
"Tidak tidak sayang, aku tidak bisa. Aku hanya ingin dua anak saja, tidak lebih dari dua anak." Zhang menggelengkan kepalanya, ia sendiri berpikir mempunyai anak banyak akan membuat nya pusing. Apalagi di keluarga nya tidak banyak orang yang mempunyai anak.
"Hahaha kamu begitu ketakutan," ucap Vira.
"Jangan banyak banyak sayang, aku ingin dua anak. Ya kalau bisa laki laki semua, aku ingin mewarisi banyak hal pada nya. Untuk masa depan mereka aku sudah menyiapkannya sebelum kita menikah."
"Kamu benar benar manusia yang paling priper sayang, jangan bilang kamu sudah menyiapkan nama anak kita," tanya Vira,
"Ya yang pasti harus ada nama Zhang, mulai sekarang karena kamu sudah tau siapa aku, jangan panggil aku Zhang ya. Nama ku hao, Zhang itu marga ku."
"Aku akan memanggil kamu papah, atau sayang, atau ayah atau appa," ucap Vira.
"Bisa saja boneka anabelle ini," kata Zhang.
"Enak saja boneka anabelle," ucap Vira dengan wajah yang marah.
Zhang hanya tertawa melihat Vira yang mulai marah, memang menikah dengan Vira jauh membuat Zhang lebih bahagia.
*****
__ADS_1
Satu minggu berlalu, keluarga Zhang sudah kembali ke China, sedangkan Zhang kembali ke Jakarta, mereka berdua ke rumah yang Zhang beli beberapa waktu lalu. Ini pertama kalinya mereka berdua akan tinggal di rumah itu.
Dari bandara mereka berdua langsung ke rumah itu, satu minggu lalu Zhang sudah meminta orang menyiapkan rumah itu sebelum ia datang. Ia ingin rumah itu sudah siap tempat saat ia datang, dari kolam renang, kebun sampai dengan suasana tempat tidur yang memang ia ubah.
"Ahh akhirnya sampai di rumah ini," ucap Vira dengan wajah yang bahagia.
"Lihat sayang, kebun sudah mulai di temani pepohonan, kolam renang sudah di ganti dengan air mineral. Semoga kamar sesuai dengan keinginan ku," kata Zhang.
"Ahh mau berenang," ucap Vira.
"Aku sengaja pakai air mineral, aku ingin berhubungan di dalam kolam renang sayang," kata Zhang.
Rumah ini sangat besar untuk mereka, kalau hanya untuk dua anak saja masih terasa sangat sepi. Vira akan berusaha untuk mencari cara agar Zhang mau menambah anak lagi.
Saat dalam kamar mereka berdua terkejut dengan kamar yang susah berubah, tidak seperti sebelumnya kamar ini di buat sesuai dengan keinginan Zhang. Zhang sendiri merasa sangat puas, berbeda dengan Vira yang sedikit kesal, walaupun terlihat sangat bagus tetapi bukan selera nya.
"Sayang kamu Sukses ya," ucap Vira.
"Hahaha iya sayang, aku sangat sukses," kata Zhang.
__ADS_1
Zhang menarik tangan Vira dan membawa nya ke atas tempat tidur, ia sangat senang bisa tinggal di tempat yang sesuai dengan keinginan nya.
"Aku mencintaimu," ucap Zhang.
"Aku jauh lebih mencintai mu," kata Vira.
"Sayang boleh," tanya Zhang.
"Ah tidak, kita baru kembali dari bali, lebih baik mandi dulu," jawab Vira.
"Sayang kamu mah."
"Tidak bisa, kamu jangan seperti anak kecil. Aku tidak suka kalau masih kotor seperti ini, lebih baik nanti malam, aku akan bermain dengan baik untuk kamu," ucap Vira.
"Janji," tanya Zhang.
"Iya sayang."
Vira begitu senang semua barang nya yang ada di apartemen sudah pindah ke tempat ini. Ia tidak repot repot untuk mengambil lagi, semuanya sudah ada di dalam lemari.
__ADS_1