Cinta di dataran China

Cinta di dataran China
Bab 16


__ADS_3

"Ahhh," teriak Vira.


"Vira bangun," ucap Zhang sambil menggoyangkan tubuh Vira.


Vira pun langsung terbangun dari tidur nya, ia melihat kanan dan kiri karena masih bingung dengan semua ini. Rasanya begitu nyata sampai Vira tidak sadar jika ia hanya mimpi.


"Ada apa," tanya Zhang.


"Aku mimpi hal yang sangat menyeramkan," jawab Vira.


"Makannya jangan tidur siang hari, sudah ayo berenang ini sudah masuk ke sore hari," ucap Zhang.


"Tidak Zhang kamu saja," kata Vira.


"Ha!! Kenapa? Bukan nya kamu sudah janji," ucap Zhang.


"Aku tidak bisa Zhang, kamu saja ya," ujar Vira.


"Kamu kenapa sih, bagaimana aku bisa berenang, aku tidak tau dimana kolam renang nya, aku tidak bisa berkomunikasi dengan sembarang orang, bagaimana kalau aku nyasar," ucap Zhang.


Vira memijat kepalanya secara perlahan, ia takut kejadian di kolam renang tadi sama dengan apa yang ada di dalam mimpi nua, kalau sampai itu terjadi Vira tidak bisa membayangkan bagaimana mereka nanti.


"Kamu kenapa sih," tanya Zhang.


"Aku tidak papa," jawab Vira.

__ADS_1


"Tidak papa tapi kok begitu," ucap Zhang.


"Ya sudah ayo, aku rasa sekarang sedang sepi, nanti kamu nyasar pula."


"Kan itu yang aku maksud tadi, kamu tidak bergerak dari tempat tidur," ucap Zhang.


"Iya maaf." Vira pun bergerak dari tempat tidur nya.


Mereka berdua mulai berjalan berdampingan menuju kolam renang, Vira sangat takut mimpi nya tadi menjadi kenyataan itu sebabnya ia sedikit menjauh dari Zhang.


"Kenapa aku setakut ini ya, dia sana tampan dan layak di cintai, dia kaya raya juga, seharusnya aku senang dong kalau sampai mimpi tadi terjadi," batin Vira.


Sesampainya di kolam renang, suasana seperti di dalam mimpi Vira, sepi tidak ada orang sama sekali.


"Vira." Zhang memegang tangan Vira yang membuat Vira begitu terkejut.


"Kamu Kenapa sih? Ada yang salah dari aku," tanya Zhang, ia mulai emosi dengan sikap aneh Vira, tidak biasanya Vira sampai seperti ini.


"Tidak ada yang salah dari mu," ucap Vira.


"Katakan saja, apa yang salah, jangan membuat ku bingung," kata Zhang.


"Tidak ada Zhang ayo ganti," ucap Vira.


Mereka berdua pun mulai berganti pakaian, kali ini terlihat berbeda dari mimpi Vira, hal itu membuat Vira tidak terlalu khawatir lagi.

__ADS_1


"Lepaskan alat itu nanti rusak," ucap Zhang.


"Iya."


Zhang pun mulai masuk ke dalam kolam renang, di ikuti Vira dari belakang Zhang. Mereka berdua terlihat begitu bahagia di dalam air, Vira sampai lupa akan mimpi nya tadi.


"Vira," ucap Zhang.


"Hnmmm." Vira menatap wajah Zhang, begitu juga dengan Zhang yang menatap wajah Vira.


Mereka berdua saling menatap begitu lama, Vira benar benar kagum dengan struktur wajah Zhang, ini wajah paling sempurna yang pernah ia lihat secara langsung.


"Vira kamu kenapaa," tanya Zhang.


Vira terkejut Zhang menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, pertanyaan Zhang sampai lupa ia jawab sangking terkejut nya.


"Vira," ucap Zhang.


"Iya."


Zhang berjalan mendekati Vira. Hal itu membuat Vira langsung teringat dalam mimpi nya. Ia ikut mundur selangka demi selangka sampai ia mepet ke tembok.


"Zhang," ucap Vira yang mulai ketakutan, ia rasa mimpi nya akan menjadi kenyataan.


Vira langsung memejamkan dan menutup telinga nya saat Zhang sudah berada di hadapan nya, ia tidak ingin melihat dan mendengar apa yang Zhang katakan pada nya.

__ADS_1


"Kamu kenapa."Zhang mengambil sesuatu dari rambut Vira.


__ADS_2