Cinta di dataran China

Cinta di dataran China
Bab 32


__ADS_3

Sore hari nya, keduanya sudah rapi dan wangi karena akan makan malam bersama dengan keluarga besar Zhang. Stelah pertempuran panjang tadi mereka berdua langsung tertidur dengan pulas, keduanya sudah mengisi energi yang cukup banyak.


"Sakit," tanya Zhang.


Vira menganggukkan kepala nya, memang setelah bertempur dengan Zhang daerah kewanitaan nya terasa sangat perih. Ia masih ingat betul bagaimana rasanya bagian intinya tadi saat di bobol Zhang. Dalam permainan yang lama tadi hampir dari separuh durasi Vira hanya merasakan sakit saja.


"Kamu masih bisa jalan kan, kalau tidak nanti kamu akan jadi perhatian banyak orang," kata Zhang.


Vira menganggukkan kepala nya, ia masih bisa berjalan walaupun ia harus manahan perih, melakukan Malam pertama di siang hari memang bukan pilihan yang tepat. Vira benar benar menyesal, ia jadi bisa melihat bagaimana Zhang membobol nya tadi, padahal Vira tidak ingin pernah melihat hal itu.


Pukul 7 malam, keduanya keluar dari dalam kamar Vira. Zhang meminta Vira berjalan dengan perlahan agar Vira tidak terlalu kesakitan, ia tidak mau sampai Vira di perhatikan banyak orang.

__ADS_1


Walaupun Vira sudah berusaha untuk jalan normal tetap saja Vira dan Zhang menjadi perhatian banyak orang. Dari kemarin malam sampai sekarang mereka berdua barat keluar dari dalam kamar. Itulah yang membuat orang memperhatikan mereka berdua dengan seksama.


"Sayang," ucap Vira, ia sangat tidak nyaman dengan tatapan itu.


"Tidak masalah, kamu jangan memperhatikan mereka," kata Zhang.


Mereka berdua pun bergabung dengan yang lainnya, karena hanya mereka berdua yang di tunggu waktu makan malam pun din laksanakan. Tidak ada yang berbicara saat sesi ini, hanya ada suara sendok yang terdengar.


Setelah selesai makan malam, Vira meminta Zhang agar mereka kembali ke kamar saja, ia tidak suka dengan suasana seperti ini. Rasanya lebih baik berduaan dengan Zhang di dalam kamar dari pada bergabung dengan keluarga Zhang yang cukup menyeramkan.


Dengan alasan yang tepat Zhang membawa Vira pergi dari sana, ia juga tidak mau Vira merasa tidak nyaman dengan suasana di keluarga nya. Karena terkendala bahasa membuat Vira dan keluarga Zhang terasa jauh, padahal mereka menerima dengan sangat baik.

__ADS_1


"Keluarga kamu sangat menyeramkan sayang, aku sampai tidak bisa berbuat apa apa," ucap Vira.


Zhang tertawa mendengar apa yang Vira ucapkan, memang jika tidak mengetahui keluarga nya orang akan beranggapan sama seperti Vira. Padahal nyatanya mereka tidak menyeramkan, mereka menerima Vira sebagai anggota keluarga yang baru.


"Tidak papa, mereka memang seperti itu. Ayah dan mamah ku tersenyum pada kamu, kata mereka kamu harus banyak istirahat," kata Zhang.


"Sayang di keluarga kamu tak ada yang punya anak kecil,"tanya Vira.


"Rata rata dari mereka tidak ingin mempunyai anak, kalau punya pun nanti setelah masuk usia 25 tahun, untuk mereka mempunyai anak tidak wajib, untuk aku sangat wajib karena aku garis keturunan utama.


"Itu sebabnya kamu ingin menunda punya anak, aku jadi mempunyai ide, kita buat anak yang banyak agar keluarga kamu bisa ramai," ucap Vira.

__ADS_1


__ADS_2