Cinta di dataran China

Cinta di dataran China
Bab 8


__ADS_3

Perjalanan dari China ke Korea tidak terlalu jauh, hanya beberapa jam saja mereka sudah mendarat dengan selamat. Di bandara Korea seperti biasan, turis akan melewati beberapa hal yang di tetapkan bandara. Beruntung mereka berdua aman dan bisa langsung pergi meninggalkan bandara.


"Dimana ya," ucap Vira.


Zhang mengaktifkan kembali alat penerjemah di telinga nya, ia tidak tau apa yang Vira sedang katakan, takutnya Vira malah menggatakan hal yang tidak tidak tentang nya.


"Apa yang kamu katakan," tanya Zhang.


"Dimana artis Korea nya, aku ingin melihat mereka," jawab Vira.


Zhang tertawa mendengar jawaban Vira, ternyata wanita ini penggemar artis Korea. Apa yang Vira inginkan juga tidak masuk akal, kalau tidak karena keberuntungan tidak mungkin orang biasa bisa bertemu artis di tempat sembarang.


"Jangan bermimpi, jika ingin bertemu dengan mereka, datang ke acara nya. Konsep atau Fanmate nya," ucap Zhang.


Vira mengangguk kepala nya, apa yang Zhang katakan itu benar.

__ADS_1


"Eh aku tidak jadi bertemu dengan mereka karena mu ya, kamu membawa koper ku," ucap Vira.


Zhang kembali tertawa, ia tidak tau jika memang Vira ingin bertemu dengan artis Korea.


Zhang memutuskan untuk ke hotel tempat mereka menginap selama beberapa hari. Zhang mengambil satu kamar hotel dengan dua kamar tidur, ia tidak ingin ribet jika mengambil dua kamar hotel sekaligus.


Vira sebenarnya sedikit keberatan, tetapi karena ada dua kamar tidur dengan tempat yang terpisah pula, ia berpikir dua kali, dan akhirnya ia menerima nya, ia percaya Zhang tidak akan melakukan hal buruk pada nya.


"Ahh enaknya," ucap Vira sambil merebahkan dirinya di atas sofa.


Vira pun juga melakukan hal yang sama, ia melepaskan alat berguna untuk dan langsung berbaring di tempat tidur. Kasur kamar tempat ia menginap begitu lembut dan sempurna, sangat berbeda dari hotel tempatnya sebelum nya.


"Dia saja mau belajar bahasa Indonesia, aku malah tidak mau belajar bahasa Inggris, padahal bahasa Inggris itu sangat penting, sekarang aku sendiri yang kesulitan berkomunikasi," ucap Vira.


Sebenarnya Vira begitu kagum dengan Zhang, Zhang seperti pria yank memiliki kemauan yang tinggi. Dari Zhang membawa kamus bahasa Indonesia, sampai dengan meminta nya menjadi tour guide, itu sudah membuat Vira mengerti jika Zhang sangat suka dengan negara tempat ia tinggal.

__ADS_1


"Aku malah mencintai negara lain dari pada negera ku sendiri, sekarang seperti nya aku harus lebih banyak belajar untuk mencintai negera sendiri," batin Vira.


Setelah keduanya cukup beristirahat, mereka berdua kembali duduk di ruang tamu sambil menikmati makanan yang baru datang, keduanya belum ada saling berbicara karena alat penerjemah mereka tidak mereka gunakan.


"Zhang," ucap Vira.


Zhang yang namanya di panggil langsung menatap Vira.


"Ha.."


Vira menggelengkan kepala nya, sejenak tadi ia melihat Zhang seperti idolanya. Tetapi sekarang Vira berusaha untuk menepis nya, ia tidak mau Zhang tau itu dan berpikir yang tidak tidak.


"Stupid," ucap Zhang dengan wajah yang datar.


"Aku tidak bodoh, kamu yang bodoh," Kata Vira dengan harapan Zhang tidak mengerti apa yang ia katakan.

__ADS_1


"Bodoh?"


__ADS_2