Cinta di dataran China

Cinta di dataran China
Bab 27


__ADS_3

Setelah dari restoran itu, mereka berdua kembali ke Vila, Zhang ingin melihat ke Vila tempat pernikahan nya akan di adakan, tetapi ia tidak ingin membawa Vira, ia ingin Vira melihat semuanya saat acara nanti. Kalau sekarang Vira sudah tau bagaimana persiapan nya, ia tidak akan terkejut lagi.


"Kamu mau kemana sih? Kenapa aku tidak boleh ikut," tanya Vira.


"Kamu kepo sekali, mau sewa wanita aku. Mau main kuda kudaan di tempat tidur," jawab Zhang.


"Aku patahkan burung mu, jangan macam macam," kata Vira.


"Hahaha galak sekali, bagaimana kamu melakukan nya. Kamu saja tidak berani melihat nya," ucap Zhang.


"Kata siapa, aku berani," kata Vira.


Zhang berjalan menghampiri Vira, ia ingin membuktikan apa yang Vira katakan, ia yakin Vira tidak akan berani melakukan nya. Wanita ini memang sedikit sulit di ajak hal hal seperti itu, berbeda dengan wanita di negaranya yang lebih bebas. Zhang rasa kalau Vira wanita yang bisa ia ajak tidur tanpa harus menikah, ia tidak akan buru buru menikahi Vira.


Tetapi hal itu sangat menguntungkan untuk Zhang, ia jadi tau kalau Vira masih menjaga dirinya, ia yang akan jadi yang pertama menyentuh Vira. Dan itu sudah dapat di pastikan, selama di China Zhang sudah belajar banyak hal tentang hal itu, ia sudah mendapatkan banyak ilmu walaupun belum pernah melakukan nya.


"Sayang kamu mau apa," tanya Vira.

__ADS_1


Zhang berdiri tempat berada di depan Vira. Kali ini senyuman di bibir Zhang terlihat sangat berbeda dari biasanya, Vira dapat melihat Zhang sedang memikirkan sesuatu yang tidak baik.


"Mau lihat," tanya Zhang.


"Tidak mau, kamu apa apaan sih."


"Lah tadi katanya mau, sekarang tidak mau, yang aneh mah kamu," ucap Zhang.


"Sayang.."


"Hahaha." Zhang memegang tangan Vira dan mengarahkan ke arah sesuatu yang menjadi kebanggan nya.


"Sayang tidak mau." Vira menahan tangan nya.


"Hahaha kamu mah cuma berani di mulut saja, ya sudah aku mau pergi dulu. Kamu di sini saja istirahat dengan baik," ucap Zhang.


"Kamu mau kemana, kalau tidak jelas mau kemana aku tidak akan memberikan kamu izin."

__ADS_1


"Ke Vila tempat kita akan menikah," jawab Zhang.


"Oh mau ke sana, ikut."


"Sayang tidak jangan ikut, kamu nanti lihat saja kalau semuanya sudah jadi," ucap Zhang.


"Begitu ya. Biar aku terkejut?"


"Hahaha iya sayang, kamu belum tau kan bagaimana dekorasi nya, nah aku ingin kamu melihat nya saat acara berlangsung," kata Zhang.


"Oke sayang, aku hargai niat baik kamu."


"Sekarang kamu istirahat, besok atau lusa keluarga besar ku datang, kamu harus bersikap baik pada mereka, jangan membuat aku malu. Dan ingat sayang, kalau di keluarga ku pria lebih tinggi kedudukan nya, kamu jangan sampai membuat orang tua ku ilfil," kata Zhang.


"Siap siap.. Kalau setelah menikah nanti aku tidak akan bisa tinggal dengan mertua ku."


"Hahaha aku tau itu, itu sebabnya aku membeli rumah di Indonesia, aku tau kamu tidak akan cocok dengan mereka," ucap Zhang.

__ADS_1


"Makasih sayang." Vira sangat senang karena Zhang dapat mengerti dirinya. Ini lah yang ia perlukan, sosok pria yang dapat membimbing dirinya menjadi lebih baik.


"Syukuri lah, aku sangat bersyukur akan menikah dengan nya," ucap Vira.


__ADS_2