Cinta di dataran China

Cinta di dataran China
Bab 26


__ADS_3

Hari ini Vira dengan Zhang akan terbang ke Bali, mereka berdua telah selesai mengerjakan semua hal di Jakarta. Dari foto prewedding, sebar undangan sampai dengan tiket pesawat untuk tamu undangan. Pakaian pengantin mereka juga sudah datang dan sangat Vira sukai, ia akan tampil seperti putri disney mengenakan gaun pengantin nya nanti.


Perjalanan dari Jakarta menuju Bali tidak begitu jauh, hanya memerlukan waktu sekitar 2 jam lamanya. Sesampainya di Bali mereka berdua langsung di jemput dan pergi menuju Vila tempat mereka akan menginap.


Vira tempat mereka menginap dengan tempat mereka menikah tidaklah sama. Mereka akan ke Vila tempat mereka akan menikah H-1 sebelum pernikahan. Pada hari itu keluarga Zhang juga baru datang dari China.


"Sayang lihat pemandangan itu," ucap Vira.


"Iya tidak berbeda jauh dari pemandangan tempat kita akan menikah," kata Zhang.


"Aku tidak tau dimana? Apa jauh," tanya Vira.


"Tidak kok hanya 15 menit dari sini," jawab Zhang.


"Sebentar lagi," ucap Vira.


"3 hari lagi aku bebas melakukan apa saja pada tubuh mu. Kamu pikir selama ini aku tidak tersiksa, aku harus tidur dengan wanita yang tidak bisa aku apa apain," kata Zhang.


"Hahaha kamu mau yang enak, berarti harus sabar," ucap Vira.


Sore hari nya, mereka berdua jalan jalan ke pantai yang tidak jauh dari Vila, keduanya sudah sangat santai karena tugas mereka untuk mengurus pernikahan sudah selesai. Untuk di Bali, Zhang sudah membentuk tim untuk mengurus semuanya, ia hanya melihat hasilnya saat acara nanti.


"Sayang mau makan seafood," ucap Vira.


"Ayo.."


"Sayang kamu tau sebelum makan kita harus belanja dulu," ucap Zhang.


"Bagaimana? Belanja? Apaan?"


"Ayo ikut dengan ku, kita membeli apa saja yang ingin kita makan," ucap Vira.


Vira membawa calon suaminya ke pasar untuk membeli seafood yang ingin mereka makan, pasar itu tidak terlalu jauh dari tempat mereka berada sekarang.


Vira merasa sangat bangga dan senang menggandeng Zhang di tempat ini. Ia merasa paling berbeda dari yang lainnya, rata rata ia melihat wanita menggandeng bule eropa atau Amerika, sedangkan ia sendiri menggandeng bule China. Walaupun dirinya sangat cantik, Vira merasa begitu beruntung mendapatkan pria seperti Zhang, ia merasa Zhang lah yang sial mendapatkan wanita seperti dirinya.


“Aku mau ikan itu,” ucap Zhang.


“Iya kamu benar, itu memang paling enak jika di bakar,” kata Vira.


“Aku ingin di masak yang lain, bukan di bakar.”


“Sayang yang memutuskan apa yang akan kita makan adalah aku, jadi kalau aku mau di bakar kamu harus nurut,” Ucap Vira.

__ADS_1


Zhang hanya bisa mengerutkan dahinya, ia sudah tidak bisa berkata apa apa jika Vira sudah berkata seperti itu, untuk sekarang Zhang tidak masalah Vira lebih mendominasi darinya, tetapi setelah menikah Zhang akan membatasi itu semua. Apalagi saat sedang bersama keluarganya, Zhang tidak mau Vira di pandang buruk, di keluarganya pria memiliki kedudukan yang lebih tinggi.


Vira membeli beberapa jenis seafood, ia membeli udang, lobster, kepiting, kerang darah, cumi dan beberapa ikan. Vira tidak meminta pendapat Zhang ingin makan apa, ia memutuskan semuanya sendiri.


“Sudah ayo, kita tinggal cari restoran,” ucap Vira.


“Aku mau yang di pinggir pantai,” kata Zhang.


“Iya baby…” Vira mencubit wajah calon suaminya.


Segera Zhang mengusapnya karena tangan Vira bauk amis, ia tidak sua dengan aroma amis itu.


Mereka berdua menemukan tempat yang sangat pas sekali, Zhang langsung suka dengan tempat itu.


"Bawa ke dalam sana, suruh cepat ya, aku sudah begitu lapar," ucap Zhang.


"Sayang kamu berani memerintah aku," kata Vira.


"Hahaha cepat sayang," ucap Zhang sambil mengedipkan satu mata nya.


"Iya iya." Vira pun berjalan masuk ke dalam restoran itu.


Di luar Zhang terlihat di datangi oleh beberapa gadis cantik, mereka berpikir Zhang sedang sendiri tanpa ada yang menemani. Wajah tampan dan aura tajir Zhang membuat mereka semua tertarik menghampiri Zhang.


"Hehehe iya," ucap Zhang, ia tidak tau jika para wanita ini sedang mendekati nya.


"Boleh duduk?"


"Tanya saja pada pemilik restoran, aku tidak tau kamu boleh duduk atau tidak," ucap Zhang.


"Aduh ganteng ganteng kok bodoh," batin Wanita itu.


"Sayang.." Vira berjalan mendekati mereka semua, wajah nya terlihat begitu marah, apalagi melihat Zhang wellcome dengan para wanita itu.


"Iya ada apa," tanya Zhang dengan wajah tidak bersalah.


"Kalian tidak bisa melihat yang bening sedikit. Pergi sana, jangan menganggu pacar ku," ucap Vira.


"Kabur, pawang nya mengamuk." Para wanita itu pergi meninggalkan tempat itu.


"Sayang kamu sangat keren, kamu bisa Mengusir mereka semua, kamu punya kekuatan apa," tanya Zhang.


"Sudah gatal ya? Belum menikah sudah tergoda dengan wanita lain," ucap Vira.

__ADS_1


"Ha!! Mana ada, mereka datang untuk bertanya, apakah mereka bisa duduk di sini, aku jawab tanya saja pada pemilik restoran," kata Zhang.


"Terus," tanya Vira.


"Mereka diam, dan tak lama kamu datang, sebenarnya aku tidak suka dengan mereka, jadi saat kamu usir mereka aku sangat senang," jawab Zhang.


"Lain kali jangan seperti itu ya, mereka ingin menggoda kamu, nanti mereka membuat kamu mabuk terus kamu di bawa ke hotel."


"Ngapain," tanya Zhang.


Vira menjawab nya dengan gerakan tangan.


"Gila.. Mau lah," ucap Zhang.


"Ha kan.. Memang otak pria semuanya sama saja."


"Hahaha iya sayang, memang otak pria sama saja. Kalau berbeda tidak normal dong."


Untuk memperbaiki mood Vira yang tidak baik, Zhang menarik Vira ke atas pangkuan nya, ia mencumi wajah Vira dengan sangat cepat.


"Sayang malu," ucap Vira.


"Kamu jangan terlalu malu, aku jadi bingung harus memperlakukan kamu seperti apa jika terus malu seperti ini," kata Zhang.


"Ya malu sayang, kita dilihatin banyak orang," ucap Vira.


"Hahha iya tidak papa, aku sangat senang malahan," kata Zhang.


"Kamu mah, kamu tau kan kalau di sini sedikit bebas," ucap Vira.


"Iya tau, aku sudah beberapa kali ke sini," kata Zhang.


"Sayang lihat itu, kamu pakai bikini seperti itu ya," ucap Zhang.


"Untuk di depan kamu aku tak masalah, tapi untuk umum aku tidak mau, itu pun setelah kita menikah," kata Vira.


"Hahaha iya iya, aku juga tidak akan memberikan mu izin memakai seperti itu di tempat umum," ucap Zhang.


Tak lama makanan yang mereka tunggu datang, Zhang sangat ngiler melihat berbagai macam olahan seafood, semuanya terlihat begitu enak.


"Kamu mau ikan bakar," tanya Vira.


"Suapi."

__ADS_1


Vira paling suka kalau Zhang manja minta suapi seperti ini, wajahnya terlihat sangat menggemaskan dan jauh lebih tampan dari biasanya.


__ADS_2