
Tak lama apa yang Vira tunggu akhirnya datang juga, tanpa mengatakan apapun Zhang memberikan satu alat pada Vira, Vira yang penasaran langsung mengambil nya, alat itu seperti sebuah alat untuk berkomunikasi.
Zhang memberikan isyarat agar Vira memakainya seperti ia sedang memakai alat itu, tanpa pikir panjang Vira langsung memakai nya, ia cukup penasaran dengan alat canggih ini.
"Sudah bisa dengar," tanya Zhang.
"Ih ini alat penerjemah bahasa," tanya Vira.
Zhang menganggukkan kepala nya. Sekarang mereka berdua dapat berkomunikasi dengan sangat mudah. Tanpa harus mengatur dan menggunakan handphone lagi mereka berdua sudah bisa berbicara dengan lancar, apapun bahasa yang digunakan akan terdengar sesuai dengan bahasa yang di pilih. Seperti Vira yang akan selalu mendengar bahasa Indonesia walaupun Zhang berbicara menggunakan bahasa China, begitu juga dengan Zhang.
"Pasti ini mahal," ucap Vira.
"Memang mahal, kamu tidak akan sanggup membelinya," kata Zhang.
Vira mendengus kesal, ternyata mengerti semua yang Zhang katakan bukan hal yang baik, ia baru sadar perkataan Zhang sama dengan pria sombong lainnya.
__ADS_1
Zhang membawa Vira ke ruang private, ia kurang suka berbicara banyak di depan umum, bahasa yang keluar juga lebih mudah di mengerti juga jika mereka berdua berada di ruang private. Karena hanya suara mereka berdua yang tertangkap, tidak akan ada suara pengganggu lainnya.
Zhang juga langsung memesan berbagai macam makanan untuk mereka berdua.
"Kita harus segera ke Indonesia," ucap Vira.
"Minggu depan," kata Zhang.
"Aku tidak bisa lama lama, aku harus mengajukan cuti lagi, kau meminta ku untuk menjadi tour guide mu," ucap Vira.
"Ya sudah lusa, kamu langsung ikut dengan ku," ucap Zhang.
"Aku belum mengatakan setuju atau tidak, aku juga memerlukan syarat," kata Vira.
"Apa syarat nya," tanya Zhang.
__ADS_1
"Tuan Zhang yang terhormat, saya percaya anda pria kaya raya yang licik dan saya yakin anda tidak akan melakukan hal hal buruk pada saya. Jangan melakukan sejenis pelecehan apapun pada saya, saya tidak akan memaafkan anda," jawab Vira.
Sambil tersenyum Zhang berkata.. "Aku bisa bernafsu pada mu, banyak wanita yang lebih cantik dari mu."
Vira senang mendengar hal itu, walaupun sedikit frontal itu membuat Vira lega. Memang banyak wanita cantik di luar sana, apalagi ini negara dengan surga nya cewek cantik. Ia saja tidak akan ada apa apanya.
"Dia sangat tampan dan kaya raya, tidak mungkin dia tidak mempunyai pasangan, pasti dia mempunyai pacar. Jangan sampai pacar nya salah sangka dan aku menjadi korban nya," batin Vira.
Agar hal itu tidak terjadi Vira langsung membahasnya, ia tidak ingin hal hal buruk terjadi padanya.
"Kamu pasti sudah punya pasangan, katakan pada pasanganmu, aku tidak mau dia salah sangka," ucap Vira.
"Aku tidak mempunyai pacar, aku sendiri sudah 4 tahun, jangan berpikir yang tidak tidak, kamu tidak cantik jangan berpikir aku suka denganmu, wanita pun tidak akan ada yang marah jika pacar nya dekat dengan mu, kamu tidak semenarik yang kamu pilih pikirkan.
Perkataan pria ini benar benar sangat pedas sekali, ingin sekali Vira menampar nya tetapi ia tidak mungkin melakukan nya, yang ada barang barang nya malah dibuang dan ia menjadi gelandangan di China.
__ADS_1