
kini niat varo untuk menyentuh istri nya gagal kembali karena rasa nyeri di kaki nya
kapan sakit ini akan berakhir ".batin varo dengan kesal.
mau tidak mau ia harus tidur untuk menghilangkan rasa nyeri nya sedangkan intan tertidur agak jauh jari ranjang untuk menghindari dirinya agar tidak menyenggol luka varo lagi.
pagi hari pun tiba, setelah semua sudah siap dengan style nya kini mereka sudah kumpul di meja makan, semenjak intan meminta menemani nya makan bima, gita dan bi nana selalu ikut makan bersama.
hari ini intan berniat untuk mengecek kantor walau hanya sebentar karena ia tidak ingin meninggalkan varo lama lama dengan keadaan yang seperti ini. setelah selesai ber sarapan intan langsung meminta izin kepada varo untuk ke kantor.
bima langsung mengarahkan mobil nya ke kantor tak butuh waktu lama untuk bima sampai ke kantor. wajah yang biasanya tidak ada ekspresi sama sekali pagi ini sudah sangat berubah. intan yang mendapat sapaan dari karyawan tersenyum manis sehingga membuat karyawan terbelalak dengan sifat intan yang berubah 180 derajat ini.
"buk intan kenapa ya berubah banget".
" waw ternyata buk intan kalau bersikap begitu terlihat begitu ramah".
__ADS_1
"aku sudah salah sangka menilai bu intan".
" sekarang masalah buk intan sudah kelar, kesalah pahaman juga sudah tidak ada lagi".
banyak sekali bisik bisik tetangga membicarakan intan, setelah semua kesalah pahaman yang terjadi kepada intan sudah di klasifikasi semua karyawan merasa menyesal telah menuduh intan yang bukan bukan.
…………………………………………………………
di kediaman varo, varo duduk di sofa ruang keluarga tidak sengaja matanya melihat seorang wanita yang sedang beberes rumah yang tak lain dia adalah gita. dari kemarin ia ingin sekali bertanya kepada gita tapi melihat istri nya ia urungkan kembali niat nya untuk bicara karena tidak ingin istri berfikir yang macam macam.
" iyah var ada yang bisa gwe bantu? ".tanya nya
" lu duduk lah di sana gw mau ngomong dan bertanya ".perintah+ucap varo.
setelah gita duduk varo mulai bertanya kepada gita. kapan dia mulai masuk rumah ini, kenapa dia masuk ke rumah ini dan bagaimana bisa ia masuk ke rumah ini juga varo bertanya sedetail mungkin.
__ADS_1
Tanpa ragu gita menjelaskan sedetail nya tanpa ada 1 kata kebohongan, setelah puas menginterogasi gita varo mulai mengalihkan pembicaraan.
"apa yang terjadi kepada intan selama gwe koma? ".lanjut varo.
" gwe kurang tau tapi yang jelas ia sangat terpuruk sekali bahkan ia seketika berubah menjadi orang paling dingin, cuek dan tidak perduli dengan siapa pun, yang dia fikir kan hanyalah kesadaran mu waktu itu, setiap malam ia menangis dan berdoa meminta mu sadar kembali seperti semula. bahkan intan rela menyampingkan ego dan kemauannya dalam keadaan hamil saat ini demi merawat mu".jelas gita dengan panjang x lebar x tinggi x sisi agh lengkap deh pokoknya.
"oowh baiklah silahkan kamu pergi" perintah varo.
gita pun langsung meninggalkan varo di ruang keluarga, setiap langkah kaki nya ia ambil ia terus berfikir tentang kelanjutan hidup nya. kini varo sudah membaik dan mungkin ia harus pergi karena tugas nya untuk merawat varo kini sudah selesai. dengan tekat nya gita langsung memasuki kamar dan mengemasi barang nya.
"aku juga sadar tugas ku sudah selesai, aku tidak mau ada kesalah pahaman kepada intan dan yang lain jika aku masih merawat varo dalam ke adaan sadar seperti ini".ucap gita sambil mengemasi barang nya.
" dan pertemuan ku dengan mas bima mungkin cukup sampai disini, kenapa perasaan ini harus tumbuh hah".gita menarik dan membuang nya dengan kasar.
like. komen dan vote jika kalian suka...
__ADS_1