
"Bagaimana Vira, kamu mau," tanya Zhang.
"Aku harus memikirkan nya, menikah bukan hal yang kecil, ini keputusan yang sangat besar," jawab Vira.
"Aku tidak akan memberikan mu waktu, mau atau tidak," tanya Zhang.
"Zhang kenapa kamu seperti memaksa ku," ucap Vira.
"Tidak mau oke, tidak masalah Vira. Kamu tetap bekerja dengan ku, ingat 3 bulan," kata Zhang.
"Zhang aku belum memutuskan apa apa," ucap Vira.
"Sudah aku katakan, aku tak akan memberikan mu waktu untuk berpikir, aku hanya memberikan mu sekali tawaran seumur hidup ku," kata Zhang.
"Ya aku mau," ucap Vira dengan cepat, ia tidak tau apakah apa yang ia katakan ini adalah hal yang benar atau tidak.
"Kamu mau," tanya Zhang.
"Iya aku mau, sudah puas kan," jawab Vira.
"Aku tidak memaksa mu, jadi aku tidak merasa puas," ucap Zhang.
"Zhang setelah kita menikah apa yang harus aku lakukan," tanya Vira.
"Tidak ada, temani aku saja, aku tidak bekerja, aku bisa mempunyai rumah yang tetap. Kita akan akan menghabiskan waktu dengan jalan jalan, setelah kamu hamil baru aku akan membawa ku ke China," jawab Zhang.
"Hamil," ucap Vira.
"Menikah untuk hamil dan mempunyai anak, aku akan membicarakan ini dengan kedua orang tua ku, setelah mereka setuju aku akan mengurus pernikahan kita," kata Zhang.
"Dimana kita menikah," tanya Vira.
"Hmmm bisa jadi di China," jawab Zhang.
"Aku sudah tidak tau dimana kedua orang tua ku, jadi jangan pikirkan mereka, siapkan semua sesuai dengan keinginan mu," ucap Vira.
__ADS_1
"Iya.. Tenang saja.. Terima kasih telah menerima tawaran ku, jujur aku tidak pernah berpikir akan menikah secepat ini, aku juga tidak pernah berpikir menikah dengan wanita asing," kata Zhang.
Ia menarik Vira dan memeluk nya dengan erat. Di dalam pelukan itu Vira merasakan Zhang seperti begitu tulus pada nya, ia tidak pernah berpacaran sebelumnya, Vira baru merasakan dekat dengan pria bersama dengan Zhang. Menganggap Zhang pria yang tulus Vira rasa, ini masih terlalu cepat.
"Aku akan belajar bahasa dengan giat, tolong bantu aku," ucap Zhang.
"Iya.."
Keesokan harinya, Vira ke kantor untuk keluar dari sana, ia sudah tidak perlu membanting tulang lagi. Zhang akan memberikan uang bulanan sesuai dengan kesepakatan mereka tadi malam, Vira juga memilih untuk fokus dengan rumah tangga nya, ia berharap Zhang benar benar jodoh nya dan mereka bisa bersama sampai akhir hayat.
"Aku pergi dulu," ucap Vira..
"Hmmmm." Zhang berjalan ke tempat tidur Vira untuk tidur, tadi malam ia tidur di sofa karena Vira tidak mau satu kasur dengan nya.
"Nanti kalau sudah bangun, langsung makan. Aku sudah siapkan sarapan untuk kamu," ucap Vira.
Zhang hanya bergumam karena ia tidak mengerti apa yang Vira katakan, ia tidak sedang menggunakan alat penerjemah bahasa.
"Vira.."
"Iya." Vira berjalan mendekati Zhang.
"Menyebalkan." Vira mencubit wajah Zhang yang masih menempel di kasur.
"Hehehe.," Zhang hanya tertawa setelah mendapatkan cubitan manja dari calon istri nya.
Kalau kata kata dasar seperti itu Zhang cukup mengerti, ia sudah belajar cukup banyak bahasa Indonesia, hanya saja terkadang Zhang tidak mengerti cara menyusun kata yang benar .
Hari ini ia juga akan belajar bahasa dengan orang yang profesional agar bisa cepat lancar. Zhang mempunyai tekad dan otak yang pintar, ia percaya ia akan lancar dalam waktu yang cepat.
Siang hari nya, Vira sudah benar-benar keluar dari tempat ia bekerja, ia sudah bekerja di tempat ini 4 tahun lamanya, dari gaji awal 3 juta sampai sekarang 8 juta, banyak perjuangan yang ia lalui selama bekerja di tempat ini.
"Aku yakin ini keputusan terbaik, menikah dengan nya akan membuat hidup ku jauh lebih bahagia," ucap Vira.
Vira pun pergi meninggalkan tempat itu, ia mampir ke warung nasi padang untuk membeli makan siang calon suaminya. Vira ingin memperlakuan Zhang lebih baik dari biasanya, mana tau dengan begitu Zhang bisa jatuh cinta dengan nya, dan ia juga bisa mencintai Zhang dengan tulus.
__ADS_1
"Dimana Vira, lama sekali dia. Aku sudah selesai belajar bahasa, tetapi dia juga masih belum pulang," batin Zhang dalam bahasa China.
Belum lama membatin Vira berjalan masuk ke dalam kamar, ia mendekati Zhang yang sedang berbaring di tempat tidur sambil memejamkan matanya.
"Kamu tidur terus," ucap Vira.
"Hmmmm." Zhang langsung membuka mata nya.
"Aku sudah kembali, ini makan siang untuk kamu," ucap Vira.
"Nanti dulu, ada yang ingin aku katakan pada mu," ucap Zhang.
"Apa itu," tanya Vira.
Zhang mengeluarkan dompet nya dan memberikan ktp Vira serta sebuah kartu debit.
"Aku akan kembali ke China," ucap Zhang.
"Ha!!."
"Sebelum menikah aku harus mengurus beberapa hal penting, aku akan kembali ke Indonesia setelah 2 bulan di China," ucap Zhang.
"Kamu serius? Kamu.."
"Iya aku serius, aku tidak akan kabur, aku serius dengan mu, aku memberikan kartu ini sebagai jaminan hidup mu, aku juga akan meninggalkan barang barang ku disini. Nanti malam aku akan pergi, jangan menangis ya," ucap Zhang.
"Hmmmm."
Zhang merasa keputusan ini sangat berat, ia susah terlalu nyaman dengan Vira, berat rasa nya jika ia pergi meninggalkan Vira begitu saja. Ia ingin selalu bersama dengan Vira, tetapi Zhang ingin sebelum menikah ia sudah mempersiapkan dirinya dengan baik. Ia tidak ingin di pernikahan nya nanti banyak kendala yang terjadi.
"Aku kok jadi sedih ya," batin Vira.
Zhang menarik Vira dan memeluk nya dengan erat, jujur ia sangat sedih sekali. Apalagi melihat Vira yang terlihat sedih, ia tidak menyangka pertemuan singkat bersama Vira benar benar berarti seperti ini.
"Aku menunggu mu, aku percaya dengan kamu," ucap Vira.
__ADS_1
"Terima kasih sudah percaya pada ku, aku sangat senang mendengar nya."
Setelah momen itu Vira dan Zhang makan siang bersama, mereka berdua terlihat lebih dekat dari sebelumnya. Keduanya tidak ada rasa canggung lagi, keduanya sudah seperti sepasang kekasih.