
Gia yang masih fokus pada lawan nya dan Wina yang melihat merasa banyak kesempatan langsung melayangkan 1 pukulan ke tubuh Gia.
"agggghhh".jeritan seseorang yang terkena pukul oleh Wina.
Gia langsung berhenti bertarung dan ia langsung melihat kebelakang dan sangat terkejut.
" Firman".ucap Gia yang menahan tubuh Firman.
ternyata saat Wina ingin memukul Gia Firman langsung memeluk tubuh Gia untuk menghalangi serangan dari Wina. oowh romantis banget haduh dramatis juga ternyata aku ya😂..
Wina yang salah sasaran pun langsung gelagapan dan berniat untuk kabur tapi sayang Intan dan Vero sudah sampai tempat dan langsung menghadang Wina dan teman nya.
"lepasin, lepasin gwe".ucap Wina memberontak.
" heh enak amat hidup lo, liat adek gwe jadi begitu karena ulah lo, Intan cepat telvon polisi".ucap Vero yang terus memegangi tangan Wina, sedangkan Intan memegang tangan teman Wina.
"Gia cepat telvon polisi".ucap Intan.
Gia langsung menelfon polisi dan tak selang berapa lama polisi pun tiba dan Firman di bawa ke rumah sakit terdekat.
" sudahlah Gia jangan menangis lagi".ucap Intan menenangkan.
__ADS_1
"ini semua salah gwe tan, ngapain juga sih si Firman pakek datang terus menyelamatkan gwe".ucap Gia sambil terisak.
Vero kemana? Vero sedang mengurusi kasus Wina dan teman nya itu.
masih tanda tanya bukan. bukan nya di saat Gia melempar bom ada korban jiwa.
*flashback back*
"firman lo harus kuat man ayo kita ke rumah sakit".ucap Vero yang berusaha mengangkat tubuh Firman.
" bang, t-tolong gwe, g-gia melempar bom lalu ada korban jiwa, gwe mohon bang t-tolong beresin ini semua, gwe nggak mau Gia masuk penjara".ucap Firman dan langsung terjatuh pingsan.
Intan telah membawa Gia ke dalam mobil dan Vero langsung menelvon anak buah nya untuk menghilangkan semua bukti dan jejak yang ad.
tak lama kemudian dokter pun keluar dari ruangan . " siapa saudaranya ".ucap dokter itu.
Gia langsung berdiri di hadapan dokter." saya istrinya dok".ucap Gia.
percaya tidak percaya Intan mendengar bahwa dia mengakui bahwa Firman sekarang adalah suami nya.
"maaf nona suami anda mengalami koma karena pukulan yang sangat keras di kepalanya".ucap dokter itu.
__ADS_1
Gia dan Intan pun seakan tidak percaya mendengar ucapan sang dokter. Gia yang sudah tidak bisa menahan tangis nya seketika langsung menangis memeluk Intan.
" Intan dia bener suami gwe kan".ucap Gia sambil memeluk Gia.
"iyah Gia dia beneran suami kamu".ucap Intan menyakinkan.
" dokter apa kami boleh masuk? ".tanya Intan.
" silahkan saja asal jangan membuat gaduh ya nona".ucap dokter langsung pergi.
Gia dan Intan pun langsung memasuki ruangan terlihat Firman yang sedang berbaring lemah. tanpa ragu gia langsung mendekati Firman dan memeluk tubuh nya.
"Firman sadarlah, maaf kan aku karena aku kamu jadi seperti ini".ucap Gia sambil menggoyangkan tubuh Firman.
" Gia sadarlah jangan begini. kenapa kamu menangis bukannya kamu tidak menyukainya?. dari pada kau disini mending kita pulang saja".ucap Intan menarik pelan tubuh Gia.
Gia menghempas tangan Intan. "apa kata mu pulang?. kau mengajak ku pulang sedangkan suami ku sedang koma seperti ini".ucap Gia kesal.
"bukannya kamu tidak menganggapnya bukan, kau saja tidak mempedulikannya,kenapa saat dia sakit kau baru memperdulikannya".ucap Intan dengan santai.
Gia terdiam dan kembali menangis memeluk tubuh Firman.
__ADS_1
like. dan voot jika kalian suka.