
Mereka berdua berjalan ke kolam renang samping rumah, tempat ini seperti nya juga akan menjadi tempat favorit Zhang. Zhang sangat suka berenang, apalagi kolam renang yang luas dan tertutup, ia jadi tidak khawatir mengajak istri nya berenang sambil bermesraan.
"Sayang ini akan menjadi tempat favorit ku, kita bisa berenang bersama di sini," ucap Zhang.
"Tempat nga juga tidak terlalu terbuka, jadi tidak khawatir ada orang dari luar melihat kita," kata Vira.
"Sayang kamu ada uang sebanyak itu," tanya Vira.
"Uang? Money datang pada ku setiap hari nya," jawab Zhang.
"Aku penasaran seberapa kaya kamu," ucap Vira.
"Aku gambarkan, ayah ku mempunyai sebuah perusahaan industri,tidak hanya ada di satu bidang melainkan beberapa bidang, keluarga ku juga mempunyai perusahaan turunan yang cukup besar dan mamah ku mempunyai sebuah agency yang memiliki beberapa artis terkenal.. Kamu hitung saja seberapa kaya aku," ucap Zhang.
Vira hanya bisa menelan air ludah nya dengan kasar, ia tidak dapat menghitung seberapa kaya nya Zhang.
"Bagaimana sudah terbayang," tanya Zhang sambil berjalan mendekati Vira.
Vira menggelengkan kepalanya.
"Tidak terbayang sama sekali," jawab Vira.
"Tidak perlu memikirkan seberapa kaya aku, cukup pikirkan seberapa cinta aku pada mu," ucap Zhang.
Vira tersenyum mendengar ucapan Zhang, Zhang sudah mulai berani menggombal pada nya.
"Hahaha iya sayang.. Kamu sudah pintar menyusun kata kata manis ya," ucap Vira.
"Untuk mu aku selalu belajar untuk menjadi lebih baik."
__ADS_1
"Untuk ku? Atau untuk wanita lain?"
"Hahaha untuk kamu lah, aku tidak dekat dengan wanita manapun selain kamu seorang," ucap Zhang.
Vira memeluk Zhang dengan erat, anugerah terbesar yang pernah ia dapatkan sekarang adalah bertemu dengan Zhang. Ia dapat merasakan bagaimana cinta nya Zhang pada nya, rasa cinta yang ia sendiri tidak dapatkan dari keluarga nya.
"Aku akan menjaga mu, membahagiakan mu, membuat mu tersenyum sepanjang hari. Setiap hari nya aku selalu mencoba untuk menemukan sesuatu yang dapat membuat diriku semakin mencintai mu," ucap Zhang.
"Sayang…" Vira paling tidak bisa jika Zhang seperti ini.
Karena hari sudah siang, setelah dari tempat itu mereka berdua memutuskan untuk makan siang. Vira mengajak Zhang makan siang di restoran nasi padang langganan nya. Ia ingin melihat bagaimana Zhang makan makanan yang sebelumnya belum pernah Zhang makan.
"Aku pernah makan, kamu pernah membawa nya saat pulang dari kantor," ucap Zhang.
"Ah iya aku lupa, enak tidak? Kamu masih ingat rasanya? Atau sudah lupa," tanya Vira.
"Aku masih sangat ingat rasanya, rasanya memang sangat enak," jawab Zhang.
Zhang menganggukkan kepala nya, sejauh ini ia tidak pernah kecewa dengan makanan yang Vira berikan ke pada nya.
Tidak lama makanan yang Vira pesan datang, sebelum makan Video meminta Zhang mencuci tangan nya dulu. Paling enak memang makan nasi padang menggunakan tangan langsung dan ini yang pertama kalinya untuk Zhang.
"Ini enak," ucap Zhang.
"Ini namanya rendang," kata Vira.
"Rendang? Aku suka ini."
"Hahaha siapa yang tidak suka, semua orang suka ini," ucap Vira.
__ADS_1
"Sayang aku tidak ingin.."
"Tidak ingin apa," tanya Vira.
"Hehehe makan dengan tangan langsung," jawab Zhang.
"Aku suapin ya," ucap Vira.
Zhang menganggukkan kepala nya.
"Manja sekali," ucap Vira.
Vira pun mengambil alih piring calon suaminya, mereka berdua jadi makan dalam satu piring yang sama. Vira sebenarnya cukup malu, tetapi karena Zhang tampan dan terlihat bucin pada nya, rasa malu itu jadi terobati.
"Sudah kenyang," tanya Vira.
"Sudah, makasih," jawab Zhang.
"Sama sama.. Yasudah aku bayar dulu."
"Kartu yang aku berikan sudah kamu habiskan?"
"Masih banyak, aku gunakan liburan ke Korea juga tidak habis," ucap Vira.
"Habiskan segera, nanti aku ganti," kata Zhang.
"Enak sekali kamu berkata, kamu mengatakan nya seperti uang mudah di cari," ucap Vira.
"Hahhaa memang begitu ada nya," kata Zhang.
__ADS_1
"Iya anak orang kaya." Vira mencubit wajah calon suaminya.