
Seharian berkemas akhirnya Intan dan Vero selesai juga.
"mas, aku lapar".ucap intan dengan ragu nya. Vero yang sedang menata tempat tidur langsung berdiri di hadapan Intan.
" buat lah makanan kalau memang kamu lapar".ucap nya dingin dan langsung melanjutkan pekerjaannya.
ada apa ini waktu bersama daddy dan ayah dia tidak sedingin ini. apa ini sifat aslinya dingin dan cuek?. atau dia memang sok baik di depan papah dan daddy demi kelihatan harmonis dan romantis? ".batin Intan yang penuh tanda tanya.
Intan pun berjalan ke arah dapur. rumah itu belum memiliki pembantu, pembantu yang di sewa Vero akan tiba pagi hari nya. terpaksa Intan harus masak untuk perut nya Sendiri. jujur Intan selama 19 tahun ini tidak pernah memegang peralatan dapur. Intan membuka kulkas yang sudah banyak isi sayuran. tetapi Intan bingung memilih nya.
"apa yang harus aku masak, aku kan tidak bisa masak isss". Intan membuka lemari makan dan di lihat ada supermi. in-tan mengambil nya dan memasaknya karena baginya itu adalah masakan yang mudah di masak.
Intan mengambil wajan untuk memasaknya dan mengambil air sesuai aturan di wadah kemasan. intan berusaha menyalakan kompor gas dan akhirnya menyala juga.
3 menit Intan menunggu mie instan matang. Intan sempat kebingungan memadamkan kompor gas tapi akhirnya bisa juga.
__ADS_1
Intan yang tidak menyadari bahwa wajan yang ia untuk memasak tadi panas, ia langsung memegangnya tanpa alas.reflek Intan menjerit dan melepaskan wajan yang ia sentuh. dan alhasil air rebusan mie mengenai kaki mulus Intan. Ver. yang sedang merapihkan kamar nya langsung berlari ke arah dapur karena mendengar teriakan intan.
"awwssss agghh panas". Intan terduduk dilantai.
Vero yang melihatnya pun langsung lari dan terkejut melihat kaki Intan yang sedikit melepuh. tanpa ragu Vero menggendong Intan ala bride style ke arah kamar mandi dengan cepat Vero menyiram kaki intan dengan air dingin.
" awhhh mas sakit. hiks".ucap Intan menangis karena menahan sakit.
varo hanya diam dan menatap sekilas. setelah menyiram kaki Intan dengan air Vero menggendong 'intan dan meletakkannya di kursi meja makan.
"kenapa bisa tumpah?".ucap Vero yang berdiri di hadapan Intan dengan wajah datar nya.
" kenapa nangis, mas tanya kenapa bisa tumpah?".ucap Vero lagi.
"a.. aku eng.. enggk bisa masak mas hikss".ucap Intan sambil terisak.
__ADS_1
" kalau tidak bisa masa kenapa masak".
"aku kan lapar mas tadi".
" ya kan bilang, biar mas yang masak".
Vero mengambil obat p-3k dan mengoleskan salep pada intan.setelah selesai mengobati luka bakar Intan Vero berjalan ke arah kulkas mengambil beberapa sayuran.
"egg mas!. mas mau ngapain?. tanya intan.
" katanya tadi lapar kan, mas mau masak".ucap nya dingin dan datar.
"mas maafin Intan yah Intan belum bisa masak, tapi Intan janji kok bakal belajar masak, maaf mas belum bisa jadi istri yang terbaik buat mas, Intan tau mas, Intan enggak pantes buat laki laki yang baik seperti mas".ucap Intan menatap lekat Vero.
" diam lah biar aku fokus memasak nya ".ucap Vero mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
Vero malas membahas soal itu dan langsung mengalihkan pembicaraan karena sesungguhnya Vero belum siap mempunyai rumah tangga, tapi bagaimana lagi nasi sudah menjadi bubur mau tidak mau Intan sekarang sudah menjadi tanggung jawab Vero.
tinggalin jejak. Bintang 5.dan vote jika kalian suka.