Cinta Didalam Perjodohan

Cinta Didalam Perjodohan
di pojok kan keluarga.


__ADS_3

tanpa fikir panjang bram dan lainnya langsung pergi dari rumah sakit dan menuju ke rumah intan dan varo.


sesampainya di halaman rumah varo, bram dan yang lainnya masuk dengan langkah yang sedikit cepat.


"INTAN! ".seru bram dengan nada kuat membuat seisi rumah terkejut.


intan yang baru selesai makan langsung mengarah ke sumber suara dan bima yang baru saja selesai membereskan barang varo terkejut mendengar teriakan seorang laki laki yang menggema dalam ruangan.


intan dengan santai nya mendekati papa nya. "kenapa teriak teriak pa".ucap intan dengan santay. " apa tidak mau duduk dudlu, baru datang sudah marah marah".ucap nya dengan senyum yang sulit di artikan.


"kakak ipar kenapa bang varo sudah di bawa pulang kakak ipar tau bukan kalau bang varo masih koma kenapa sudah di bawa pulang! ".ucap firman dengan nada yang sedikit membentak.

__ADS_1


" aku juga tidak tau dengan jalan fikiran mu apa yang kamu fikirkan, varo masih sakit dan kamu malah membawa nya pulang".timpal gia juga.


"intan kenapa kamu seperti ini sih, kamu fikir saja sendiri apa kamu bisa merawat suami mu dalam keadaan hamil seperti ini".ucap bram juga yang ikut memojokkan intan.


intan berusaha tenang walau hati dan mulut nya ingin teriak sekencang mungkin apa mereka lupa beberapa hari ini siapa yang menemani dan merawat varo saat di rumah sakit.


" sudah memojokkan saya, jika kalian kesini hanya ingin memojokkan saya lebih baik kalian pulang jika kalian ingin menjenguk varo silahkan saya tidak melarang".ucap intan langsung pergi dari hadapan bram dan lainnya.


bima yang memperhatikan perseteruan di antara mereka merasa kasihan kepada intan. "kalian tidak tau apa yang bu intan lakukan dan perjuang kan saat ini kalian hanya bisa mengomentari tanpa memberi bu intan support. kasihan sekali kamu bu, kapan tuan var sadar agar buk intan tidak selalu di salahkan".gumam bima pada diri sendiri.


"aku akan melihat bang varo sebentar jika kalian mau ikut ayo".ajak firman.

__ADS_1


" papa akan ikut".


"aku juga".ucap gia yang langsung memegang tangan firman.


bram berjalan paling depan sesampainya kaki mereka di depan pintu kamar varo bram melihat bima sekilas dan langsung masuk ke dalam kamar varo . varo di taruh di kamar bawar agar intan dan yang lain lebih mudah mengecek keadaan varo.


melihat keadaan varo sakit tanpa ada perawatan medis membuat bram dan lain semakin geram dengan tingkah intan yang sesuka hatinya. setelah puas melihat keadaan varo firman mengajak bram dan gia pulang dan tanpa berpamitan. intan yang menyadari papa dan adik ipar nya sudah pergi langsung keluar dari kamar nya yang sering ia tiduri dengan varo lalu turun dari tangga dan memasuki kamar varo.


intan duduk di pinggir ranjang tempat varo tidur. "mas kapan kamu sadar, apa kamu tidak kasihan dengan ku yang terus di pojok kan dan disalahkan. apa kamu juga tidak kasihan dengan calon junior kita yang menanggung ini semua, mas sadar mas sadar".ucap gia menaruh kepala nya di atas dada varo sambil berderai air mata.


sakit hati yang selama ini ia pendam tidak bisa ia pendam lagi. tiap hari harus di salahkan , dipojokkan oleh keluarga atas apa yang menimpa varo .

__ADS_1


like. komen. vote jika kalian suka.


note:orang hanya bisa mengomentari tanpa tau apa yang di lakukan seseorang. mereka hanya melihat dari sisi belakang nya saja tanpa melihat sisi depan dan samping.


__ADS_2