
...***...
Saat itu Ravenska sudah baru saja sampai di rumah Salsa, ia bergegas masuk ke dalam rumah. Ia tidak dapat lagi menahan perasaan rindu yang ia rasakan saat itu.
"Salsa." Ia peluk Salsa dengan perasaan cinta yang sangat dalam.
"Mas ravenska?." Salsa sangat terkejut dengan pelukan itu.
Saat itu mereka sedang melepaskan kerinduan yang mendalam. Perasaan cinta yang mereka rasakan saat itu sangat kuat, seakan-akan tidak ada yang bisa memisahkan mereka kecuali Tuhan yang berkehendak. Perasaan rindu yang tidak bisa mereka tahan, sehingga mereka ungkapkan perasaan rindu itu.
"Maafkan aku ya ca?. Aku enggak bermaksud untuk meninggalkan kamu. Aku tu sayang banget sama kamu." Ia peluk erat kekasihnya itu.
"Aku sangat takut jika kamu meninggalkan aku. Habisnya kamu tidak ada kabar selama seminggu ini." Saat itu ia mencoba untuk tidak menangis karena perasaan rindu yang mampu menjadi dalam hatinya.
"Ya, karena itu aku, aku meminta maaf kepadamu sayang."
"Aku pikir kamu akan meninggalkan aku. Aku takut memikirkan jika itu terjadi."
"Kamu tidak perlu memikirkan hal-hal yang buruk tentang aku. Aku tidak akan pernah melarikan diri dari cinta yang aku genggam saat ini. Karena kamu adalah rembulan yang indah yang pernah aku miliki."
"Kamu adalah matahari bagiku, aku juga tidak akan pernah melepaskan matahariku begitu saja."
__ADS_1
Keduanya pada saat itu benar-benar mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Apakah rasa cinta yang mereka rasakan pada saat itu adalah cinta buta saja?. Atau perasaan cinta yang benar-benar tumbuh dan hari mereka?. Apakah ada masalah dengan cinta itu?.
***
Sementara itu Raya.
Pukul 7.15 malam.
Saat itu ia sedang berada di dapur. Ia telah menyiapkan semua makanan yang menjadi makanan kesukaan suaminya. Entah kenapa pada saat itu ia merasakan keselamatan yang sangat luar biasa.
"Apakah aku harus nanya dulu apa yang telah terjadi pada mas ravenska?. Apakah mungkin di luar sana yang memiliki seseorang yang sangat dicintai?. Apakah aku harus mencari tahu apa yang sebenarnya disembunyikan oleh mas ravenska?." Entah kenapa pada saat itu ia dapat merasakan ada sesuatu hal yang ganjil dalam hubungan pernikahan mereka. Apalagi dengan sikap Ravenska sangat berbeda dengan ketika mereka bersama dulu. "Kenapa tiba-tiba kepalaku pusing?." Raya merasakan ternyata sakit pada kepala belakangnya. "Mas?." Raya mencoba untuk menghubungi Ravenska, akan tetapi pada saat itu tidak ada tanggapan sama sekali bahkan nomornya sudah aktif?. "Sebenarnya kamu pergi ke mana mas?. Apakah rumah ini bukan tempat untuk kamu tinggal?. Apakah kamu memiliki tempat yang lain selain tempat ketika kita bersama?." Pikiran buruknya mulai mulayang-layang entah ke mana memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk. "Harus kepada siapa aku bertanya tentang dirimu yang sebenarnya?. Kadang sebelumnya kita memiliki ikatan yang baik. Tapi kenapa tiba-tiba saja kau berubah ketika kita menikah?. Apakah setelah menikah aku tidak sempat menarik lagi untukmu?. Apakah selama ini kau hanya bersandiwara saja?. Ketika kita bersama, perasaan seperti apa yang kau rasakan pada saat itu?. Sehingga kini hanya tatapan kebencian yang kau berikan kepadaku?." Hatinya sering bertanya seperti itu, tapi kenapa ketika ia bersama Ravenska?. Perasaan itu seperti hilang entah kemana. Baginya hanya bersama Ravenska itu sudah cukup?.
Apakah ia yakin bisa seperti itu?. Apakah ia yakin jika seperti itu?.
...***...
"Makan malam ini sangat spesial. Apalagi masakan kamu sangat enak. Membuat aku semakin ingin selalu bersama kamu."
"Kamu itu ya mas?. Enggak di chat, enggak secara langsung?. Kamu memang rajanya gombal ya mas?."
"Aku hanya akan menggombal kepada satu wanita saja. Supaya aku hanya dapat melihat senyumannya sendirian. Senyuman yang hanya dapatku miliki, tidak akan aku biarkan orang lain melihat senyuman itu selain aku."
__ADS_1
"Oh. Kamu ini memang yang paling aku cintai. Rasanya aku benar-benar ingin meleleh dengan apa yang telah kamu katakan mas."
Itulah yang terjadi ketika kedua insan itu saling bertemu dan saling mengungkapkan perasaan yang ada di dalam hati mereka masing-masing. Apalagi makan malam itu terasa romantis bagi mereka berdua. Selain mengungkapkan perasaan cinta?. Mereka juga telah melepaskan rasa rindu yang terpendam meskipun hanya lingkungan minggu saja mereka tidak bertemu.
"Kalau begitu malam ini aku akan tidur sampai rumah meluk dirimu. Supaya dapat aku katakan kepadamu bahwa aku benar-benar sangat merindukan dirimu."
"Kita baru saja bertemu, jangan langsung ungkapkan perasaan rindu itu kepadaku. Karena aku tidak akan dapat menampung perasaan rindu ini jika kamu pergi lagi dari sisi ku mas."
"Aku hanya pergi sebentar saja. Tidak akan mungkin bagiku untuk meninggalkanmu selamanya. Karena bulanku dan matahariku telah berada di sini bersama dirimu."
"Ya. Aku rasa memang benar."
Entah apa yang dirasakan oleh kedua insan itu ketika jatuh cinta, namun perasaan itu benar-benar sangat nyata. Sehingga keduanya tanpa mengungkapkan apa yang ada di dalam hati mereka. Tanpa perasaan malu ataupun perasaan canggung mereka, dengan mudahnya mengungkapkan perasaan cinta yang ada di dalam hati mereka.
...***...
Pukul 23.27.
Raya terus memperhatikan jam yang tertera di hp-nya, rasanya sangat lama baginya untuk menunggu seseorang yang belum juga datang.
"Apakah malam ini dia tidak akan pulang lagi?. Apakah karena alasan pekerjaan?. Aku sedang mengerjakan sesuatu yang mungkin tidak bisa aku ketahui apa itu?."
__ADS_1
Ia menghubungi Ravenska, akan tetapi nomor itu tidak bisa dihubungi sama sekali. "Memangnya di planet mana kamu berada sekarang mas?. Saya nggak aku tidak dapat menghubungimu sama sekali." Ada perasaan kesal yang ia rasakan pada saat itu. "Apakah kamu saat ini sedang diselimuti oleh kabut cinta di luar sana?." Tiba-tiba saja perasaannya memanas, rasanya saat itu ia tidak dapat menahan dirinya lagi. Semuanya ia lakukan pada saat itu rasanya hanya sia-sia saja. "Mau sampai kapan aku akan terus seperti ini?. Suka dia memang tidak ingin menikah dengan aku?. Kenapa dia memperlakukan aku seperti ini?. Apakah dia tidak memiliki perasaan sakit ketika diperlakukan seperti ini?." Raya mencoba untuk memperhatikan sikap Ravenska yang memasak berbeda. Apakah dia adalah wanita yang bodoh?. Yang hanya mengandalkan perasaan cinta sesaat saja?. Apakah hanya dirinya saja yang memiliki perasaan cinta yang berlebihan?. Tidak bisa kak ia melihat keadaannya sebenarnya?. Apakah seperti ini cinta yang sebenarnya?. Itu sangat mustahil untuk orang normal.
...***...