulang ya?."
"Ya, kalau itu aku akan setuju." Ia langsung memeluk lengan Ravenska dengan sangat manja.
__ADS_1
Setelah itu mereka langsung melanjutkan perjalanan untuk mencari toko perhiasan. Dua bulan kurang, anak mereka akan lahir ke dunia ini. Seperti yang dijanjikan Ravenska, bahwa ia akan menikahkan Salsa. Apakah itu akan berjalan dengan baik?. Hanya waktu yang akan menjawab itu semua.
...***...
di rumah Maisya dan Bambang.
Saat itu kebetulan keduanya sedang berada di rumah, dan saat itu pula keduanya sedang memikirkan sesuatu.
"Apakah papa enggak merasa aneh dengan pernikahan anak kita pa?."
"Aneh dari mananya ma?."
"Dulu kita nikah enggak sampe empat bulan?. Mama udah hamil, tapi kok raya belum juga ya?. Apa menurut papa itu enggak aneh?."
Keduanya terdiam sejenak sambil memikirkan itu. Memang mereka akui mereka memang cepat memiliki anak kala itu.
"Mungkin masih malu-malu ma." Bambang masih memikirkan hal ke arah positif.
"Mama jangan terlalu berpikiran buruk pada anak sendiri."
"Bagaimana kalau anak kita itu ternyata memiliki istri simpanan pa?. Sehingga dia merasa tidak tertarik untuk menyentuh raya."
"Mama!." Bambang semakin terkejut dengan apa yang telah dikatakan istrinya itu mengenai anaknya.
"Mama akan membuktikan jika anak kita tu sebenarnya hanya berpura-pura saja menikah dengan raya. Siapa yang menduga jika sebenarnya dia menyimpan rahasia besar itu dari kita pa."
Bambang kembali menghela nafasnya dengan sangat pelan, dan saat itu ia tidak percaya dengan apa yang telah dikatakan oleh istrinya sendiri?.
"Mama jangan gegabah dalam menuduh anak kita. Bagaimana kalau anak kita tersinggung dengan apa yang mama katakan?."
"Papa akan melihat kenyataan itu nantinya."
Sebagai seorang ibu yang memiliki perasaan yang sangat kuat terhadap anaknya?. Ia akan menyelidiki itu semua dengan penuh kebenaran.
__ADS_1
...***...
Raya saat itu sedang menuju jalan pulang, ia baru saja membeli hp baru, karena hp-nya yang lama sudah tidak bisa ia gunakan lagi. Namun saat itu pikirannya benar-benar sangat kacau, pikirannya belum tenang sama sekali.
"Apakah perlu aku cari tahu siapa wanita itu mas?." Dalam hatinya sangat bingung dengan apa yang terjadi.
Deg!.
Namun saat itu ia sangat terkejut, karena ia melihat ada seseorang yang tersandar di jalan dalam keadaan terluka parah?. Raya langsung menghentikan laju mobilnya, ia memeriksa keadaan orang itu.
"Astaghfirullah hal'azim ya Allah." Ia melihat banyak darah yang mengalir dari kepala orang itu?. Raya buru-buru menghubungi nomor rumah sakit terdekat. "Bertahan lah, semoga Allah melindungi kamu." Dalam hatinya sangat gelagapan dengan situasi seperti itu.
...***...
Pukul 17.13.
Ravenska baru saja sampai di rumah bersama Salsa. Suasana hati mereka sangat bahagia saat itu. Karena bukan hanya berhasil membeli perlengkapan bayi saja, tapi mereka telah berhasil membeli cincin pernikahan yang sangat cantik untuk mereka nantinya.
"Terima kasih ya mas?." Ia bergelayut manja di lengan Ravenska.
"Untuk kamu, akan aku lakukan semuanya sayang."
"Oh, sayang. Kamu sangat perhatian sekali sama aku."
"Akan aku lakukan apapun untuk membahagiakan kamu." Ia kecup kening Salsa dengan lembut.
"Rasanya aku sangat bahagia sekali memiliki kamu mas."
Sepertinya keduanya masih menikmati kebahagiaan yang mereka rasakan saat itu. Dunia memang milik berdua, terutama Ravenska yang merasa tidak bersalah karena telah membuat perasaan Raya terluka dengan sikapnya yang seperti itu?.
Next.
...*** ...
__ADS_1