Cinta di dataran China

Cinta di dataran China
Bab 31


__ADS_3

Pukul 10 pagi menjelang siang, Vira dan Zhang baru bangun, mereka berdua bangun terlambat karena kelelahan. Keduanya bangun dengan wajah yang super berantakan, rambut Vira saja sudah seperti singa yang lepas dari kandang nya.


"Sayang sudah jam 10 pagi," ucap Zhang.


"Hahaha ya terus kenapa," tanya Vira.


"Kita tidak jadi malam pertama dong," jawab Zhang.


"Sayang kan masih banyak waktu, kamu pikir waktu cuma hari ini saja," kata Vira.


"Hehehe iya sih, ya sudah mandi yuk. Kita cari makan setelah ini, aku lapar," ucap Zhang.


Mereka berdua berjalan masuk ke dalam kamar mandi, keduanya sudah tidak kaget dengan kelakuan masing-masing, mereka berdua benar-benar sudah saling mengenal satu sama lainnya.


Setelah selesai mandi, Zhang meminta makanan untuk nya dah Vira pada pihak Vila, entah kenapa keduanya lagi malas keluar mencari makan, mereka ingin makanan untuk mereka diantar langsung ke kamar mereka.


"Sudah sayang," tanya Vira.


"Sudah," jawab Zhang sambil memeluk Vira.

__ADS_1


"Kita sudah menikah," ucap Zhang.


"Lah memang kita sudah menikah," kata Vira.


"iya aku sangat senang dan bangga sekali bisa menikah dengan mu. Semuanya berjalan sesuai dengan keinginan kita," ucap Zhang.


"Makasih sudah serius dengan ku, aku merasa beruntung dapat menikah dengan kamu." Vira membalas pelukan dari sang suami.


Tangan Zhang mulai nakal mengusap ngusap paha Vira, Vira yang menggunakan celana pendek merasa sangat geli. Ia cukup tidak nyaman kalau Zhang sudah seperti ini, walaupun mereka berdua sudah sah menikah.


"Kenapa tidak nyaman," tanya Zhang.


"Kamu kan begitu, walaupun dengan suami sendiri pasti merasa seperti itu, kamu harus terbiasa dulu baru merasa nyaman," ucap Zhang.


"Kalau ke sini masih tidak nyaman," tanya Zhang sambil memasukan tangan nya ke dalam baju Vira.


Sebenarnya Vira masih merasa tidak nyaman, tetapi karena Zhang sudah menjadi suaminya rasa tidak nyaman nya berusaha untuk ia hilang kan.


Tangan Zhang semakin naik semakin ke kedua belahan dunia, ada dua bola besar yang tergantung di tempat itu, ini pertama kalinya Zhang menyentuh nya walaupun masih tertutupi kacamata nya.

__ADS_1


"Besar," bisik Zhang.


Wajah Vira langsung memerah seketika.


"Aku boleh memegang nya," tanya Zhang.


"Masih tanya, padahal sudah kamu pagang," ucap Vira.


"Hahaha iya sih.. Kita lakukan sekarang yuk." Zhang mendekati bibir Vira untuk menciumnya.


Lagi dan lagi Vira tidak bisa apa apa, ia hanya pasrah akan di unboxing oleh suaminya. Tidak mungkin ia menolak suaminya.


Zhang begitu senang mendapatkan balasan ciuman dari Vira, tidak seperti biasanya yang tidak melakukan apa apa, kali ini Vira lebih aktif membalasnya.


Tangan Zhang melepaskan pakaian yang Vira pakai, mulai dari atasan sampai yang bawa, ia tidak menyisakan satu pun dari tubuh sang istri. Ia sendiri hanya menggunakan kimono saja, ia tinggal sekali tarik langsung terlepas semuanya.


Tangan Vira ia arahkan ke junior nya yang sudah bangun sempurna. Vira terkejut sekali saat menyentuhnya, ia hampir berteriak tetapi Zhang membungkam bibir nya.


Vira pikir produk China tidak ukuran yang besar, ternyata ia salah. Walaupun baru pertama kali memegang nya Vira dapat merasakan benda ini begitu besar. Rasanya ia sangat takut jika benda itu membela bagian intinya.

__ADS_1


"Mati aku," Batin Vira


__ADS_2