Cinta di dataran China

Cinta di dataran China
Bab 13


__ADS_3

Sebelum mereka ke tempat wisata yang Vira inginkan, Zhang membawa Vira makan makanan khas Korea. Ini pertama kalinya Vira makan langsung di negaranya, tidak seperti biasanya hanya makan di apartemen nya saja.


"Tidak seenak yang di Indonesia," ucap Vira.


"Mungkin sudah di sesuaikan dengan lidah Indonesia, kamu sering makan yang ada di Indonesia, sekarang makan yang ada di Korea langsung pasti terasa berbeda," kata Zhang.


Beberapa makanan tidak seenak yang ia makan di Indonesia, tetapi ada beberapa makanan juga yang jauh lebih enak makan di sini langsung. Vira tidak ambil pusing, ia memakan makanan yang enak saja, yang kurang ia suka ia berikan pada Zhang, beruntung lidah Zhang dapat menerima makanan itu dengan baik.


Setelah selesai makan, mereka berdua langsung menuju ke tempat yang Vira inginkan. Sebelum sampai mereka harus melewati ribuan anak tangga, beruntung Zhang sudah membawa Vira mengisi energi dulu.


"Nama kamu hanya Zhang?"


"Nama ku Zhang hao, biasanya di panggil hao di tempat aku tinggal, tetapi kalau oleh orang luar lebih sering di panggil Zhang."


"Oh begitu, nama yang bagus, aku suka orang China, kamu tau aku juga ngefans dengan salah satu member grup China," ucap Vira.


"Kalau begitu kamu suka aku," tanya Zhang.


"Suka dalam arti berbeda ya, aku ternyata salah menilai mu. Kamu sangat baik dan pengertian sekali, makasih ya sudah datang disaat saat aku sedang tidak baik baik saja. Aku gagal bertemu dengan idola ku, tapi aku sangat beruntung bertemu dengan pria seperti mu," kata Vira.

__ADS_1


"Vira aku juga merasa sangat beruntung bertemu dengan kamu, kamu sangat baik sekali. Sudah sekarang kita berjanji untuk berteman, jangan bertengkar terus," ucap Zhang.


"Oke." Vira dan Zhang menyatukan jari kelingking mereka berdua.


Sebelum naik ke tower yang Vira inginkan, Zhang mengajak Vira ke sebuah tempat. Tempat itu banyak sekali gembok yang terkunci, biasanya di sebut dengan gembol cinta.


"Seperti di Paris," ucap Vira.


"Nah iya kamu benar, kamu sudah pernah memakai seperti ini," tanya Zhang.


"Belum, aku tidak tau nama siapa yang harus aku tulis," kata Vira.


"Apa itu," tanya Vira.


"Teman selamanya," jawab Zhang berbohong.


Vira mengerutkan dahinya, sulit percaya pada Zhang tetapi mau bagaimana lagi hanya Zhang yang ada di sini. Ia berusaha untuk percaya dengan apa yang Zhang katakan.


"Buang," ucap Zhang sambil memberikan sebuah kunci pada Vira.

__ADS_1


"Kemana," tanya Vira.


"Terserah mu, kemana saja," kata Zhang.


Vira melemparkan kunci itu ke danau di depan mereka, kunci itu akan bersatu dengan kunci kunci lainnya.


"Sudah ayo ke tower itu," ucap Vira.


"Vira maaf sekali, kata nya kita tidak bisa naik ke atas, sedang ada perbaikan," kata Zhang berbohong lagi, ia sebenarnya takut ketinggian, dari pada nanti ia malu lebih baik tidak naik sekalian.


"Ah Zhang.."


"Hao," ucap nya.


"Hao… kamu menyebalkan," teriak Vira dengan kencang, mereka berdua sampai di perhatikan oleh oleh orang di sekitar mereka.


Zhang begitu malu dengan apa yang Vira lakukan, ia sampai menarik Vira dan membawanya pergi dari sana, ia tidak ingin semakin malu di buat Vira.


"Kamu benar benar memalukan," ucap Zhang.

__ADS_1


__ADS_2