Cinta di dataran China

Cinta di dataran China
Bab 11


__ADS_3

Mereka kembali ke hotel dengan membawa beberapa cemilan, Zhang sengaja mampir ke minimarket dulu karena takut ia kelaparan saat di hotel nanti.


Di dalam hotel, Zhang menagih janjinya Vira kepadanya, ia mengajak Vira ke kamarnya agar Vira bisa segera memijat dirinya dengan baik.


"Aku ambil minyak angin, biar lebih enak," ucap Vira.


Zhang hanya menganggukkan kepala nya, selagi Vira mengambil minyak angin, ia duduk di samping ranjang sambil memainkan handphone nya.


"Sudah, ambil posisi," ucap Vira.


"Kamu bisa memijat," tanya Zhang, ia takut Vira malah salah pijat dan ia malah jadi sakit.


"Kamu jangan meremehkan aku, aku sangat pintar dalam hal memijat," ucap Vira.


Zhang pun melepaskan alat penerjemah dari kuping nya, setelah itu tiba tiba Zhang melepaskan bajunya di depan Vira. Hal itu membuat Vira sangat terkejut dan langsung memalingkan wajahnya.


"Ada apa dengan mu? Kamu tidak pernah melihat pria tidak memakai baju," tanya Zhang yang heran.

__ADS_1


"Jarang," jawab Vira.


Agar Vira tidak terlalu malu, Zhang segera berbaring di atas tempat tidur, ia menunggu Vira agar segera memijat punggung nya.


"Cepat," ucap Zhang.


Beruntung Vira masih menggunakan alat penerjemah, ia jadi paham apa yang Zhang katakan padanya.


Vira pun mulai mengambil posisi, ia menuangkan minyak angin ke atas punggung Zhang. Ini pertama kalinya ia memijat pria selain ayah nya, rasanya sangat aneh tetapi cukup membuat nya penasaran, apalagi kulit Zhang terasa sangat berbeda dari ayah nya.


"Dia memiliki badan yang bagus, tidak terlalu berotot, pas sekali seperti idola ku," batin Vira.


"Kalau aku mempunyai suami seperti Zhang, pasti anak ku nanti akan mempunyai kulit seperti ini, ah jadi kemana mana pikirkan ku," batin Vira.


"Ahh."


Vira terkejut mendengar suara Zhang. "Dia mendesah," batin Vira.

__ADS_1


"Suaranya sangat imut sekali," batin Vira.


"Sudah," ucap Vira.


Zhang paham dengan apa yang Vira katakan, kata sudah sangat sering ia dengar.


"Depan nya belum," ucap Zhang.


"Tidak, aku tidak mau." Vira langsung beranjak dari tempat tidur itu, ia berlari pergi meninggalkan kamar Zhang.


Zhang yang tidak sedang menggunakan alat penerjemah sangat bingung dengan Vira. Apalagi tiba-tiba Vira lari dari nya begitu saja.


"Apa dia malu? Aku tida melakukan apa apa, tapi dia terlihat begitu malu," batin Zhang.


Vira bernafas lega bisa masuk ke dalam kamarnya dengan aman, ia tidak akan mau memijat perut Zhang. Ia tidak akan tahan melihat ABS yang Zhang miliki, tangan nya akan betah lama lama menyentuh ABS itu, yang membuat Vira pasti di katakan wanita gatal.


"Tapi dia sangat seksi, suaranya sangat lucu sekali, aku tidak pernah berpikir Zhang seperti ini, aku akan lebih baik menghabiskan waktu dengan nya, apalagi saat di Indonesia nanti. Semoga aku kuat menghadapi pria tampan ini, tidak bisa bertemu dengan artis Korea tidak masalah. Toh dia juga tidak kalah tampan dari artis Korea," batin Vira.

__ADS_1


Untuk membuang pikirkan kotor nya Vira memutuskan membasuh masuk d dalam kamar mandi, ia berharap bayangan tubuh indah Zhang berhenti terlintas di otaknya.


__ADS_2