CINTA DALAM BAYANGAN

CINTA DALAM BAYANGAN
CHAPTER 21


__ADS_3

...***...


Dua hari telah berlalu, kini keadaannya telah membaik. Ya itu hanya kondisi fisiknya saja yang membaik, beda dengan hatinya yang saat itu masih merasakan sakit yang sangat luar biasa dengan sikap Ravenska yang sangat tidak wajar padanya. Namun saat itu ada sebuah notifikasi yang masuk ke dalam hp-nya.


Deg!!..


Alangkah terkejutnya ia saat melihat peringatan itu, namun saat itu ia tersenyum kecil. Mencoba untuk tetap tegar apapun kondisi yang ia rasakan saat itu.


"Hari ini mas ravenska ulang tahun. Aku akan mencoba mengambil kembali hatinya yang sudah beku itu padaku." Dalam hatinya mencoba memikirkan apa yang akan ia lakukan untuk suaminya itu. "Aku tidak boleh menyerah begitu saja. Bisa jadi itu adalah ujian awal pernikahan. Akan aku buat mas ravenska jatuh cinta padaku." Raya mencoba untuk berpikiran baik, dan melupakan apa yang telah dipikirkan oleh pikiran jahatnya yang mencoba untuk memalingkan perasaan cintanya pada Ravenska.


Ya, perasaan cinta pada seseorang secara berlebihan kadang membuat seseorang melupakan perasaan cinta yang ada di dalam hatinya. "Baiklah, aku akan mempersiapkan semuanya." Dalam hatinya mulai menata kembali hatinya yang mungkin akan kembali sehat?.


...**...


Sementara itu Ravenska saat ini sedang bersama Salsa yang merayakan hari ulang tahun Ravenska yang jatuh pada hari ini?.


Begitu banyak masakan, bahkan kue ulang thun yang dibuat Salsa untuk merayakan hari spesial itu.


"Kalau gitu kamu duduk sekarang ya sayang?. Dari tadi kamu udah nyiapin semuanya, jangan sampai kamu kelelahan ya sayang?. Kasihan anak kita nanti ikutan capek." Ravenska begitu terlihat memanjakan Salsa.


"Aku enggak apa-apa kok mas. Aku itu lagi memberikan yang terbaik untuk kamu. Aku juga ingin membuat kamu bahagia." Salsa terlihat menggemaskan saat berkata seperti itu, membuat Ravenska semakin gemas padanya.


"Kalau begitu di hari spesial ini aku ingin memberikan yang terbaik juga untuk kamu."

__ADS_1


"Tapi yang merayakan hari spesial itu kamu loh, mas?. Katakan aja yang kamu mau, maka akan aku berikan."


"Kalau gitu aku yang mengatakan kepada kamu sayang. Aku akan memberikan apapun yang kamu minta, dan kebetulan ini adalah hari spesial aku?. Maka akan aku kabulkan apapun yang kamu minta."


"Ok, akan aku minta apapun itu."


Saat itu keduanya terlihat sangat bahagia dengan apa yang mereka rasakan saat itu. Sepertinya hanya mereka yang merasakan cinta yang penuh kebahagiaan itu, dan mereka sama sekali tidak mengetahui jika Raya telah menyiapkan hadiah ulang untuk suaminya. Hari itu ia berbelanja dengan suasana hati yang sangat bahagia sambil membayangkan betapa bahagianya ia memberikan kejutan yang tidak akan pernah ia lupakan di dalam hidupnya.


"Semoga saja mas ravenska senang dengan model pakaian ini." Dalam hatinya melihat pakaian yang sangat cocok dengan suaminya yang sangat ganteng. Ya, sebagai pemilik pakaian yang sangat tren di semua kalangan tentunya kalangan itu adalah hal yang sangat membahagiakan baginya karena ia tidak perlu repot-repot lagi memikirkan hadiah seperti apa yang cocok jika menyangkut kejutan pakaian?. Ok, lupakan. "Setelah itu aku akan membelikan mas ravenska jam tangan, sebab mas ravenska sangat suka dengan jam tangan hitam yang sangat cocok dengan kulitnya yang putih. Setelah itu aku juga mau pesan tiket bioskop yang ada komedinya. Mungkin besok aja kali ya?. Soalnya mas ravenska pasti akan pulang malam. Ya, gak mungkin aku ngajak mas ravenska nonton sampe subuh." Ia malah terkekeh kecil sambil membayangkan itu. "Selanjutnya hadiah apa ya?. Ah!. Iya juga ya?. Karena mas ravenska suka makan seafood?. Bagaimana kalau aku beli cumi, mas ravenska sangat suka dengan cumi kecap. Aku mau nyiapin makan malam yang istimewa. Jadi aku harus belanja banyak untuk semuanya." Setelah itu ia masuk ke sebuah tempat belanja yang ramai. Apakah kejutannya akan berhasil?. Simak dengan baik bagaimana kisahnya.


...***...


Sementara itu Maisya dan Bambang yang berada di rumah.


"Raya ulang tahun?. Kok mama baru tahu kalau raya ulang tahun hari ini?."


"Mama ini gimana sih?. Anak laki-laki mama, bukan anak menantu mama yang bernama raya."


"Hehehe. Papa jangan emosi seperti itu. Mamam hanya bercanda saja."


"Huh!. Mama ini ya?." Bambang terlihat sangat kesal dengan sikap istrinya.


"Tapi raya tahu gak ya?. Apakah perlu mama telpon ya?."

__ADS_1


"Mama jangan cemas berlebihan, pasti raya tahu ulang tahun suaminya. Bukan kah dulu raya sering kasih kejutan sama anak kita ravenska?."


"Oh, iya ya?. Kalau mama ingat memang raya yang sering kasih kejutan sama ravenska."


"Jadi mama jangan terlalu cemas. Gimana kalau anak kita ravenska enggak nayaman kalau kita sering berpihak pada raya?. Nanti yang disalahkan bukan mama, tapi raya."


"Ya, mama tahu itu." Walaupun ada perasaan yang sangat kesal yang ia rasakan saat itu. "Mama hanya cemas sama raya pa. Sebab mama sangat yakin, jika anak kita memiliki simpanan lain, dan mama sedang menyelidiki masalah itu."


"Tapi tidak mungkin anak kita sampai melakukan itu ma. Percaya aja kalau anak kita itu tidak kan mungkin akan melakukan hal yang aneh-aneh di luar rumah."


"Semoga saja pa. Sebab mama enggak mau raya tersakiti nantinya." Sebagai seorang ibu yang merasa memiliki anak perempuan?. Hatinya sangat cemas dengan itu semua. "Jangan sampai dharma dan dewi tahu, kalau anaknya sangat tidak nyaman dengan sikap anak kita yang kurang ajar itu."


"Mama tenang saja, buktinya mereka sampai sekarang tidak memberikan kabar yang buruk sama kita selain kabar baik."


"Kadang mama merasa sangat berdosa jika mengatakan hubungan anak-anak kita udah aman." Ya, itulah yang ia takutkan.


...***...


Pukul 13.36.


Raya baru saja pulang dari berbelanja banyak, semuanya telah ia siapkan untuk ulang tahun Ravenska.


"Huh!. Capek juga belanja kek ginian." Ia malah terkekeh kecil melihat apa yang telah ia siapkan saat itu. "Ok, masih semangat untuk masak, untuk buat kue ulang tahunnya." Raya menguatkan dirinya walaupun terasa sangat lelah. "Ok, kalau gitu aku akan siapkan semuanya dengan benar." Raya kembali bergerak, baginya hari ini adalah hari yang sangat penting. "Semoga saja mas ravenska sangat suka dengan hadiah yang telah aku siapkan untuknya. Aku harap hubungan kami akan kembali baik seperti sebelum kami menikah." Hanya seperti itu saja harapan yang ia inginkan di hari bahagia itu. Tidak ada permintaan yang lain selain ingin hubungan mereka yang aman seperti dulu lagi.

__ADS_1


...***...


__ADS_2