
Keesokan harinya, hari yang paling Vira tunggu sudah tiba, Vira sudah tidak sabar untuk bertemu dengan calon suaminya, dari pagi sampai sekarang menjelang sore ia tidak bisa diam, Vira terus memikirkan Zhang yang membuat nya selesai orang gila.
"Lama sekali sih, kata nya hari ini, tetapi sampai sekarang juga belum ada kabar," ucap Vira.
Karena sudah sore Vira memutuskan untuk mandi, ia tidak ingin saat orang yang menjemput nya nanti datang ia belum siap. Dila mandi dengan cepat, Vira benar-benar tidak bisa berpikir dengan baik sekarang, otak nya terus tertuju pada Zhang.
Di bandara Zhang sudah mendarat dengan selamat, ia meminta anak buahnya segera menjemput Vira, karena Zhang harus ke petugas imigrasi ia sengaja tidak meminta Vira untuk menunggu nya. Ia takut ia terlalu lama yang membuat Vira merasa kesal.
"Hmmm aku berbicara dalam Bahasa apa ya," batin Zhang.
Selain Vira, Zhang juga sangat tidak sabar, ia yang tertarik dengan Vira terlebih dahulu, rasa tidak sabar nya Zhang jauh lebih besar di bandingkan Vira.
Vira sedang dalam perjalanan menuju bandara, ia tampil cantik dan menawan dengan pakaian casuals, sebelumnya Vira tidak pernah memikirkan outfit, tetapi untuk membuat Zhang terpesona pada nya Vira melakukan hal yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya.
Sesampainya di bandara, Vira di bawa ke sebuah ruangan khusus, di sana nanti ia akan bertemu dengan Zhang. Vira harus menunggu Zhang sedikit lebih lama di ruangan itu.
Sebelum Zhang datang, Vira merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan, ia juga bercermin untuk melihat wajahnya yang sangat cantik sekali.
"Hello nona Vira." Terdengar suara yang tidak asing di telinga Vira.
"Zhang.." Mata Vira langsung tertuju pada Zhang, ia benar benar senang melihat Zhang kembali, Zhang sudah menepati janjinya.
Zhang berjalan mendekati Vira dan langsung memeluk nya dengan erat. "Aku sangat merindukan mu, aku benar-benar merindukan mu," ucap Zhang.
Vira tidak bisa berkata apa apa, jantungnya seperti ini meledak, ia hanya bisa memeluk dan menangis di dalam pelukan itu.
"Hey kenapa kamu menangis," tanya Zhang.
"Hiks hiks hiks.. Kamu bisa bahasa Indonesia," tanya Vira.
"Aku sudah bisa, tapi kenapa kamu menangis?"
"Jangan tinggalkan aku lagi," ucap Vira.
"Tidak akan." Zhang kembali memeluk Vira, ia sangat mencintai gadis ini. Melihat Vira menangis nya, membuat Zhang semakin mencintai Vira.
Setelah puas berpelukan mereka berdua langsung kembali ke mobil. Zhang ingin mengajak Vira makan malam bersama, ini akan menjadi makan malam yang spesial karena mereka sudah mengakui perasaan mereka masing-masing.
__ADS_1
"Aku mencintaimu," bisik Zhang pada Vira.
"Malu, kita tak sedang berdua," ucap Vira sambil menatap Zhang gemas.
"Vira kamu makan belum?"
"Ha!! Oh maksud kamu aku sudah makan belum, aku dari pagi tadi belum ada makan, aku sangat gelisah menunggu kamu datang," ucap Vira dengan perlahan agar Zhang paham dengan ucapan nya.
"Oh iya, terkadang aku belum bisa menyusun sebuah kalimat," ucap Zhang.
"Kamu sudah hebat, baru dua bulan sudah bisa berbahasa Indonesia dengan baik," kata Vira.
"Aku belajar 12 jam setiap hari nya," ucap Zhang yang sangat niat dalam belajar bahasa.
"Demi siapa," tanya Vira.
"Calon istri ku," jawab Zhang sambil tersenyum.
Vira tidak pernah tahan melihat senyuman manis Zhang, ia selalu tersipu malu melihat senyuman manis itu.
"Katakan kamu mencintai ku kan," tanya Zhang.
"Cinta aku kamu," jawab Vira.
"Bisa saja," ucap Zhang sambil mengusap rambut Vira..
2 bulan tidak bertemu membuat mereka berdua semakin sadar dengan perasaan mereka masing-masing. Vira yang sebelumnya masih tanda tanya dengan perasaan nya pada Zhang, setelah Zhang pergi ia langsung sadar dengan perasaan itu.
Sesampainya di restoran mewah Zhang memesan tempat private, ia tidak ingin kedekatan nya dengan Vira di ganggu oleh orang lain. Zhang ingin menghabiskan waktu makan berduaan dengan Vira.
"Sayang jangan jauh jauh," ucap Zhang.
"Kenapa aku jadi takut dengan kamu ya, kamu jadi terlihat mesum," kata Vira.
"Mesum? Apa itu?"
"Berpikir kotor, kamu masih tidak paham?"
__ADS_1
Zhang menggelengkan kepalanya.
"Sudah tidak papa," ucap Vira.
"Aku sudah mempersiapkan semuanya, kita menikah akan di rumah ku."
"Akan menikah di rumah kamu? Tidak jadi di sini?"
"Hanya sehari saja, kita honeymoon di bali," ucap Zhang.
"Sayang aku pasti akan kelelahan, langsung di bali saja tidak bisa?"
"Nanti aku bicarakan dengan kedua orang tua ku, kamu juga bantu aku ya," ucap Zhang.
"Takut," kata Vira.
"Hahaha tidak papa, orang tua ku jahat tidak," ucap Zhang.
"Tidak jahat sayang, kenapa kamu jadi menggemaskan seperti ini sih," ucap Zhang.
"Hehehe aku memang menggemaskan," Kata Zhang sambil tertawa.
Vira rasa selain semakin menggemaskan, Zhang juga semakin tampan, dua bulan tidak bertemu dengan Zhang membuat Vira sedikit pangling dengan pria ini.
"Kamu semakin tampan saja," ucap Vira.
"Aku ingin mencium mu." Zhang menahan wajah Vira agar tidak bergerak kemana-mana. Saat ia mulai mendekati bibir Vira, tiba tiba pelayan restoran datang dengan membawa pesanan mereka.
Segera Vira melepaskan tangan Zhang dan langsung membuang arah wajahnya ke sembarang arah.
"Aku sangat malu," batin Vira.
"Maaf ini pesanan makanan nya."
"Iya." Zhang mempersilahkan pelayan itu untuk meletakkan nya di meja mereka.
Zhang sebenarnya juga sangat malu, tetapi ia berusaha untuk menutupi rasa malu itu.
__ADS_1