Cinta di dataran China

Cinta di dataran China
Bab 14


__ADS_3

Karena kejadian itu keduanya jadi saling tidak berbicara, mereka berdua duduk di sebuah cafe tetapi sibuk dengan diri mereka masing-masing. Zhang masih kesal dengan Vira dan begitu juga dengan sebaliknya.


Tak lama pesanan mereka datang, walaupun sudah kenyang mereka harus tetap memesan, di sini tidak boleh duduk tanpa memesan makanan.


"Makan," ucap Zhang.


"Aku kenyang," kata Vira.


"Makan.." Zhang menarik Handphone Vira dari tangan nya.


"Zhang.."


"Diam dan makan, atau aku akan mencium mu," ucap Zhang.


"Iya iya.." Vira mulai memakannya walaupun sudah kenyang.


Zhang tersenyum ancamannya berhasil, seperti nya memang Vira begitu takutnya ia cium. Padahal ia sendiri tidak akan melakukan hal itu, ia tidak akan berani mencium wanita dengan sembarangan.


"Kamu kenapa sih, kan kita sudah berada di sana," ucap Vira.

__ADS_1


"Kan sudah aku katakan, kita tidak bisa naik, sedang ada perbaikan.. Kamu tidak bisa berkomunikasi dengan mereka, hanya aku yang bisa berkomunikasi dengan mereka," kata Zhang.


"Gaya sekali.."


"Vira kau tau, kita seperti orang gila, jangan banyak berbicara, kita berbicara dengan bahasa masing-masing, aku menggunakan bahasa Mandarin sedangkan kamu bahasa Indonesia," kata Zhang.


"Hahaha iya sih, mereka pikir kita gila, ya padahal yang kita dengar seperti bahasa kita masing-masing, ya walaupun suaranya berbeda. Suara Google," ucap Vira.


"Ssttt.." Zhang menutup mulut Vira, mereka berdua sudah terlalu di perhatikan banyak orang.


Setelah selesai dari Cafe itu mereka langsung kembali ke hotel, sudah tidak ada lagi yang ingin mereka lakukan di luar hotel.


"Hao, agency artis yang mamah kamu punya dimana," tanya Vira.


"Hehehe tidak, aku tidak tau artis China, aku hanya tau artis korea, aku pikir di Korea," ucap Vira.


"Artis saja kau pikir, apa aku kurang tampan. Bukan nya aku sangat tampan seperti artis," kata Zhang.


"Hahaha sebenarnya kamu sangat tampan, tampan sekali," ucap Vira.

__ADS_1


"Kami tidak ada niat mencari suami seperti ku," tanya Zhang.


"Hehehe siapa yang tidak mau dengan pria seperti kamu, sudah tampan, kaya raya, kamu juga baik. Tapi ya aku sadar dirilah, aku bukan siapa siapa. Dan lagi tembikar kita terlalu besar, kita beda negara, beda persepsi, beda kasta.. Ah sudah sangat tinggi," jawab Vira.


"Apa yang kamu katakan seakan akan, kita akan berjodoh," kata Zhang.


"Hahaha iya dong.. Ya mana tau kamu suka dengan ku, aku cantik, pintar, tidak heran jika kamu suka aku," ucap Vira.


"Sangat percaya diri sekali ya, kamu tidak pintar, kalau kamu pintar kamu tidak akan terjebak dengan ku. Ya mungkin bisa di katakan kamu itu Mandiri," kata Zhang.


"Hehehe benar sih, aku juga lebih suka di katakan Mandiri," ucap Vira.


"Aku sebenernya salut dengan kamu, kamu berani sekali pergi sendiri, kamu juga sudah bekerja keras dari kecil, aku yakin wanita seperti kamu akan sukses di masa depan."


"Zhang kamu terlalu memuji ku, aku tidak sesempurna itu, tapi Terima kasih ya sudah memuji ku," ucap Vira.


"Sama sama." Zhang tersenyum manis pada Vira.


Jantung Vira langsung berdetak dengan cepat melihat senyuman mu manis Zhang. Benar benar sangat tampan sekali, Vira sampai hampir salah tingkah, beruntung ia masih bisa menahannya.

__ADS_1


"Kenapa," tanya Zhang.


"Jangan tersenyum seperti itu, Bahaya," jawab Vira.


__ADS_2