CINTA DALAM BAYANGAN

CINTA DALAM BAYANGAN
CHAPTER 26


__ADS_3

...***...


Salsa saat itu sedang mengingat apa yang telah ia lalui bersama Ravenska. Karena saat ini Ravenska sedang tidak ada di sana, kekasihnya itu minta izin pulang dengan alasan akan menyelesaikan pekerjaan di kantornya sebelum anaknya lahir.


Kembali ke masa lalu.


"Kamu yakin memberikan aku rumah selengkap ini isinya sama aku, sayang?." Salsa sangat terpaku dengan apa yang ia lihat.


"Tentu saja aku sangat yakin dengan apa yang telah aku berikan padamu sayang." Balas Ravenska.


"Terima kasih banyak ya sayang. Kamu sangat baik banget." Salsa kembali memeluk Ravenska dengan perasaan bahagia.


"Sama-sama sayang." Ia balas pelukan Salsa dengan sangat eratnya. "Aku akan melakukan apapun untuk kebahagiaan kamu sayang." Itulah tujuannya saat itu.


"Bahagia sekali aku bisa berkenalan dengan orang baik seperti kamu." Dalam hatinya sangat bersyukur untuk itu. Ia tidak pernah menduga sebelumnya jika ia akan mendapatkan kebahagiaan yang sangat luar biasa.


Kembali ke masa ini.


Suasana hatinya sangat bahagia, karena ia mendapatkan hadiah yang sangat tidak terduga sama sekali. Hatinya yang saat itu tidak akan menyangka akan mendapatkan hadiah yang sangat istimewa.


"Aku tidak menduga jika dia akan memberikan rumah ini kepadaku." Dalam hatinya semakin cinta kepada Ravenska.


Kembali ke masa lalu.


"Kamu itu semakin cantik sejak kamu hamil. Entah kenapa aku semakin jatuh hati kepadamu."


"Kamu ini terlalu banyak menggombal mas."


"Supaya anak kita jadi orang yang romantisan nantinya."


"Hahaha!. Mas ini bisa saja."


Saat itu keduanya terlihat seperti sepasang suami istri yang sangat bahagia.


"Tapi mas telah berjanji, jika anak ini lahir nantinya?. Mas akan segera menikahi aku, kan?."


"Tentu saja. Aku nggak akan melupakan janji itu. Aku telah menyiapkan mahar yang sangat mahal untuk menikahi kamu nantinya."


"Benarkah?."


"Kamu adalah wanita yang sangat aku cintai, jadi aku akan melakukan apapun untuk membahagiakan kamu, membahagiakan anak kita nantinya."

__ADS_1


"Oh, mas ravenska." Salsa benar-benar tidak tahan mendengarkan apa yang telah diucapkan oleh Ravenska saat itu. Hatinya benar-benar apa yang telah ia dengar saat itu.


"Kamu tenang saja. Aku tidak akan mengingkari janji yang telah aku ucapkan kepada wanita yang sangat aku cintai."


"Rasanya aku benar-benar menjadi seorang wanita yang sangat bahagia di dunia ini, karena dicintai oleh seorang lelaki yang baik hati seperti kamu mas."


"Justru aku adalah orang yang sangat bahagia di dunia ini karena menemukan orang yang sangat sabar seperti kamu."


Entah kesurupan apa keduanya pada saat itu mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Seakan-akan keindahan dunia yang telah mereka capai saat itu. Ingatan dan kenangan romantis yang pernah mereka lalui terbayang-bayang di dalam pikiran mereka saat itu juga. Tidak ada ungkapan kebahagiaan yang mereka rasakan selain hanya tinggal berdua saja.


"Mas, kalau aku meminta sesuatu kepadamu?. Apakah kau akan menuruti apa yang aku katakan?."


"Memangnya kamu mau apa?. Katakan saja apa yang ingin kamu mau saat ini. Maka aku akan menuruti apapun yang kamu mau." Ucapnya sambil memberikan kecupan manis di kening Salsa.


"Saat ini aku mau jalan-jalan bersamamu."


"Jalan-jalan?. Emangnya kamu mau jalan-jalan ke mana?. Mau belanja?. Atau liburan beberapa hari ke tempat yang menyenangkan?. Dengan senang hati aku akan mengantar kamu ke mana saja ke tempat yang kamu inginkan."


Salsa terlihat sangat senang mendengarkan apa yang telah dikatakan oleh Ravenska kepadanya. "Aku hanya ingin jalan-jalan ke mall saja. Mungkin kita menemukan barang-barang yang lucu untuk bayi kita nantinya."


"Untuk anak kita?. Mari kita jalan-jalan." Ravenska terlihat sangat bersemangat mendengarkan ucapan itu.


"Ya sekarang. Masa tahun depan sih?. Ya udah lahir lah anak kita." Ucapnya sambil menggandeng tangan Salsa dengan sangat romantisnya.


"Oke. Mari kita jalan-jalan." Salsa pun tampak bahagia saat itu.


Kembali ke masa ini.


"Rasanya aku semakin merindukan dirinya saat ini." Dalam hatinya sangat tidak menduga akan rindu kepada kekasihnya itu.


"Salsa." Ia peluk Salsa dengan perasaan cinta yang sangat dalam.


"Mas ravenska?." Salsa sangat terkejut dengan pelukan itu.


Saat itu mereka sedang melepaskan kerinduan yang mendalam. Perasaan cinta yang mereka rasakan saat itu sangat kuat, seakan-akan tidak ada yang bisa memisahkan mereka kecuali Tuhan yang berkehendak. Perasaan rindu yang tidak bisa mereka tahan, sehingga mereka ungkapkan perasaan rindu itu.


"Maafkan aku ya ca?. Aku enggak bermaksud untuk meninggalkan kamu. Aku tu sayang banget sama kamu." Ia peluk erat kekasihnya itu.


"Aku sangat takut jika kamu meninggalkan aku. Habisnya kamu tidak ada kabar selama seminggu ini." Saat itu ia mencoba untuk tidak menangis karena perasaan rindu yang mampu menjadi dalam hatinya.


"Ya, karena itu aku, aku meminta maaf kepadamu sayang."

__ADS_1


"Aku pikir kamu akan meninggalkan aku. Aku takut memikirkan jika itu terjadi."


"Kamu tidak perlu memikirkan hal-hal yang buruk tentang aku. Aku tidak akan pernah melarikan diri dari cinta yang aku genggam saat ini. Karena kamu adalah rembulan yang indah yang pernah aku miliki."


"Kamu adalah matahari bagiku, aku juga tidak akan pernah melepaskan matahariku begitu saja."


Kembali ke masa ini.


"Bahkan pada saat aku ragu padamu?. Kamu datang kembali dengan segudang gombalan yang membuat aku semakin mencintaimu." Dalam hatinya masih ingat rayuan gombalan itu.


Kembali ke masa itu.


"Halo mas?. Kamu berada di mana sih?. Aku udah kangen banget sama kamu."


"Aku juga kangen sama kamu sayang."


"Kalau begitu datanglah ke rumahku. Aku sangat merindukanmu sampai-sampai Aku tidak bisa tidur."


"Baiklah. Malam ini aku akan datang menemuimu. Mohon bersabar ya?."


"Kenapa tidak sekarang?. Kenapa harus menunggu malam?. Apakah kamu tidak mencintai aku lagi?."


"Tentunya aku sangat mencintaimu. Aku akan datang pada malam hari, supaya aku dapat melihat keindahan cantikmu masih seperti rembulan yang bersinar di hatiku."


"Oh, mas ravenska. Kamu jangan membuat aku semakin rindu dengan kata-kata gombalmu itu."


Tadinya Salsa menangis karena tidak dapat menahan perasaan rindu yang sangat dalam terhadap orang yang ia cintai. Akan tetapi ketika ia mendengarkan rayuan gombal dari Ravenska, seketika hatinya luluh lantah dengan apa yang ia dengar.


"Hanya kepadamu saja aku membuat kata-kata gombal ini. Karena aku memang sangat mencintaimu."


"Baiklah kalau begitu akan aku tunggu malam ini ya mas?."


"Ya. Tunggulah aku dengan keindahan cantikmu malam ini. Akan aku bawa engkau dengan penuh kerinduan yang mendalam."


"Yah aku akan menunggu pelukan hangat itu. Akan aku tumpahkan semua rasa rindu yang ada di dalam hatiku saat ini."


Kembali ke masa ini.


"Bahkan saat aku merindukan kamu, kamu begitu cepat sayang kepadaku. Aku sangat mencintai kamu mas." Dalam hatinya saat itu mengingat apa saja yang telah ia lalui bersama Ravenska selama ini. "Sebentar lagi anak kita akan lahir. Aku sudah tidak sabar untuk melakukan pernikahan dengan kamu mas. Kamu sudah janji akan menikahi aku setelah anak kita lahir." Dalam hatinya saat itu sangat ingat dengan ucapan janji dari Ravenska yang menjanjikan kebahagian yang sangat luar biasa padanya. "Kita akan bahagia pada saat itu mas." Dalam hatinya lagi.


...***...

__ADS_1


__ADS_2