
gia masih tersedu sedu menangis sambil memeluk firman.
"firman kamu becanda kan, ayo sadar aku janji aku akan menerima mu sebagai suami mu. ayo firman sadarlah hiks....".ucap gia sambil menepuk pelan pipi firman.
" apakah benar, kau tidak bercanda kan".
gia seketika langsung sadar dari tangis nya, intan yang melihat pun hanya biasa saja. oh apa yang terjadi pada intan sebenarnya.
"firman".lirik gia dan langsung memeluk firman.
" sudah lah kenapa menangis, bangun lah liat tubuh ku sudah penuh dengan ingus mu itu".ucap firman menepuk pelan tubuh gia.
gia tersadar atas ucapan firman dan langsung melepas pelukannya dan segera menghapus air mata nya.
"heh kurang ajar ini semua gara gara lo gwe jadi cengeng kan".ucap gia dengan ketus nya sambil tersedu sedu.
" jangan marah sma suami. ini suami sudah bangun, kalau bangun kamu akan menerima ku".ucap firman tersenyum smirk.
__ADS_1
"iyah aku menerimamu maaf kan aku karena mu kamu jadi seperti ini".ucap gia lagi.
intan yang berada di sana hanya menyimak obrolan mereka. intan seperti patung tak berdaya rasanya ia ingin tidur saja untuk tidak melihat drama suami istri tersebut.
" sssstthh".rintih firman membuat intan membuyarkan lamunannya. gia yang ikut terkejut jadi ikut panik oleh rintihan firman.
"apa yang sakit, dimana? ".tanya gia.
" disini"menunjuk kepalanya.
gia pun mendekatkan wajah nya ke wajah milik firman tanpa aba aba firman langsung menarik teguk leher gia dan menempelkan bibir mereka. intan yang berada di sana langsung terbelalak melihat nya. varo yang tiba tiba masuk melihat gia dan firman saling berciuman dan melihat intan terbelalak melihat nya langsung berlari ke arah intan dan memutar tubuh intan sampai menghadap nya.
varo langsung menyadarkan firman dan gia yang masih asik bertautan pada bibir nya. gia yang men nyadari itu langsung menarik wajah nya menjauh dari wajah firman.dan gia yang sudah merah padam hingga tak bisa berkata apa apa.
" eh ada abang".ucap firman dengan santai nya.
"heh kamu tidak lihat disini ada kaka ipar mu".ucap varo yang kesal.
__ADS_1
" sorry bang nafsu tadi".ucap firman cengengesan.
varo yang malas berdebat hanya menatap malas firman. varo melepas pelukannya dan terlihat wajah intan yang sudah merah padam menyaksikan adegan yang dilakukan firman dan gia di hadapannya.
gia yang melihat intan tanpa aba aba langsung bertanya. "apa kau tau tentang ini, soalnya dari tadi aku lihat kau biasa saja?.
" tau apa? ".ucap varo yang tidak tau apa apa.
" kalau tadi varo koma".ucap gia.
"hah koma?. bagaimana mungkin dia koma sekarang bisa men ciummu".ucap varo terheran heran.
intan pun membuka suara. " begini mas akan ku ceritakan semua nya ya".ucap intan menenangkan suasana.
"aku sudah lihat dari lagat dokter itu seperti pembohong, dan lihat lah bagaimana mungkin jika firman koma ia ada di ruang rawat bukan di ICU, bagaimana juga jika firman koma kita di perbolehkan masuk begitu saja tanpa menggunakan baju khusus. kamu sudah kelap dengan tangis dan rasa penyesalan maknanya kamu tidak sadar gia".ucap intan menjelaskan.
varo dan firman sungguh tidak menyangka bahwa intan secerdik dan teliti seperti ini. bahkan firman saya sampai terbelalak mendengar penjelasan dari intan yang jelas jelas rencana ini di ketahui dokder dan dirinya saja.
__ADS_1
like dan voot jika kalian suka.