
"Intan lebih baik kita pulang dari sini".ucap Vero.
" enggak mas Intan mau disini nemenin daddy apa mas enggak kasian liat daddy".ucap Intan menolak.
Mendengar penolakan dari Intan, Vero langsung meninggalkan Intan di sana.
"mas!. kamu mau kemana?".ucap Intan namun tidak di pedulikan oleh Vero.
Intan membiarkan Vero pergi Intan paham bagaimana perasaan nya saat ini. Intan mendekati Desta yang sudah duduk lemas di kursi. Intan mengelus punggung ayah mertuanya itu.
" dady jangan di tahan itu akan membuat daddy sakit. menangis lah ada Intan yang akan menemani daddy disini".ucap Intan.
Tanpa menjawab Desta langsung menangis tersedu di ruang keluarga. pembantu dan supir yang melihat sungguh kagum dengan Intan. bagaimana bisa ia membuat hati Desta lulu bahkan pembantu dan supir yang sudah berkerja lama sekali di rumah itu saja tidak bisa meluluhkan nya jika ada masalah. Mayang dan Bambang , mayang adalah asisten rumah tangga sekaligus baby sister saat Vero dan Firman masih kecil sedangkan Bambang adalah supir pengantar sekolah Vero dan Firman saat masih sekolah dan sekarang ia adalah supir Desta.
Intan meninggalkan Desta sendiri di ruang keluarga yang sedang menangis dan mengarahkan kaki nya ke arah dapur. sesampai nya di pintu dapur Intan melihat Mayang dan melihat Bambang yang sedang memperhatikan nya.
"bi ada apa, kenapa bibi melihat saya seperti itu?".tanya intan.
__ADS_1
" tidak nyonya saya hanya kagum saja anda bisa meluluhkan hati nya, saya yang sudah lama bekerja dengan nya saja tidak berani menegur nya jika dia ada masalah" jelas bi Mayang.
"hah bibi bisa aja" ucap Intan dengan senyum nya.
"ya sudah bi saya ke dapur yah mau ambil minum buat daddy".
" biar saya aja non".pinta bi Mayang.
"tidak usah bibi kerjakan yang lain saja".ucap intan yang langsung mengarahkan kaki nya ke dapur.
" baik banget ya si non Intan teh jadi kagum aing".ucap bi Mayang pada pak Bambang.
Sedangkan di sisi varo ia terus mengikuti Firman sampai akhirnya Firman berhenti di kos kosan garuda.Firman yang keluar dari mobil terkejut melihat Vero yang mengikutinya. Vero pun keluar dari mobil nya.
" bang! kenapa ngikutin gwe,apa abang juga mau marahin gwe sama seperti daddy?".tanya Firman.
"jangan bicara seperti itu man, daddy mungkin lagi emosi saja dengan mu tapi percaya lah daddy sebenarnya sakit hati mengusir mu".jelas Vero.
__ADS_1
Firman pun membuka mobil nya dan mengambil berkas yang ada di mobil nya. " ini berkas yang semalem daddy minta, tolong kasihin yah tadi gwe mau kasihin lupa".ucap Firman tersenyum.
Vero pun mengambil berkas yang ada di tangan Firman.
"ok abang kasihin asal kamu jelasin sama abang apa yang sebenarnya terjadi".
" enggak bang gwe enggak bisa jelasin".
"kalau begitu kau sendiri yang menyerah kan nya pada daddy".ucap Vero yang menyodorkan kembali berkas yang ad di tangan nya.
Tanpa aba aba Firman pun menarik tangan Vero hingga masuk ke dalam kos kosan.firman menyuruh Vero duduk di kursi plastik yang ada di dalam nya.
"tunggu sini bang gwe mau liat keadaan Gia".ucap firman.
Vero hanya mengangguk sebagai jawaban iya. Firman langsung memasuki kamar Gia dan di lihat gia yang masih tertidur pulas.
" mungkin dia sangat lelah sehingga ia belum bangun sampai sekarang".ucap Firman yang kembali menemui Vero .
__ADS_1
like. bintang 5.dan vote jika klian suka.