Cinta di dataran China

Cinta di dataran China
Bab 25


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, tanggal pernikahan Zhang dan Vira sudah di tentukan, lokasi pernikahan mereka berada di Bali, sesuai keinginan Vira. Mereka berdua akan menikah kurang satu minggu dari sekarang, waktu yang sangat cepat sesuai dengan permintaan Zhang.


Karena waktu yang sudah mepet itu, mereka tidak sempat untuk menjahit pakaian pernikahan mereka. Keduanya harus mencari pakaian jadi yang siap untuk di pakai.


Vira sendiri begitu kesal dengan Zhang yang dari beberapa hari kemarin malah asik mengajak nya jalan jalan, saat tanggal sudah di tentukan baru Zhang mengajaknya mencari pakaian pernikahan. Sebenarnya jika di siapkan dari saat mereka inginkan menikah waktu itu, semuanya pasti dapat selesai dengan baik.


Seperti sekarang ini, sudah beberapa tempat mereka berdua datangi, tetapi tidak ada yang cocok di mata Vira, Vira ingin di hari spesial nya ini semuanya sesuai dengan keinginan nya, tetapi pakaian pengantin saja mereka berdua tidak menemukan yang sesuai dengan keinginan Vira.


"Jangan marah dong sayang, kamu tenang ya… Aku sudah meminta mamah ku untuk mengirimkan beberapa pakaian yang sesuai dengan yang kamu inginkan."


"Aku kesal dengan kamu," ucap Vira.


"Iya aku tau, kamu jangan khawatir ya.. Aku yakin pakaian itu sesuai dengan yang kamu inginkan. Nanti sore datang, kamu bisa langsung mencoba nya," kata Zhang.


"Kok cepat sekali," tanya Vira.


"Tadi kan aku meminta kamu mencari contoh desain yang kamu suka, aku kirim ke mamah, mamah mempunyai banyak kenalan desainer ternama di China. Ketika sudah mendapatkan beberapa pakaian yang sesuai, mamah meminta orang untuk mengirimkan nya ke sini," jelas Zhang.


"Kalau kamu gerak cepat seperti ini dari waktu kita merencanakan pernikahan kan bagus," ucap Vira.


"Hehehe maafkan aku sayang, aku terlalu suka liburan," kata Zhang.

__ADS_1


"Iya sih, kamu mah memang sukanya liburan," kata Vira.


Karena satu masalah sudah terselesaikan mereka berdua lanjut ke masalah selanjutnya. Vira dengan Zhang belum mempersiapkan siapa saja yang akan mereka undang. Untuk keluarga besar Zhang tidak perlu di undang, karena mereka semua akan datang walaupun tanpa ada nya undangan. Yang jadi masalah orang orang di Indonesia yang sudah pasti memerlukan undangan, selain itu mereka juga harus menyediakan tiket pesawat untuk orang orang yang akan mereka undang.


"Berapa undangan," tanya Vira.


"Terserah kamu, aku tidak kenal siapa siapa," kata Zhang.


"25 orang kebanyakan tidak? Kamu tidak sanggup menyediakan 25 tiket pesawat," tanya Vira.


"Bisa, kalau tidak ada tiket nya, pakai jet keluarga ku," jawab Zhang.


"Ya sudah, sekarang kita foto prewedding dulu, setelah itu baru undangan bis di cetak," kata Vira.


"Sayang foto ini juga perlu di acara pernikahan nanti," kata Vira.


"Begitu ya? Ya sudah kita foto," ucap Zhang.


Beruntung Vira mempunyai kenalan studio Foto yang bisa membantu nya, jadi untuk urusan foto masalah bisa di atasi.


"Aku mau konsep seksi," ucap Zhang.

__ADS_1


"Bisa, bagaimana Vira?"


"Hmmm boleh deh, lagi pula acaranya juga private, jadi tidak banyak orang asing," kata Vira.


Untuk hari ini mereka berdua tidak bisa langsung foto, konsep yang Zhang dan Vira inginkan harus mempersiapkan beberapa hal penting. Mereka berdua bisa foto keesokan harinya.


Pukul 7 malam, keduanya baru kembali ke apartemen, keduanya terlihat begitu kelelahan mempersiapkan pernikahan ini. Terutama Vira yang lebih banyak berpikir dan memutuskan sesuatu, Vira tidak bisa mengandalkan Zhang karena Zhang warga asing.


"Sayang setelah mandi nanti kita ke rumah tante dan om ku, walaupun kami tidak terlalu dekat sepertinya mereka harus diberitahu sebelum undangannya kita berikan."


Zhang melihat ke arah Vira, Zhang pikir Vira tidak akan mengundang keluarga nya, karena yang ia tau Vira sudah tidak dekat dengan keluarga nya.


"Hanya mereka," tanya Zhang.


"Iya mereka dengan anak anaknya," jawab Vira.


"Lalu bagaimana dengan kedua orang tua mu," tanya Zhang.


"Kalau aku tau mereka dimana, aku akan mengundang mereka, aku tidak tau mereka sekarang ada dimana," jawab Vira


"Ya sudah tidak papa, kedua orang tua aku akan menjadi orang tua kamu juga," ucap Zhang.

__ADS_1


Vira memutuskan untuk mandi terlebih dahulu dari Zhang, wanita memerlukan waktu yang cukup lama untuk bersiap siap, sedangkan Zhang malah ketiduran di atas tempat tidur, dari ia ke Indonesia sampai sekarang, ia memang kurang istirahat. Zhang banyak menghabiskan waktu dengan jalan jalan.


Vira menggelengkan kepala nya saat melihat Zhang sudah tertidur dengan lelap. Ia jadi tidak tega untuk membangunkan calon suaminya, Vira memutuskan tidak jadi ke rumah tante dan omnya, ia akan memberikan undangan saja jika undangan mereka sudah jadi.


__ADS_2