
Sudah 1 minggu berlalu Vero dan Firman beserta istrinya masih setia berada di rumah Desta. sore hari yang cerah ke dua keluarga itu sedang berkumpul di halaman belakang rumah.
"bang gwe yakin daddy menyembunyikan sesuatu pada kita".ucap Firman.
Seketika semua mata tertuju pada Firman. Firman yang melihat mereka menatap lekat dirinya langsung menelan ludah nya.
" we we we mata kalian tolong di jaga, serasa di lihat oleh zombie saja".ucap Firman menggeser tempat duduk nya.
"maksud omongan mu apa!!".ucap Vero.
" gini loh bang, kalian enggak ngerasa apa si daddy manja manja, kita pulang enggak boleh dan bahkan kita sampai di suruh meninggalkan pekerjaan demi menemani daddy bermain ".ucap Firman lagi.
Seketika semua nya saling menatap satu sama lain.
" ya aku juga merasa begitu, serasa ada yang daddy sembunyikan".timpal Intan lagi.
"maksud kalian bagaimana aku tidak paham".ucap Vero kembali.
Mendengar jawaban Vero ke 3 orang yang berada di sana langsung menghembuskan nafas.
" gini Ver mungkin maksud Intan dan Firman, daddy menyembunyikan sesuatu dari kita".ucap Gia memperjelas.
__ADS_1
"haa!! itu yang gwe maksud bang istri gwe memang pinter".ucap Firman senyum dan mengelus lembut kepala Gia.
lama berbincang mereka membahas apa yang sebenarnya terjadi. hingga sampai matahari mau terbit. mereka masuk kembali ke dalam rumah berniat untuk melaksanakan sholat bersama.
Tak lama kemudian azan magrib pun berkumandang seperti biasa. Desta menjadi imam dan anak anak nya menjadi makmum.
10 menit mereka sholat. setelah selesai membereskan bekas sholat keluarga Desta langsung menuju ke meja makan. namun saat di tengah perjalan desta berhenti dan memegangi dadanya.
" ughhhh..... "ucap Desta yang sulit bernafas.
Vero dan yang lainnya langsung terkejut melihat Desta yang merintih kesakitan.
" daddy!! Daddy kenapa ded".ucap Vero dan yang lainnya.
Firman dan Vero langsung membopong tubuh Desta masuk ke dalam mobil dan langsung mengarah ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit Desta langsung mendapat perawatan intensif selama 2 jam lamanya. setelah lama menunggu dokter pun keluar dari ruang IGD.
"untuk keluarga pasien, di persilahkan masuk".ucap dokter tersebut.
Tanpa aba aba Vero dan yang lainnya langsung memasuki ruang ngan yang di mana terdapat tubuh Desta dengan banyak selang kesehatan yang menempel pada tubuh nya.
__ADS_1
" daddy, daddy kenapa dad".ucap Vero yang sudah tidak bisa menceka air mata nya melihat Desta yang terkapar lemah.
"daddy kuat dad Firman mohon ".ucap Firman memegangi tangan Desta.
Intan dan Gia sudah sedari tadi Menangis melihat keadaan mertuanya yang sungguh memprihatinkan.
" jangan nangis anak anak ku , daddy baik baik saja sayang, Intan Gia jaga baik baik anak daddy ya".ucap Desta menatap lekat Gia dan Intan.
Gia dan Intan langsung mengangguk. "iyah daddy kami janji kami akan menjaga 1 sama lain".ucap Intan.
Desta tersenyum. "iyah daddy percaya pada kalian".
saat mereka sedang asik ngobrol tiba tiba pintu terbuka, yang membuat semua mata tertuju pada pintu ruangan itu.
" papah".ucap Intan menatap ke arah pintu.
Ya dia adalah Bram.saat dokter sedang menangani keadaan Desta, Intan langsung menghubungi papah nya mengabarkan bahwa mertua atau besan papah nya sedang masuk rumah sakit.
Bram langsung mendekati Desta. "Desta apa yang sebenarnya terjadi padamu".ucap Bram.
" aku baik baik saja bram".ucap Desta tersenyum.
__ADS_1
like. bintang 5.dan vote jika kalian suka.!