Cinta di dataran China

Cinta di dataran China
Bab 15


__ADS_3

Keesokan harinya, Zhang dan Vira sudah siap untuk terbang ke Indonesia. Tidak seperti sebelumnya, kali ini Zhang menyewa private jet yang sudah ia siapkan sebelum terbang ke Korea. Ia meminta sang ayah untuk mempersiapkan penerbangan nya, karena memang orang tua Zhang ingin anaknya bersenang-senang di usianya sekarang, tanpa pikir panjang mereka menyiapkan apa yang Zhang inginkan.


"Ini luar biasa," ucap Vira.


Zhang hanya tersenyum melihat Vira yang tidak bisa diam, ia terus berjalan ke sana sini melihat lihat isi jet tersebut.


"Duduk, lepas landas dulu." Zhang menarik Vira agar bisa duduk di samping nya.


"Zhang kamu luar biasa, ini sangat mahal kan. Uang kami unlimited ya, tidak habis habis," ucap Vira.


"Hahaha itu tau, aku mempunyai uang yang tidak habis habis," kata Zhang.


"Siapa nanti yang beruntung menikah dengan kamu," ucap Vira yang masih kagum dengan Zhang.


"Hahaha ada lah, kau kepo sekali. Kalau kau mau kau bisa daftar," ucap Zhang.


"Tidak tidak, aku sadar diri," ucap Vira.


Zhang kembali tersenyum mendengar apa yang Vira ucapkan.


"Kamu mau belajar bahasa Indonesia dengan ku," tanya Vira.


"Bagaimana bisa, kamu saja tidak tau bahasa Mandarin, nanti aku tanya saja kata kata yang sulit aku ucapkan," jawab Zhang.


"Nah itu yang aku maksud, tanyakan saja kata kata yang sulit kamu ucapkan," ucap Vira.


Zhang mengambil kamus tebal nya, ia mulai membuka sebuah halaman yang menurut nya sangat penting untuk ia pelajari. Zhang tipe orang yang muda menghafal sesuatu, ia sudah mulai banyak menghafal beberapa kata dalam bahasa Indonesia.


"Vira aku cinta kamu.."


"Ha.." Vira terkejut mendengar nya.


Zhang menunjuk kata di kamusnya.


"Hehehe iya benar.." Vira bernafas dengan sangat lega, ia pikir Zhang mengungkapkan perasaan padanya.


"I love you atau 'aku cinta kamu' adalah kata yang umum diucapkan ketika kamu ingin mengungkapkan perasaan cintamu. Kata ini menggambarkan rasa sayang atau cinta mu kepada pasangan." Vira menjelaskannya agar Zhang tidak salah menggunakan kalimat itu, takutnya Zhang mengatakan nya pada sembarang orang.


Zhang mengerti apa yang Vira jelaskan, alat di kuping nya benar-benar canggih sekali, sebenarnya jika hanya untuk berkomunikasi saja Zhang tidak perlu belajar bahasa Indonesia. Tetapi karena ia tertarik dengan negara ini ia memiliki minat untuk mempelajari nya.


Setelah kurang lebih 7 jam perjalanan akhirnya mereka mendarat di jakarta dengan baik. Vira langsung membawa Zhang ke apartemen nya, ia malas harus menyewa kamar hotel lagi, selain menggunakan biaya tambahan akan semakin ribet. Lebih baik memang mereka langsung ke apartemen saja.


"Kamu tinggal sendiri," tanya Zhang.


"Iya, makannya tidak terlalu besar," jawab Vira.

__ADS_1


"Ya sudah sekarang kamu ke tempat kerja kamu, ajukan cuti lagi, aku ingin istirahat."


"Enak saja.. Aku ingin keluar, kamu mau ikut tidak," tanya Vira.


"Kemana?"


"Belanja," ucap Vira.


"Tidak ah, aku ingin istirahat. Eh di sini ada kolam renang tidak?"


"Ada, nanti sore aku akan membawa mu ke sana," ucap Vira.


"Oke."


Sebelum pergi Vira memilih berganti pakaian terlebih dahulu, ia ingin membeli bahan bahan makanan karena stok sudah habis. Ia ingin membuat banyak makanan enak.


"Sekarang kamu boleh tidur di tempat itu, tetapi nanti malam jangan harap." Vira berjalan pergi meninggalkan kamarnya.


Zhang yang melihat Vira pergi langsung berguling-guling ke kanan dan kiri, ia terlihat begitu senang sekali. Entah apa yang membuat membuat nya sampai senang seperti ini.


Vira berbelanja di minimarket terdekat dari apartemennya, ia membeli beberapa bahan makanan yang mudah untuk dirinya masak. Sebenarnya Vira ingin ke pasar tempat biasanya ia membeli bahan makanan, tetapi karena dirinya tidak lama di apartemen itu Vira merasa lebih baik tidak membelinya, ia takut tidak terpakai saja.


Setelah selesai membeli keperluannya ia pun kembali ke apartemen, Vira kembali masuk ke dalam kamar untuk melihat Zhang, ia rasa Zhang susah tertidur dengan lelap.


"Kamu kenapa tidak memakai baju," tanya Vira.


"Kasihan sekali, ya sudah kamu pindah ke hotel di samping saja ya, di sana pasti lebih sejuk, memang AC ku tidak berasa sejuk."


"Tidak perlu, kamu tidak masalah kan aku tidak memakai baju," tanya Zhang.


"Tidak dong."


Tentu saja Vira tidak masalah, ia malah senang melihat Zhang bertelanjang dada, rasanya ia ingin memeluk dan mencium nya. Tubuh Zhang benar-benar tubuh pria yang ia idamkan.


"Aku mau masak mie, kamu mau," tanya Vira.


"Boleh, aku mau," jawab Zhang.


"Oke, tunggu sebentar."


Vira kembali keluar dari dalam kamar untuk memasak Mie, entah kenapa setelah melihat tubuh seksi Zhang ia jauh lebih bersemangat.


Sore hari nya, Zhang meminta Vira segera mengantarkannya ke kolam renang apartemen ini. Karena waktu juga sudah tepat, tanpa pikir panjang Vira pun mengantarkan Zhang, ia juga ingin berenang bersama dengan pria ini.


"Ini tempat nya," ucap Vira.

__ADS_1


"Sepi sekali," kata Zhang.


"Ya memang sepi, apartemen ku jarang ada keluarga, di sini rata rata orang bekerja. Nanti hari minggu baru ramai, sekarang mah masih pada kerja," ucap Zhang.


Karena tempat nya ini sepi, Vira memutuskan untuk memakai pakaian renang yang cukup ketat, biasanya kalau ramai Vira tidak berani melakukan nya. Hanya ada ia dan Zhang di tempat ini, Zhang sendiri tidak akan bernafsu pada nya.


"Vira kamu tau tidak," tanya Zhang.


"Ada apa," tanya Vira.


"Kalau di tempat aku ada yang namanya pemandian air hangat, nah kita boleh membawa pacar, di dalam kita tidak memakai apa-apa, kalau di sini seperti nya tidak mungkin."


"Hahaha ya tidak lah, bisa habis di pukuli warga kita," ucap Vira.


Setelah selesai berganti pakaian mereka berdua mulai masuk ke dalam kolam renang, di hari yang panas ini memang paling seru. Walaupun mereka berdua tidak bisa berkomunikasi karena tidak memakai alat terjemahan.


"Zhang," teriak Vira karena Zhang tiba tiba memercikkan air ke arah nya.


"Sorry."


Vira yang tidak terima langsung memercikkan air pada Zhang, ia tidak berhenti sampai Zhang bergerak menjauhi nya.


"Cantik sekali, aku semakin penasaran dengan nya, dia gadis yang luar biasa," batin Zhang.


Vira merasa aneh dengan tatapan yang Zhang berikan ke padanya, bukan tatapan mesum tetapi tatapan orang yang kagum akan sesuatu.


"Ya ampun dia tampan sekali, aku tidak bisa di tatap seperti oleh orang tampan, apa aku mulai suka dengan nya, aku terus memujinya," batin Vira.


"Hmmm aku ingin berbicara dengan nya tapi tidak bisa bahasa China, mana dia tidak memakai alat terjemahan," ucap Vira.


Zhang berjalan mendekati Vira, entah apa yang ia ingin lakukan. Yang jelas saat ini tatapan matanya benar-benar tidak bisa teralihkan dari Vira.


"Kamu kenapa," tanya Vira sambil berjalan mundur.


Zhang tidak menjawab pertanyaan Vira karena ia tidak mengerti.


Sampai di tiba Vira sudah mepet ke dinding kolam renang, ia sudah tidak bisa bergerak kemana-mana, sedangkan Zhang masih terus mendekati nya.


"Zhang.."


"Kamu suka aku," tanya Zhang, itu salah satu kalimat yang Zhang hafalkan sejak di dalam pesawat.


"Ha… Tidak.. Aku hanya kagum pada mu." Vira menggelengkan kepalanya.


"Aku suka kamu," ucap Zhang.

__ADS_1


"Zhang.." Vira semakin terkejut mendengar apa yang Zhang katakan.


"Aku suka kamu, ini benar-benar." Zhang mengatakan nya dengan perlahan lahan agar Vira yakin dengan apa yang ia katakan.


__ADS_2