Cinta di dataran China

Cinta di dataran China
Bab 29


__ADS_3

Setelah selesai makan mereka berdua kembali masuk ke dalam kamar, Zhang sangat senang Vira di Terima baik di keluarga nya, mereka membicarakan kecantikan dan senyuman manis Vira yang tidak pernah hilang dari wajahnya. Zhang merasa tidak salah memilih pasangan seperti Vira.


"Kamu kenapa sih, kenapa senyum senyum seperti ini," tanya Vira.


"Kamu tidak tau sih, anggota keluarga ku terus membicarakan mu, mereka sangat tertarik pada mu," jawab Zhang.


"Tertarik dalam arti?".


"Mereka senang dengan senyuman manis yang tidak pernah hilang dari wajah mu. Seperti yang ayah ku katakan, aku jauh lebih bersemangat dan bahagia saat bersama dengan mu," ucap Zhang.


"Oh begitu, syukur lah. Aku juga sangat senang mereka suka pada ku," kata Vira sambil memeluk Zhang dengan erat.


****


Keesokan harinya, hari yang paling Aziza dan Zhang tunggu telah tiba, hari pernikahan mereka berdua sudah di depan mata. Dari pagi mereka berdua sudah tidak di tempat yang sama. Vira di bawah pergi oleh MUA untuk di make agar tampil dengan sempurna, sedangkan Zhang tetap di kamar itu, ia lebih santai karena pria tidak seribet wanita.


Pukul 10 pagi, Vira sudah memakai gaun pengantin nya, gaun ini di pilih langsung oleh mamah mertua nya, dan kebetulan juga selera mereka berdua sama, jadi Vira dengan senang hati memakai gaun indah ini.


Vira juga tampil dengan make up tipis yang membuat nya semakin cantik, Vira tidak mau memakai make up terlalu tebal, ia akan terlihat seperti badut, apalagi yang menjadi pasangan Zhang yang memiliki kulit putih sehat. Keluarga Zhang juga bukan tipe wanita bermake-up. Ia sangat menyesuaikan dimana ia berada sekarang agar tidak terlihat aneh.


Pernikahan mereka akan dilaksanakan pukul 11 siang, masih ada waktu satu jam sebelum pernikahan. Zhang di minta untuk datang ke ruangan Vira karena mereka akan mengambil beberapa foto dan video dokumentasi sebelum pernikahan.


Zhang tampil gagah dan tampan menggunakan tuxedo berwarna putih, ia memang sangat cocok menggunakan sesuatu yang berwarna putih sesuai dengan warna kulit nya. Zhang juga menggunakan gaya rambut yang berbeda dari biasanya, ia memperlihatkan jidat nya yang biasanya tertutup oleh rambut.


"Sayang.."


Mereka berdua sama sama terpesona satu sama lainnya, Vira sampai melongo melihat bagaimana tampan nya Zhang hao. Begitu juga dengan Zhang hao yang sampai tidak bisa berkata apa-apa, ia terdiam kaku melihat bagaimana cantik nya Vira.


"Kalian hanya diam, ayo mendekat. Kalian harus foto."


Sambil tersenyum Zhang mendekati Vira, ia memegang tangan Vira dengan sangat erat. Bibir nya terus tersenyum karena Zhang terlalu bahagia.


"Kamu cantik sekali, aku tidak pernah melihat gadis secantik kamu," ucap Zhang.


"Hahaha iya sayang, aku memang sangat cantik sekali. Kamu sangat beruntung telah mendapatkan ku," kata Vira.


"Aku sangat beruntung telah mendapatkan mu," ucap Zhang.


"Kamu juga begitu tampan, aku tidak pernah melihat gaya rambut kamu seperti ini," kata Vira.


"Hahaha ini gaya tersembunyi dan andalan ku," ucap Zhang.


Mereka pun mulai berfoto, kalau sudah tampan dan cantik, mau bagaimana pun gaya dan konsep nya akan terlihat sangat sempurna. Apalagi mereka berdua terlihat sangat kompak dan cocok sekali.


Pukul sebelah kurang Zhang hao ke tempat mereka akan menikah. Ia pergi sendiri karena Vira akan menyusul nya nanti bersama dengan paman nya. Beruntung di acara ini ditayangkan paman satu satunya Vira dengan datang, hal itu membuat Vira memiliki perwakilan dari keluarga nya.


Hari ini Zhang juga baru melihat final dekorasi pernikahan nya, ia sangat puas melihat dekorasi yang begitu indah nya, ia jadi tidak rugi mengeluarkan uang ratusan juta hanya untuk dekorasi pernikahan saja.


Konsep pernikahan ini mengusun tema out dor, walaupun di tempat terbuka dan di lakukan di siang hari tempat ini tidak panas sama sekali. Sebelum acara ini berlangsung Zhang sudah meninjau langsung bagaimana keadaan saat pernikahan nya nanti, semuanya sesuai dengan keinginan nya.


Zhang bergabung dengan anggota keluarga nya, mereka semua sangat bahagia sekali. Zhang yang dulu nya jarang tersenyum dan tertawa, semenjak ingin menikah ini ia jauh berubah lebih bahagia. Kebahagiaan Zhang adalah kebahagiaan mereka semua.


Zhang berdiri menunggu sang istri datang bersama pamannya. Para tamu undangan juga sudah duduk rapi di tempat mereka.


Tak lama Vira datang berjalan mendekati Zhang bersama dengan paman nya. Vira tersenyum manis menyapa keluarga dan tamu undangan yang datang, saat ini jantung nya berdetak begitu kerasnya. Ia berusaha untuk mengontrol diri nya agar tetap on poin.

__ADS_1


Zhang menyambut tangan Vira, sekarang mereka berdua berdiri berdampingan untuk melaksanakan pernikahan. Terlihat dengan jelas keduanya sedikit nervous, tetapi senyuman manis tidak hilang dari wajah mereka. Vira dengan Zhang sama sama memiliki senyuman yang manis.


Pernikahan pun di laksanakan, suasana mendadak hening seketika. Semuanya sesuai fokus pada acara yang tengah berlangsung. Jepretan foto terus dilakukan untuk mengabadikan momen bahagia ini, Zhang sudah meminta beberapa fotografer agar tidak ketinggalan sedikit pun momen bahagia nya.


Tanpa kendala apapun mereka berdua resmi menikah. Keduanya terlihat sangat lega sekali, sekarang mereka sudah resmi menjadi sepasang suami-istri menurut agama dan hukum.


Apa yang Vira dengan Zhang inginkan sudah terwujud dengan baik, setelah persiapan yang begitu panjang nya akhirnya momen bahagia ini terjadi juga.


Acara tidak berhenti sampai disini, acara terus berlanjut, dari ucapan selamat dari orang orang terdekat sampai dengan foto bersama sama.


Pukul 2 siang, mereka kembali ke kamar masing-masing, acara akan di lanjutkan nanti malam. Nanti malam khusus untuk bersenang senang seperti after party, tidak seperti acara pernikahan tadi yang begitu formal.


"Cinta ku malam pertama yuk," ucap Zhang.


"Suami ku, nanti malam dong. Ada ada aja kamu, malam pertama ya malam malam, kalau siang siang ya siang pertama," kata Vira.


"Hahah kamu benar sayang, aku sudah tidak sabar.."


"Untuk mendapatkan sesuatu yang luar biasa kamu harus sabar sayang," ucap Vira.


"Kamu lapar tidak, itu ada makanan. Ayo makan, aku cukup lapar," kata Zhang.


"Ganti baju dulu yuk, nanti terkena makanan jadi tidak bagus," ucap Vira.


"Oke.."


Sekarang mereka berdua sudah berada di kamar utama mereka, walaupun belum full dekorasi kamar ini sudah terlihat spesial, kemungkinan saat acara nanti malam baru lah kamar ini akan di dekorasi sesuai apa yang mereka berdua inginkan.


Zhang membantu sang istri untuk melepaskan gaun yang begitu besar nya, ia memerlukan tenaga tambahan agar gaun ini bisa terlepas dari tubuh Vira.


"Sebenarnya begitu berat, aku sampai hampir kehilangan banyak energi, tetapi ya untuk acara ku yang spesial ini sudah pasti aku tidak masalah," jawab Vira.


"Ahh akhirnya ke buka juga," ucap Zhang.


"Wah kamu pakai bikini warna putih." Mata Zhang langsung terbuka dengan sangat lebar.


"Hahaha iya sayang, kenapa kamu suka?"


Zhang menganggukkan kepalanya, mata nya tidak lepas dari tubuh indah istri nya.


"Sayang sayang, baru lihat seorang ini saja langsung melotot tidak berkedip," ucap Vira.


"Itu artinya aku normal sayang, kalau aku tidak memperhatikan mu, itu akan menjadi tanda tanya," kata Zhang.


Vira membantu suaminya melepaskan pakaian yang Zhang pakai, ia sengaja membiarkan sang suami memperhatikan tubuh nya tanpa kedip, memang ia merasa sangat malu agar terbiasa Vira harus melakukan hal ini. Lagi pula Zhang sudah resmi menjadi suaminya, Zhang akan mendapatkan lebih dari sekedar hanya melihat saja.


Sekarang mereka berdua hanya memakai pakaian d*lam saja. Mata Vira tertuju pada tonjolan besar pada bagian depan Zhang. Ini pertama kalinya ia melihat itu pada pria.


"Apa?"


"Dia bangun," tanya Vira.


"Hahaha ya tidak mungkin tidak bangun, dia saja melihat benda yang begitu menggoda nya," ucap Zhang.


Segera Vira memakai baju ganti, ia tidak mau sebelum nanti malam terjadi hal hal yang paling tidak ia inginkan.

__ADS_1


Sedangkan Zhang hanya memakai celana pendek saja, ia enggan menggunakan pakaian lengkap, lagi lupa siang sampai sore nanti mereka hanya tidur saja.


"Sayang," ucap Zhang.


"Iya ada apa," tanya Vira.


"Sini kamu lama sekali, aku sudah lapar," jawab Zhang.


"Oh aku pikir ada apa," ucap Vira sambil berjalan mendekati Zhang sudah.


Karena memang keduanya sudah sangat lapar, mereka berdua pun mulai makan dengan sangat lahap. Zhang dan Vira memiliki selera makanan yang tidak terlalu berbeda, apa yang Zhang makan pasti Vira makan begitu juga dengan sebaliknya.


Setelah selesai makan, mereka berdua bersantai di atas tempat tidur. Keduanya membuka laptop untuk melihat lihat hasil foto tadi. Beberapa foto memang sudah ada di dalam laptop ini, laptop yang diberikan langsung oleh fotografer mereka berdua.


"Sayang ini bagus sekali," ucap Vira.


"Hmmm ya bagus sih, tapi aku kurang suka," kata Zhang.


"Kamu mah."


Tangan Zhang masuk ke dalam baju Vira, ia ingin melepaskan sesuatu yang mengganjal dimata nya..


"Sayang.." Vira terkejut Zhang menarik tali kaca mata dada nya.


"Sayang kamu lupa, kalau tidur tidak baik menggunakan alat itu."


"Ya memang begitu, tapi karena aku tidur dengan kamu, aku harus memakai nya," ucap Vira.


Vira pun menarik nya keluar, kalau sudah lepas, ia harus membuka baju nya kembali untuk memasang nya. Dan Vira malas ribet, sekarang ia sudah menikah dengan Zhang dan tidak masalah jika ia tidak memakai nya.


Zhang menarik Vira Kepelukan nya, ia sudah tidak tahan untuk melakukan nya. Tetapi karena nanti malam ada acara, Zhang berusaha untuk menahannya, ia tidak mau acara malam nanti terganggu karena ulah nakal nya.


Mereka berdua memutuskan untuk tidur sampai menjelang malam, Zhang sengaja tidur begitu lama agar waktu cepat berlalu, semakin cepat malam semakin bagus untuk dirinya.


Pukul setengah 7 malam, Vira terbangun dari tidurnya. Ia terbangun karena tangan Zhang yang begitu nakal pada nya. Bisa bisa nya tangan itu sudah ada di atas kedua dada nya.


Tetapi ajaibnya Zhang tengah tertidur dengan pulas, Vira menatap wajah tampan suaminya yang tengah tertidur, ia tidak menyangka Zhang mempunyai wajah setampan ini. Ia merasa menjadi wanita paling beruntung yang ada di dunia ini.


"Sayang bangun," ucap Vira.


Perlahan Zhang membuka matanya, ia tersenyum langsung saat melihat wajah sang istri. Rasanya masih menjadi mimpi ia menikah begitu cepat nya, padahal sebelumnya Zhang tidak ada niat untuk menikah dengan cepat.


"Tangan kamu," ucap Vira.


"Tidak papa, dia hanya mencari tempat ternyaman nya," kata Zhang.


"Kamu benar benar ya, sudah ayo mandi, kita harus keluar jam 8."


Segera Zhang menggendong Vira ke arah kamar mandi, ia ingin berendam untuk yang pertama kalinya bersama sang istri. Rasanya pasti akan sangat berbeda.


"Kita berendam," tanya Vira.


"Hahaha iya sayang, kita akan berendam," ucap Zhang sambil mengedipkan satu mata nya.


"Aku tau isi otak kamu."

__ADS_1


__ADS_2