
"Tidak," ucap Vira sambil membuang arah pandangan nya. Ia terkejut Zhang mengerti apa yang ia katakan, Vira tidak tau saja kemampuan bahasa Indonesia Zhang meningkat setiap hari nya.
Mereka pun kembali menggunakan alat komunikasi, Zhang meminta Vira menggunakan nya karena ada hal yang ia ingin katakan. Vira juga ingin mengajak Zhang jalan jalan, sangat di sayangkan tidak pergi ke mana mana jika sudah sampai di tempat yang ia impikan.
"Aku ingin mengajak mu jalan jalan," ucap Zhang.
Vira yang mendengar itu langsung tersenyum seketika. "Seriuss? Ini yang aku inginkan," kata Vira.
Walaupun Zhang mendengar arti perkataan Vira dengan nada yang datar, ia sapa paham jika Vira sangat senang sekali. Terlihat dengan jelas dari ekspresi wajah Vira yang langsung berubah.
"Kemana," tanya Vira.
"Kemana saja, ayo siap siap," jawab Zhang.
Mereka pun mulai bersiap siap, setelah selesai keduanya langsung pergi meninggalkan hotel. Zhang mengajak Vira jalan jalan, dan sisanya pasti mereka berdua jalan tanpa menggunakan kendaraan, beruntung mereka berada di pusat kota yang sangat ramai.
"Seharusnya aku sudah di sini sejak waktu itu," ucap Vira.
__ADS_1
"Kamu ingin ke sini? Tapi kenapa nyasar ke China," tanya Zhang.
"Aku ke China karena salah pemesanan tiket, aku pikir aku sudah memesan tiket pesawat ke Korea, ternyata aku salah. Aku memesan tiket ke China," jawab Vira.
"Hahaha dasar wanita bodoh," ucap Zhang sambil tertawa dengan lepas.
Ini pertama kalinya Vira melihat Zhang tertawa begitu lepasnya, ia tidak pernah melihat Zhang tertawa seperti ini, karena biasanya Zhang hanya memang wajah datar atau wajah penuh kekesalan. Padahal ia hanya mengatakan apa yang Zhang tanya, menurut nya juga tidak terlalu lucu.
"Jika tertawa seperti ini kamu terlihat sangat lucu tau, lebih tampan saja. Tetapi kalau kamu sudah mulai marah atau memasang wajah datar, wajah tampan mu tida berguna," ucap Vira.
"Baru saja aku puji sudah seperti ini, menyesal aku memuji mu," ucap Vira dengan nada yang kesal.
Zhang menarik tangan Vira dan membawa nya ke suatu tempat Vira harus bersusah payah mengikuti langka kaki Zhang yang panjang dan cepat, ia tau tau Zhang ingin mengajak nya ke mana.
"Wah banyak makanan," ucap Vira.
"Hmmmm kamu boleh makan banyak hal," tanya Zhang, ia takut Vira tidak bisa memakan beberapa hal.
__ADS_1
"Hehehe tenang aku bisa makan sapa saja, aku non," ucap Vira.
Zhang langsung paham dengan apa yang Vira katakan, ia tau agama apa mayoritas di negara tempat Vira tinggal, dan ia sangat menghargai nya, itu sebabnya Zhang bertanya apa kah Vira bebas makan sesuatu atau tidak dan ternyata Vira bebas memakan apapun seperti dirinya.
"Kamu mau makan apa? Aku akan membelanjakan mu," ucap Zhang.
"Serius," tanya Vira.
"Iya serius, tapi dengan satu syarat, bantu aku belajar bahasa Indonesia setiap malam nya," jawab Zhang.
"Oke, kalau kamu sudah bisa bahasa Indonesia, kita tidak perlu alat ini lagi."
Vira menarik tangan Zhang untuk membawanya ke sebuah makanan unik, makanan yang belum pernah Vira lihat sebelumnya.
"Mau ini," ucap Vira.
Zhang yang pandai dalam bahasa Korea langsung memesankan Vira, Zhang memang pandai dalam beberapa bahasa, salah satu nya Korea, ia pernah tinggal di negera ini beberapa tahun lamanya.
__ADS_1