Cinta di dataran China

Cinta di dataran China
Bab 7


__ADS_3

Setelah selesai makan Zhang membawa Vira ke dalam mobil, ia ingin memberikan koper Vira. Ia takut Vira memperlakukan pakaian dan lain sebagainya, dari pada ia membuat wanita ini terlalu repot, lebih baik ia berikan saja dengan satu syarat.


"Itu koper mu, dan berikan kartu tanda penduduk mu," ucap Zhang.


"Kamu ada ada saja, apa lagi yang ingin kamu minta, ****** ***** ku," tanya Vira.


Zhang hampir tertawa mendengar pertanyaan Vira, beruntung ia masih bisa mempertahankan ekspresi wajahnya.


"Jangan bercanda, sebagai jaminan, aku tidak mau kau malah kabur setelah mendapatkan koper mu," ucap Zhang.


Vira sangat menyesal bisa berkomunikasi dengan mudah dengan Zhang, Zhang benar-benar pria paling menyebalkan yang pernah ia temui.


Tanpa mengatakan apapun Vira memberikan kartu tanda penduduk nya pada Zhang, ia tidak ingin berdebat dan mendengar celotehan pria ini lagi.


"Bagus, sekarang kita ke hotel tempat mu menginap," ucap Zhang.


"Kan kita kembali ke Indonesia Lusa, bagaimana kalau hari ini kita ke Korea, aku tida tau harus melakukan apa di sini," kata Vira.

__ADS_1


Zhang menganggukkan kepala nya, ia juga bingung harus apa karena waktu cutinya masih panjang. Memang lebih baik ia pergi jalan jalan agar ia bisa lebih dekat dengan Vira.


"Oke kita berangkat sekarang," ucap Zhang.


"Yes.." Vira begitu senang mendengar ucapan dari Zhang.


Mereka pun mengambil barang barang mereka masing-masing. Dari hotel Vira, mereka langsung ke apartemen Zhang, setelah itu keduanya ke bandara dan memesan tiket ke Korea. Beruntung penerbangan ke Korea tidak begitu lama, mereka juga mendapatkan bisnis class.


"Wah dia yang bayar, beruntung juga aku bertemu dengan nya," batin Vira.


Vira penasaran pria ini bekerja sebagai apa, karena ia penasaran bagaimana mungkin bisa pria muda seperti Zhang sudah mempunyai begitu banyak uang.


"Lengkap," tanya Zhang.


"Ha.. Iya lengkap," jawab Vira.


"Aku tidak seperti mu, aku dapat di percaya," ucap Zhang.

__ADS_1


"Hehehe iya iya, walaupun kita beda bahasa kita dapat berkomunikasi dengan mudah ya, memang alat ini sangat berguna," kata Vira.


"Iya tapi kalau di lihat orang lain terasa aneh, aku menggunakan bahasa mu, kamu menggunakan bahasa ku," ucap Zhang.


"Hehehe iya sih, aku juga mendengar apa yang orang lain katakan. Ya walaupun tidak begitu jelas, mungkin karena terlalu banyak suara yang bercampur."


"Kamu belajar bahasa Indonesia," tanya Vira yang melihat Zhang mengambil sebuah kamus.


"Aku sudah tertarik dengan bahasa ini sejak lama, tapi cukup sulit," jawab Zhang.


"Bantu mendengar lagu berbahasa Indonesia, ini akan mempermudah mu mengerti bahasa Indonesia," ucap Vira.


"Begitu ya."


Baru beberapa hari saja mereka berdua sudah tampak akur dan cocok. Ya walaupun keduanya masih suka bertengkar dan kesal dengan sifat mereka masing-masing.


Setelah menunggu cukup lama akhirnya pesawat mereka pun siap untuk meninggalkan bandara, keduanya langsung naik ke dalam pesawat dan duduk di kursi yang sudah di pesan.

__ADS_1


Ini pertama kalinya Vira naik bisnis class, rasanya begitu nyaman dan enak. Ia tidak pernah membayangkan bisa naik di tempat yang spesial seperti ini. Semua ini karena ia bertemu dengan sosok pria tampan dan kaya raya, tanpa ia bertemu dengan pria itu, ia tidak mungkin bisa naik pesawat kelas seperti ini.


__ADS_2